
"Benarkah!?" ucap Ibu Suri sedikit curiga saat Yu Are memotong ucapan Rei Rei.
"Benar Ibu Suri,jika anda tak percaya silahkan periksa Kediaman Permaisuri.Permaisuri saat ini sedang tertidur," Ucap Yu Are terlihat begitu meyakinkan.
Ibu Suri memperhatikan wajah meyakinkan Yu Are.Dirinya merasa sedikit curiga jika mereka menyembunyikan sesuatu darinya dan Ibu Suri Agung.Tapi dilihat dari tampang wajah meyakinkan Yu Are terlihat tak menyembunyikan sesuatu.
"Hmm yah aku percaya," ucap Ibu Suri tersenyum.
"Yu Are,Rei Rei apa kalian tahu Yuan memanggil Yie Er untuk apa?" tanya Ibu Suri Agung dengan wajah seriusnya.
Yu Are dan Rei Rei sejetika menatap horos Ibu Suri Agung.Kadang kala bila Ibu Suri Agung sudah mengeluarkan wajah seriusnya,semua orang yang melihat atau berhadapan dengan nya akan merasa di interogasi.Meskipun mereka sering melihat wajah serius Ibu Suri Agung,tetapi rasanya tetaplah sama.
"Ekhmm...! Ib...Ibu Suri Agung kami tak tahu apa yang dibicarakan Permaisuri dan Yang Mulia," ucap Yu Are dan Rei Rei menelan ludah mereka melihat wajah serius Ibu Suri Agung.
"Ibu! sudah lah jangan menunjukan wajah serius Ibu lagi.Lihatlah mereka terlihat ketakutan melihat wajah serius dari Ibu," ucap Ibu Suri sedikit tersirat rasa menggerutu.
"Benarkah!? tapi Ibu tak merasa seperti menunjukan wajah serius Ibu," ucap Ibu Suri Agung terkejut,merasa dirinya tak menunjukan wajah serius.
Ibu Suri Agung merasa dia tak pernah menunjukan wajah seriusnya.Memang orang yang melakukannya kebanyakan sungguh tak merasa apa pun yang dia perbuatan.
"Iya Ibu,mungkin karena ibu pemilik wajah Ibu," ucap Ibu Suri tersenyum jahil.
__ADS_1
"Ahh ada-ada saja kau ini!" ucap Ibu Suri Agung disertai tawa kecilnya melihat senyum jahil menantunya.
Melihat Ibu Suri Agung tertawa kecil,mereka pun ikut tertawa.Sekarang rumah bambu terlihat begitu hangat dengan cahaya sore hari disertai dengan tawa keempat wanita berbeda usia itu.
"Ibu sekarang terlihat telah sore,dan semua orang di Valium Timur terlihat beranjak ke tempat peristirahatan mereka masing-masing.Alangkah baiknya kita pergi ke kediaman Valium Dendalion.Kediaman Ibu," ucap Ibu Suri Agung terlihat gugup.
Yu Are dan Rei Rei seketika langsung menahan tawa mereka.Mereka sudah tahu mengapa Ibu Suri mengatakan pergi ke kediaman Valium Dendalion.Sungguh sifat Ibu Suri sangat terlihat masih seperti anak muda saja,padahal usianya bisa dibilang hampir kepala lima.
Sekarang bisa di pastikan jika Ibu Suri Agung tak tahu mengapa Ibu Suri mengatakan pergi ke kediaman Valium Dendalion.Jika kalian mengira bagaimana Yu Are dan Rei Rei bisa tahu,jawabannya adalah karena hampir setiap ada acara di Istana Ibu Suri selalu meminta menginap di kediaman Ibu Suri Agung.Dan Ibu Suri Agung selalu melupakan hal yang satu ini.
"Untuk apa kita pergi ke kediaman ku? kau pergilah ke kediaman mu dan aku akan pergi ke kediaman ku.Mereka juga terlihat kelelahan sedari pagi mengikuti kita dari jauh." Ucap Ibu Suri Agung heran, melihat pelayan-pelayan setianya agak jauh dari tempat merek berdiri.
"Hmm ibu!" ucap Ibu Suri terlihat malu-malu melihat Yu Are dan Rei Rei tengah berusaha menahan tawa nya.
"Hmm bolehkah malam ini aku menginap di kediaman Ibu?" ucap Ibu Suri malu terlihat ragu-ragu.
"Menginap!"
"Ya menginap ibu,bolehkah? tanya Ibu Suri penuh harap.
"Hmm akan ku pikirkan," ucap Ibu Suri Agung tersenyum menggoda.
__ADS_1
"Ohh ayolah Ibu! hanya malam ini saja,aku merasa tak tahan dengan tamu-tamu dari kerajaan dan Dinasti lain,yang menempati Kediaman di sebelah Kediaman ku.Mereka terdengar berisik siang dan malam tak henti-hentinya," rayu Ibu Suri memegang tangan Ibu Suri Agung penuh harap.
"Ahh benarkah!? tapi di kediaman ku rasanya aku tak mendengar ocehan mereka," ucap Ibu Suri pura-pura berpikir.
Yu Are dan Rei Rei terlihat sudah tak kuat menahan tawa mereka.Terlihat sedikit air mata di pelupuk mata mereka,melihat tingkah Ibu Suri Agung dan Ibu Suri.Mereka seperti Ibu dan seorang anak perempuan saja.Pada akhirnya mereka merasa tak tahan,dan akhirnya mereka tertawa pelan tanpa menahan nya lagi.
Melihat itu Ibu Suri merasa malu bahkan sangat malu,mereka melihat tingkahnya.Tapi mau bagaimana lagi jika seperti ini lah sifatnya.Dan karena sifatnya ini dia berhasil memikat Kaisar terdahulu yang begitu mencintai dirinya.
"Ahh sudah lah,jika Ibu tak mengijinkan ku untuk menginap.Aku akan segera pergi ke kediaman ku untuk segera menyegarkan diri," rajuk Ibu Suri.
"Ahh benarkah!? tadinya aku mengijinkan mu untuk menginap,tapi ya sudahlah mukin menantu ku ini
berubah pikiran," ucap Ibu Suri Agung.
"Ibu menantu mu ini tak berubah pikiran,aku akan menginap di kediaman Ibu.Ayo sekarang kita pergi ke kediaman Ibu! waktu sudah sangat sore," ucap Ibu Suri sedikit menarik tangan Ibu Suri Agung
"Cepat sekali kau berubah pikiran?"
"Ohh ayolah ibu!" ucap Ibu Suri.
"Ah baiklah,Yu Are,Rei Rei kami akan pergi,kalian pergilah juga.Tubuh kalian pastilah merasa lelah," ucap Ibu Suri Agung khawatir.
__ADS_1
"Baiklah Ibu Suri Agung kami undur diri," ucap Yu Are dan Rei Rei bersamaan.
Sebelum pergi mereka sempat melirik Ibu Suri dengan geli,yang langsung membalasnya dengan memalingkan wajahnya kesamping.