Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
Terlempar ke Zaman Kuno


__ADS_3

Ditahun 2035, seorang gadis bernama Lin Xiumei mengalami kenyataan pahit terbunuh karena ulab sang kekasih.


Lin Xiumei yang terkenal dengan kehebatan bela diri, racikan racunnya yang begitu mematikan dan kehebatannya dalam menciptakan temuan baru berakhir dengan tragis terjatuh dari ketinggian puluhan ribu kaki disebuah apartemen mewah milik sang kekasih yang diketahui selingkuh dengan adiknya sendiri.


Ditengah keputusasaan Lin Xiumei menunggu ajalnya tiba, sebuah sumpah terucap dari bibir mungilnya. Sumpah yang berisi "Seandainya saya bisa hidup setelah melalui semua ini, saya bersumpah tidak akan mudah tertipu lagi dan pembalasan dendam untuk mereka semua akan saya lakukan apapun caranya!" tekad Lin Xiumei ditengah kesadarannya yang mulai menipis, air matanya jatuh tergenang memikirkan nasib orangtua dan sahabatnya yang akan ia tinggalkan.


Bersamaan terbunuhnya Lin Xiumei, pada Dinasti China ditahun 538, Permaisuri dari Kekaisaran Tang yang memiliki nama sama yaitu Permaisuri Lin Xiumei terbunuh karena ulah selir kesayangan Kaisar bernama Lin Murong yang juga adik dari Permaisuri disebabkan karena racun yang dikonsumsi Permaisuri selama satu tahun terakhir.


Permaisuri yang dikenal bodoh, jelek dan tak berguna dianggap sampah oleh masyarakat hingga ajal menjemput tak satupun pihak istana yang peduli kecuali Janda Permaisuri dan Pangeran terakhir yang begitu menyayangi Permaisuri bahkan melebihi dirinya sendiri.


Kejadian keduanya hampir sama karena disebabkan oleh adik dan orang yang mereka cintai, jika Lin Xiumei dizaman modern masih merasakan kasih sayang dari keluarga dan sahabatnya berbanding terbalik dengan Lin Xiumei dizaman kuno yang selalu ditindas setiap selir, bahkan para pelayan tidak tunduk pada Lin Xiumei justru dirinyalah yang bekerja seperti Pelayan tanpa sepengetahuan Janda Permaisuri dan Ayahnya yang selalu berada diperbatasan.


Sang Kaisar bernama Bai Yuan selalu bersikap acuh tak acuh kepada Permaisuri meski keadaan Permaisuri sangat mengkhawatirkan, hanya Qiyue sang pelayan yang selalu setia menjaga dan merawat junjungannya.


Tepat dimalam hari, Permaisuri menghebuskan nafasnya karna tidak mampu menahan racun yang telah tersebar dalam tubuh mungilnya yang penuh dengan bintik - bintik disebabkan sesuatu yang tidak diketahui.


Tangisan tiga orang pecah setelah menyaksikkan kemalangan Sang Permaisuri yang tak pernah hidup bahagia semenjak ayahanya, Sang Jenderal menikah lagi karena dijebak oleh ibu tirinya.


"Hikss.. Permaisuri.. Hikss jangan tinggalkan hamba seorang diri hiksss," tangis Qiyue membelai tangan Permaisuri yang sudah sangat dingin dan pucat.


"Anakku jangan bercanda, cepat bangun! Janda Permaisuri ini memerintahkan anda untuk segera membuka mata!" teriak Janda Permaisuri menangis menatap sosok gadis yang sudah terlukai tak bernyawa lagi.


"Hikss kakak bangun, jangan tinggalkan aku!" tangis Pangeran terakhir meronta - ronta didekapan sang Ibunda yang juga menangis menatap menantunya yang sangat baik itu.


Meski Mantan Permaisuri tidak begitu menunjukkan perhatiannya, namun jauh dilubuk hatinya sangatlah menyayangi menantunya yang baik hati dan berbudi.


Disana sangat sepi, bahkan Kaisar tak peduli sedikitpun dan memilih bersenang - senang dengan Selirnya.


