Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
28 Benalu


__ADS_3

"Akhhh...!!" pekik Yie Er bersamaan saat tubuhnya menghantam lantai kediaman Valium Emas dengan keras.


Terlihat Yie Er menutup matanya kuat,menahan rasa pusing dan sakit di tubuhnya.Namun Yie Er berpikir bila semua rasa sakit itu hanya sebagian kecil,dibandingkan dengan rasa sakit akibat luka tembak di dunianya dan cambukan Yuan.


Perlahan-lahan Yie Er kembali membuka pupil matanya,menggeleng-gelengkan kepalanya dengan lumayan kencang,mencoba mengusir rasa pusing yang tengah mendera nya.


Bagaimana bisa tak dibilang pusing? jika beberapa helai rambutnya saja lepas dari kulit kepalanya.Sungguh bila setia hari ia seperti ini,sudah Yie Er pastikan bila kepalanya akan menjadi pelontos.


Yuan menyeringai senang,melihat Yie Er terjerembab tepat di depan kakinya dengan menggelengkan kepalanya kencang.Melihat itu ia sangat merasa puas,tapi dalam kepuasan itu lagi-lagi Yuan tak menyadari,dalam lubuk hati terdalamnya ia merasa perasaan sakit melebihi apapun di dunia ini.


Yie Er mengadahkan kepalanya tepat ke atas,Yie Er memandang wajah Yuan dan Selir Pertama bergantian,di sana tepat di wajah mereka.Yie Er melihat tatapan menyeringai senang dari mereka berdua.Yuan dan Selir Pertama melihat dirinya mencemooh.


Ingin sekali Yie Er mencabik-cabik wajah memuakkan mereka.Apalagi dengan Selir Pertama, ingin sekali ia menendang,bahkan menyayat wajah berkedok nya itu dengan pisau kecil andalan-nya dulu.


Yie Er perlahan bangkit,rasa pusing dan sakit yang melanda dirinya hilang entah kemana? Dirinya berdiri lagi dengan angkuh di depan Yuan,yang tengah memandang dirinya tajam bagaikan singa kelaparan.

__ADS_1


Begitupun dengan Selir Pertama,mungkin mereka kira dirinya tak dapat berdiri lagi dengan tegak,bila melihat beberapa helaian rambut berceceran di lantai kediaman Valium Emas.


"Yang Mulia,kenapa anda berekspresi seperti itu? Ohhh apa mungkin anda merasa terkejut melihat Permaisuri mu ini yang masih mampu berdiri lagi?" ucap Yie Er memasang wajah pura-pura terkejut nya.


Terdengar desisan Yuan,jika bisa Yuan akan dengan suka rela menjambak rambut hitam Yie Er lagi.Tangan nya mulai terasa gatal ingin memberikan rasa sakit di tubuh Yie Er.Rasanya Yuan tak dapat membalas ucapan pongah Permaisuri benalu nya itu.


"Kenapa kalian diam? aha...ha.. ha!! sekarang Permaisuri ini tahu! Bahwa kalian berpikir Permaisuri ini merasa kesakitan menerima cengkraman Yang Mulia pada rambut hitam indah Permaisuri ini .Kalian salah besar! karena pekikan kesakitan Permaisuri tadi adalah sebuah akting.Mengapa wajah kalian terlihat terkejut? apa aktingku sebagus itu?" ucap Yie Er berbohong,disertai tawa anggun yang dibuat-buatnya.


Selir Pertama memandang Yie Er penuh kebencian,dirinya kira Permaisuri lemah itu tak mampu berdiri lagi.Sehingga Permaisuri lemah itu akan menangis dibawah kakinya dan Yuan seperti dulu-dulu.Tapi apa ini? perkiraannya salah,Yie Er terlihat baik-baik saja dengan kembali mencemooh dirinya dan Yuan tanpa tatapan lugu takutnya dulu.


Akan ia pastikan, Yie Er perlahan-lahan akan mati dimakan racun.Andaikan saja dulu dirinya mendorong Permaisuri lemah itu lebih kuat,mungkin sekarang dia tak akan ada lagi di sini,penyesalan memang berada di belakang.


Yuan berdesis,mengepalkan tangan nya kuat hingga terlihat memutih.Yuan amat sangat merasa muak melihat wajah menjengkelkan Yie Er,yang memandang dirinya mencemooh.


Yuan sangat menantikan dimana wajah berlagak menjengkelkan Yie Er hilang,digantikan dengan wajah menderitanya.Dan itu semua akan terjadi tepat 3 hari lagi,dimana Zui Qiang dimulai.Di sana ia akan menyaksikan Yie Er kalah dalam pertandingan pertamanya dan dicaci-maki oleh semua orang seperti dulu.

__ADS_1


"Ya,benar kata Yang Mulia jika aktingmu semakin bagus,Selir ini merasa sangat terkejut," ucap Selir Pertama tersenyum manis memandang Yie Er tajam.


"Ahh terima kasih atas pujian kalian berdua!! Permaisuri ini merasa begitu tersanjung.Dan jika Yang Mulia berkanan,Permaisuri ini sangat senang menerima setiap hukuman dari Yang Mulia.Termasuk hukuman cambuk itu,karena cambukan Yang Mulia. Selama seminggu ini Permaisuri ini dilayani oleh Ibu Suri Agung dan Ibu Suri dengan penuh rasa kasih sayang,tak seperti Selir Yang Mulia lainnya,termasuk Selir Pertama Xiou Ying,mereka tak pernah mendapatkan kasih sayang Ibu Suri Agung dan Ibu Suri.Benarkan Selir Pertama?" ucap Yie Er tanpa diduga membuat Selir Pertama seketika bungkam.


"Sialan,Yie Er akan ku balas kau!! aku akan membuat Ibu Suri Agung dan Ibu Suri membencimu " ucap Selir Pertama dalam benaknya,dengan kebencian yang semakin menjadi-jadi.


"Hmm jika seperti itu,akan Zhen hukum kau setiap harinya!" seringai Yuan.


Dalam hati Yie Er kira Kaisar bedebah itu,tak bisa membalas ucapannya seperti Selir Pertama yang langsung terdiam tanpa berani lagi membuka mulut.Namun semua perkiraannya salah,ternyata oh ternyata Kaisar bedebah itu membalas ucapannya,sehingga sekarang dirinyalah yang harus mencari akal agar dapat membalas kembali ucapan Kaisar bedebah itu.


Lama Yie Er terdiam setelah ucapan Yuan barusan,Yuan yang melihat itu merasa puas begitupun dengan Selir Pertama.


"Mengapa kau terdiam Permaisuri? apakah kau tak mauberniat membalas ucapan Zhen ini?"


"Ohh tidak Yang Mulia,Permaisuri ini hanya sedang memikirkan,bagaimana bila semua orang diluar Dinasti Han tahu,bila seorang Kaisar berwibawa seperti Yang Mulia setiap harinya menghukum Permaisuri nya?" ucap Yie Er menutup mulut mungil nya dengan satu tangan.

__ADS_1


Seketika Yuan terdiam mendengar ucapan Yie Er,mata merah nya memandang Yie Er tajam.Rasanya ia ingin sekali membungkam bibir mungil mematikan itu.


"Untuk apa Zhen takut dengan ancaman murahan mu itu,Zhen rasa semua rakyat Dinasti Han dan orang diluaran sana tak akan merasa terkejut.Karena Zhen dikenal dengan Kaisar kejam,dan lagi pula kau adalah seorang Permaisuri benalu tak berguna,orang-orang diluaran sana juga menganggap mu benalu sama seperti Zhen," seringai Yuan penuh kemenangan.


__ADS_2