
"Yu Are!" panggil Yie Er sedikit keras padahal jelas-jelas jika Yu Are dan Rei Rei ada di ruangan yang sama.
"Ya Permaisuri apa ada sesuatu yang Permaisuri butuhkan?" tanya Yu Are terburu-buru.
"Yu Are apakah kau tahu urutan Permaisuri ini dalam Zui Qiang?" tanya Yie Er tanpa melihat Yu Are didepannya.
"Ya Permaisuri,Anda berada pada urutan ke 8.Permaisuri akan bertarung pada sesi ke 5 setelah pertarungan antara Permaisuri Lu Maimai dan Selir ke 2 Sun Faie," ucap Yu Are mengingat pengumuman tadi.
"Ahh Benarkah?! Siapa Permaisuri Lu MaiMai?" tanya Yie Er melihat Yu Are dan Rei Rei penasaran.
Pada saat jamuan makan Yie Er seperti tak mendengar seseorang menyebutkan nama Permaisuri Lu Maimai.Ah lagipula untuk apa dirinya merasa penasaran toh nanti juga dirinya akan tahu siapa Permaisuri Lu Maimai.
"Permaisuri Lu MaiMai adalah Permaisuri dari Kaisar Weilong," jawab Rei Rei tersenyum tipis.
"Ohh," ucap Yie Er mengangguk-anggukan kepalanya pelan seolah tahu mengenai Permaisuri Lu Maimai dan Kaisar Weilong.
"Yie Er...!" terdengar teriakan Ibu Suri diluar kediaman Xauli,memasuki kediaman Yie Er bersama dengan Ibu Suri Agung dan pelayan-pelayan setia kedua wanita paruh baya berbeda usia itu.
"Yu Are! Rei Rei! Ayo kita keluar menghampiri Ibu Suri!" ajak Yie Er bangkit dari duduknya.
Yu Are dan Rei Rei berjalan mengikuti Yie Er ke pintu kediaman Xauli.Yie Er membuka pintu kediaman Xauli cukup keras.
"Ibu Suri Agung! Ibu Suri!" ucap Yie Er tersenyum senang.
Pandangan Yie Er mengarah kepada sesuatu yang dibawa pelayan-pelayan kedua wanita paruh baya berbeda usia didepannya kini.
__ADS_1
"Yie Er apa kau tak mempersilahkan kami masuk?" sindir Ibu Suri sedikit terkekeh.
"Ahh ya Permaisuri ini lupa,mari masuklah!" ucap Yie Er menggaruk kepalanya yang bisa dipastikan tidak gatal sama sekali.
"Ibu Suri Agung dan Ibu Suri membawa sesuatu untukmu," ucap Ibu Suri Agung mengambil apa yang pelayan setianya pegang dan menyodorkan nya kepada Yie Er.
"Apa ini?" tanya Yie Er penasaran mengambil barang ditangan Ibu Suri Agung.
"Ini adalah baju Jirah yang akan kau kenakan nanti," ucap Ibu Suri tersenyum lebar.
"Benarkah?!"
"Ya benar,bagus bukan dengan warna yang sekarang kau suka.Ibu Suri Agung sendiri yang memilihkan nya untukmu," jelas Ibu Suri.
"Jui Wei simpanlah yang lainnya!" perintah Ibu Suri kepada pelayan setianya yang seumuran dengan Ibu Suri sendiri.
"Yie Er apakah kau sudah mempelajari semuanya?" tanya Ibu Suri Agung khawatir.
"Ya aku sudah mempelajari semuanya,hmm hanya saja aku tak sempat berlatih," ucap Yie Er tenang sambil menyimpan baju Jirah nya di peraduan.
"Ya ampun...! kenapa kau tak berlatih?" pekik Ibu Suri dengan mulut terbuka.
"Kalian jangan khawatir! Permaisuri ini telah menguasai semuanya.Kalian hanya tinggal melihat kejutan dari Permaisuri ini," ucap Yie Er tersenyum misterius.
