
"Permaisuri Luie Fei,racikan teh Anda sungguh terasa enak," ucap Selir Pertama memberikan pujian.
"Ahaha...! Selir Pertama Xiou Ying jangan berbicara seperti itu,Permaisuri ini tahu jika Anda hanya berniat memuji diri Anda sendiri," ucap Permaisuri Luie Fei dengan tawa hambar.
"Selir ini tak seperti itu Permaisuri Luie Fei," ucap Selir Pertama tak suka.
Jika saja Permaisuri Luie Fei bukanlah seorang Permaisuri dari Dinasti Ying akan dia beri pelajaran yang tak bisa Permaisuri Luie Fei lupakan.Hah jika saja dirinya adalah seorang Permaisuri maka dia tak perlu berbicara merendahkan diri seperti itu.
"Aittss... Selir Pertama Xiou Ying jangan terlalu dimakan hati.Permaisuri ini hanya mengatakan sebuah lelucon,benar begitu Permaisuri Yie Er?" tanya Permaisuri Luie Fei dengan seringai.
Suasana Gazebo Barat kini terasa hening tanpa perbincangan para Permaisuri dan Selir lainnya.Mereka semua mengalihkan pandangan mereka ke arah Yie Er,mereka berpikir tak biasanya Permaisuri Luie Fei bersedia bertanya kepada Yie Er jika tak ada niatan,pastilah sesuatu akan terjadi.
Siapapun mengira jika Permaisuri Luie Fei tengah akan mengadu domba Yie Er dan Selir Pertama.
"Ah maaf Permaisuri Luie Fei! Permaisuri ini tak memperhatikan Anda saking enaknya teh racikan anda," ucap Yie Er menunjukkan wajah menyesal nya.
Mendengar itu Selir Pertama merasa senang,melihat wajah mengeras marah dari Permaisuri Luie Fei.lihat saja nanti jika dirinya berhasil menyingkirkan Yie Er si Permaisuri lemah tak berguna dari kursi Permaisuri.Dia akan menjadi seorang Permaisuri,dan hingga waktu itu tiba dirinya akan membalas Permaisuri Luie Fei.
"Ahaha Permaisuri Luie Fei,Permaisuri Yie Er yang tak pernah mengerti yang namanya meracik saja mengatakan enak.Oleh karena itu Selir ini minta jangan pernah berniat menusuk seseorang dari depan!" ucap Selir Pertama tersenyum mengejek.
"Selir Pertama Xiou ...!"
__ADS_1
"Ah sudahlah semua,Permaisuri ini ingin segera mencicipi semua racikan teh yang telah dibuat dengan keahlian," ucap Permaisuri Bai Lu memotong ucapan Permaisuri Luie Fei dengan tenang.
"Beraninya kau Permaisuri Bai Lu!" geram Permaisuri Luie Fei merasa tak terima jika ucapan nya dipotong dengan tanpa rasa sopan.
"Ahh maaf Permaisuri Luie Fei,Permaisuri muda ini tak meyadari itu semua?" ucap Permaisuri Bai Lu menundukkan kepalanya sedikit kebawah.
Yie Er sempat melihat bagaimana gerak gerik Permaisuri Bai Lu,tanpa Permaisuri dan Selir yang lain tahu bila Permaisuri Bai Lu sempat menyeringai.
Yie Er merasa Permaisuri Bai Lu lebih licik dibandingkan dengan Permaisuri Luie Fei yang menyerang tanpa berpikir dan Selir Ular itu yang menyerang dengan apa yang ia punya.
Jika dilihat dari segi ini,mungkin lawan terberatnya adalah Permaisuri Bai Lu di Zui Qiang.
"Sudahlah Permaisuri ini sedang berenak hati,tetapi jika Permaisuri Bai Lu mengulangi nya lagi... Permaisuri ini tak segan-segan memberi Permaisuri Bai Lu sebuah hadiah," ucap Permaisuri Luie Fei mengangkat tinggal dangunya.
"Hmm Ya,pelayan tuangkanlah lagi racikan teh secara berurutan!" pinta Permaisuri Luie Fei.
Acara jamuan makan yang sempat tertunda karena adanya pertengkaran kecil kembali berjalan.Pelayan suruhan Faing Yu mulai menuangkan racikan teh dari para Permaisuri dan Selir secara berurutan.
Sesekali pelayan itu melirik Selir Pertama sambil menuangkan racikan teh berturut-turut.
Yie Er merasa bosan menunggu mereka menyesap setiap teh pelan agar tahu siapa racikan teh terenak.Dirinya rasa itu membuang waktu,apa susahnya meminum setiap teh itu dengan sekali teguk,toh rasanya sama-sama saja hanya berbeda sedikit dan tinggal memilih mana yang paling enak.
__ADS_1
Lama menunggu giliran racikan teh miliknya dituangkan,akhirnya waktu yang di tunggu-tunggupun tiba.Sekarang tepat di belakang samping nya pelayang itu perlahan-lahan mengambil racikan tehnya.
Racikan teh yang berisi racun mengerikan itu kini telah terisi di semua cawan kecil di hadapan para Permaisuri dan Selir,termasuk Selir Pertama.
Para Permaisuri dan Selir memandang teh buatan Yie Er dihadapan mereka ragu,tahun lalu mereka sempat merasakan teh buatan Yie Er yang tak memiliki rasa.
Sungguh jika dihadapkan teh tak enak seperti ini Selir Pertama,Permaisuri Luie Fei dan Permaisuri Bai Lu yang licikpun merasa tak sanggup.
Jika saja mereka bisa tak meminum racikan teh Yie Er,maka akan mereka semua lakukan.Hanya saja itu semua tak bisa dilakukan karena tradisi jamuan makan ini mengatakan jika setiap racikan teh haruslah di minum.
"Mengapa Permaisuri dan Selir semua hanya diam? ayo cepatlah habiskan racikan teh buatan Permaisuri ini! Apa kalian merasa takut jika teh ini terdapat racun? ohh tenanglah teh ini tak terdapat racun seperti yang kalian kira," ucap Yie Er tersenyum menyeringai heran.
Dalam benaknya mengapa Permaisuri dan Selir itu tak meminum racikan teh nya? meskipun terdapat racun di dalamnya tetapi tetap saja rasanya Yie Er buat seenak mungkin.
"Ahh tidak Permaisuri Yie Er hanya saja kami menunggu untuk meminum bersama," ucap salah seorang Selir tersenyum kaku mengangkat cawan berisi racikan teh Yie Er.
"Ahh jika begitu mari kita minum bersama-sama!" ajak Yie Er mengangkat cawan di hadapannya begitu pun dengan yang lain.
Jika kalian mengira Yie Er akan meminum racikan teh miliknya juga itu adalah benar.Dia akan meminum teh buatannya namun hanya sedikit saja,dan lagi pula kadar racun di cawan miliknya hanya sedikit saja.
Karena jika dirinya tak merasa sakit dengan tak meminum racun itu para petinggi akan merasa curiga mengetahui semua Permaisuri dan Selir merasakan rasa sakit selama beberapa waktu,tetapi dirinya tidak.
__ADS_1
Dan jika kalian juga berpikir Yie Er gila,dengan ikut meminum racun itu.Maka jawabannya adalah tidak,dirinya melakukan itu semua hanya agar rencana nya berhasil tanpa harus dicurigai.Itu adalah cara licik Yie Er yang tak bisa ditiru oleh musuh-musuh nya.