Sebuah cahaya terang menyinari tubuh kurus Permaisuri selama beberapa detik.

__ADS_1


Tubuh yang tadinya dingin dan pucat, sekarang kembali menghangat sedikit demi sedikit. Rona dipipinya yang semula pucat kembali sedikit berwarna.


Sebuah jiwa dari zaman modern telah memasuki tubuh Permaisuri atas kuasa dari Sang Pencipta yang tidak rela melihat ketidakadilan terjadi pada umatnya.


Perlahan tangan Permaisuri bergerak, matanya terbuka menyesuaikan cahaya remang disebuah kamar yang sangat kuno. Matanya menerawan kesekeliling melihat empat orang berbeda usia dan jenis menatapnya dengan sedih bercampur kebahagiaan yang tak bisa dijelaskan.


"Hikss Permaisuri anda telah bangun? Sang Pencipta sungguh murah hati, saya kira anda akan pergi untuk selamanya hiksss," ucap Qiyue mengembalikan kesadaran Lin Xiumei yang terbengong menatap interior kamar yang begitu kuno bahkan tak ada lampu.


Lin Xiumei berpikir sekarang ia sedang bermimpi atau mungkin dirinya telah berada disurga sampai sebuah suara kembali mengingatkan jika ternyata dia masih hidup.


"Apa maksudmu? Siapa yang Permaisuri?" tanya Lin Xiumei bingung.


"Yang Mulia apakah anda tidak ingat jika anda adalah Permaisuri Kekaisaran Tang ini?" tanya Qiyue bingung.


"Hah? Saya Permaisuri?" tanya Lin Xiumei lagi.


Belum sempat Lin Xiumei kembali bertanya, ingatan demi ingatan seperti kaset rusak masuk kedalam pikirannya.


Ingatan tentang seorang gadis yang selalu disiksa dan tak dianggap bahkan diracun dengan racun yang ganas sehingga kematian menjemputnya berputar dengan cepat dipikiran Lin Xiumei yang ternyata ingatan dari Sang Pemilik tubuh yang ia tempati saat ini, lucunya Lin Xiumei bertransmigrasi dizaman kuno dimana yang terkuatlah yang akan dihargai, dimana yang cantik dam pintar akan direbutkan.


Namun pemilik tubuh merupakan gadis yang bodoh semenjak memiliki ibu tiri dan saudari tiri yang menindasnya terus menurus menyebabkan mentalnya sedikit terganggu terlebih racun yang dikonsumsinya terus menerus puncaknya selama setahun terakhir racun yang dikonsumsinya semakin ganas hingga pemilik tubuh menyerah dan memohon pada Sang Pencipta untuk membalaskan dendamnya meski nanti dirinya tak bisa bereinkarnasi lagi.


Dengan pertimbangan yang cukup matang, akhirnya Sang Pencipta memutuskan untuk menarik jiwa Lin Xiumei dari zaman modern untuk membantu Lin Xiumei dari zaman kuno balas dendam dengan hadiah jika berhasil nantinya tubuh milik Lin Xiumei dari zaman kuno akan sepenuhnya menjadi miliknya


Bahkan kebaikan Sang Pencipta begitu besar dengam menghadiahi ruang dimensi untuk Lin Xiumei zaman modern, ruang dimensi tak terbatas dam berisi banyaknya barang modern serta barang kuno yang juga sangat berguna untuk kedepannya.


Lin Xiumei berjanji akan membantu balas dendam untuk pemilik tubuh dan membalaskannya berkali - kali lipat lebih menyakitkan.


Dengan tekad membara Lin Xiumei menyusun rencana untuk kedepannya, hal pertama yang ia harus lakukan adalah memperbaiki tubuh yang sangat lemah ini agar bisa berkultivasi meski racunnya telah menjadi darah dalam tubuhnya.

__ADS_1


Mata Lin Xiumei memancarkan kemarahan dan kelicikan yang begitu asing untuk empat orang dihadapannya yang terdiam menyaksikkan tingkah Lin Xiumei yang sangat aneh.