"Baiklah kami percaya."
__ADS_1
"Sekarang tidur sianglah! dan nanti sore kau harus berkeliling di sekitar taman Istana! agar pikiran mu tak merasa syok keesokan harinya saat Zui Qiang benar-benar dimulai," ucap Ibu Suri Agung lemah lembut.
"Baik,Permaisuri ini mengerti lagi pula jika Permaisuri ini tak menuruti apa yang Ibu Suri Agung dan Ibu Suri,pastilah Yu Are dan Rei Rei akan mengadukannya," ucap Yie Er terkekeh pelan.Untunglah Ibu Suri mengatakan itu,dirinya pun merasa mengantuk.
"Haha jika begitu kami pergi,ada banyak hal yang perlu di urus mengenai makanan serta obat-obatan saat Zui Qiang," ucap Ibu Suri tertawa pelan.
Ibu Suri Agung dan Ibu Suri pergi ke luar dari kediaman Yie Er beserta para pelayan-pelayan setia mereka.
"Yu Are! Rei Rei! kalian bisa pergi untuk beristirahat,aku akan tidur seperti yang diucapkan Ibu Suri," ucap Yie Er menguap kecil.
"Ya Permaisuri jika begitu kami akan undur diri," ucap Yu Are dan Rei Rei pergi meninggalkan Kediaman Xauli.
Semua orang dalam Istana Dinasti Han sibuk dengan aktivitas masing-masing.Para Permaisuri dan Selir yang tengah kiat berlatih dibawah terik matahari,Kaisar-Kaisar,Panglima dari setiap kerajaan sibuk dengan rapat mereka mengenai keamanan Zui Qiang.
Ngomong-ngomong dengan Panglima,ada satu hal yang selama ini dilupakan! Panglima Besar Zilong.Ya Panglima Besar Zilong adalah Gege dari Yie Er,apa kalian ingat? saat ini Panglima Besar Zilong tengah menjalani masa hukuman dari Yuan.Mengenai Zui Qiang Panglima Besar Zilong sama sekali tak tahu Yie Er akan mengikuti pertarungan itu.Kira-kira apa yang akan terjadi jika sang Gege mengetahui Mei Mei tersayang nya mengikuti Zui Qiang?
Mengenai itu semua,ada satu hal yang terlupakan dari keindahan dunia ini.Hal itu adalah Selir Pertama...! Selir Pertama saat ini tengah meringkuk di dalam Gazebo Barat dengan cahaya gelap remang-remang dari sinar matahari.Saat ini Selir Pertama bagaikan seperti seorang tahanan dengan pakaian kotor penuh keringat,rambut berantakan,wajah pucah terdapat lingkaran mata hitam disertai pandangan prihatin,sambil memegang perutnya yang belum diisi apapun selama satu hari lebih.Sungguh saat ini Selir Pertama begitu memperihatinkan.
Selir Pertama bertekad akan membalaskan ini semua kepada Yie Er.Tujuan hidupnya sekarang hanyalah membuat Permaisuri lemah tak berguna itu hancur sehancur-hancurnya.
Waktu terasa sangat singkat pada mulanya semuanya sibuk dengan kesenangan dan penderitaan masing-masing hingga lupa bahwa sang surya hampir turun untuk menyembunyikan diri dibelahan bumi lain,kini mulai kembali ke kediamannya.
Yie Er menuruti apa yang ucapkan Ibu Suri Agung,terlihat Yie Er keluar dari kediamannya bersama Yu Are dan Rei Rei menuju taman Istana.Yie Er duduk disebuah bebatuan cukup besar disamping pohon sakura sambil memandangi saat-saat sang surya menyembunyikan dirinya,ditemani Yu Are dan Rei Rei berdiri disampingnya.
Tanpa mereka sadari dari jauh ada seseorang memandang Yie Er begitu intens.Tak berniat mengubah arah pandangan netra matanya ke objek lain.
__ADS_1