"Baiklah saya ingin istirahat, terimakasih untuk nenek, ibunda, dan pangeran yang selalu menjaga saya hingga kini. Saya berjanji akan berubah dan membalas mereka yang berbuat jahat pada saya!" ucapan Permaisuri mengejutkan ke - empatnya meski tak menampik bahwa mereka senang dengan tekad dan keteguhan Lin Xiumei saat ini, mereka tentu tau sedikit banyaknya perlakuan para selir yang selalu menindas menantu kesayangan mereka bahkan Sang Kaisar tak pernah menginjakkan kakinya ke Paviliun Phoniex milik Sang Permaisuri selama ini.


Di istana terbagi menjadi beberapa bagian, tempat tinggal Kaisar terletak tak jauh dari Paviliun Permaisuri yaitu Paviliun Naga sedangkan harem untuk para selir menjadi satu di Paviliun Lotus yang berada cukup jauh dari Paviliun Naga maupun Pavilun Phoniex.


Meski tempat tinggal Permaisuri sangatlah luas hampir setara dengan Kaisar namun perabotannya sangat kumuh dan tak pantas dipakai oleh Permaisuri.


Seharusnya keuangan Kekaisaran dipegang oleh Permaisuri namun karna tubuhnya yang lemah dan otaknya yang bodoh membuat Selir Agung yang merupakan adiknya mengambil alih semua pekerjaan Permaisuri atas titah Kaisar.


Hal inilah yang menyebabkan jatah bulanan untuk Permaisuri dipotong hingga setengah dari yang seharusnya tanpa sepengetahuan siapapun kecuali para Selir diharem yang jumlahnya puluhan itu.


Setelah kepulangan Janda Permaisuri, Ibunda dan Pangeran, Permaisuri bernafas lega dan menyuruh pelayan setianya untuk beristirahat juga karna waktu sudah menunjukkan tengah malam meski tak ada jam namun Lin Xiumei bisa memprediksinya karna otaknya yang sangat pintar.


"Lin Xiumei saya berjanji akan membuat mereka menanggung apa yang telah mereka perbuat pada dirimu! Kau harus beristirahat tenang disana bersama ibundamu, terima kasih karena telah meminjamkan tubuh anda dan membiarkan saya hidup kembali!" ucap Lin Xiumei pelan dengan senyum seringai khas dirinya, matanya dipenuhi tekad membara untuk besok pagi yang tidak diketahui akan seperti apa.


Lin Xiumei menatap wajahnya yang begitu buruk dengan bintik - bintik seperti jerawan namun kentara jelas disebabkan karena elergi ikan yang selalu dikonsumsinya atas hasutan adiknya Lin Murong yang mengatakan jika ia memakan ikan setiap hari maka kulitnya akan selalu bersinar dan putih layaknya giok namun yang ia dapat justru sebaliknya, benar - benar para selir yang seperti ular itu harus segera di disiplinkan.


Untuk saat ini Lin Xiumei akan membuat maskernya sendiri agar wajahnya kembali semula dan membentuk ulang tubuhnya yang sangat lemah agar bisa berkultivasi dan mengejar ketertinggalannya.


Malam itu, menjadi malam yang begitu panjang untuk Lin Xiumei yang terus terjaga karena lingkungannya yang sangat asing, melihat dimensi ruang yang dianugerahi Sang Pencipta Lin Xiumei begitu senang mendapatkan semua barang kesayangannya bahkan barang yang belum ia miliki telah tersusun rapi didalam dimensi ruangnya, hanya tinggal menambahkan banyak tanaman berguna dan membangun sebuah rumah maka dimensinya telah lengkap seperti apa yang ia inginkan.


Awal mula Perjalanan Sang Permaisuri.


Sukak nggak? semoga suka ya, mari berikan dukungan kalian dengan meninggalkan jejak agar cerita ini terus berkembang.


Note : Untuk cerita ini akan fokus pada Perjalanan Dendam Permaisuri dan Permasalahan didalam Harem Kekaisaran hehe.


Thankyou🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2