Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
41 Kesakitan


__ADS_3

Dalam hati Yie Er berdoa agar dirinya cepat-cepat sampai di kediamannya.Lama ia berlari dengan Yu Are dan Rei Rei yang juga ikut berlari Dibelakangnya.Yie Er mengutuk Kediaman Xauli yang terasa lebih jauh dari bangunan Istana lainnya.


"Kenapa kediaman ku terasa sangat jauh?" gerutu Yie Er disepanjang koridor.


Yu Are dan Rei Rei merasa heran mengikuti Yie Er berlari menuju Kediaman Xauli.Pastilah ada yang disembunyikan Jungjungannya itu dari meraka,mana mungkin jika Jungjungan mereka berlari begitu kencang hanya karena mengantuk?


Tapi saat tadi mereka sedang menunggu di luar Gazebo Barat,mereka tak mendengar suara gaduh apapun dari dalam seperti tahun lalu.


Hah yang bisa mereka lakukan sekarang hanyalah mengikuti Jungjungan mereka.


"Ahh akhirnya aku sampai di kediaman ku,reaksi racunku perlahan-lahan mulai terasa di seluruh tubuhku," gumam Yie Er pelan.


Yie Er sampai di kediamannya dengan reaksi racun yang mulai bereaksi di sekujur tubuhnya.Buru-buru prajurit penjaga pintu itu membuka pintu kediaman Xauli.


Yie Er masuk di ikuti Yu Are dan Rei Rei,dirinya langsung berjalan ke arah peraduan.Secara langsung Yie Er membaringkan tubuhnya di peraduan,rasa sakit itu kini sudah dirinya rasakan.Itu artinya para Permaisuri dan Selir mulai merasakan rasa sakit dari racun yang dibuatnya.


Sekarang dirinya merasakan perasaan sakit di sekujur tubuhnya ditambah dengan perasaan senang tak terbatas.Walaupun rasa sakit dari racun buatannya hanya tahan beberapa jam sampai satu hari,tapi tetap saja rasa sakit itu sangat amat terasa sakit sampai seseorang tak bisa membayangkan rasa sakit itu.


"Permaisuri! apa Anda baik-baik saja? Apa ada sesuatu yang Anda butuhkan?" tanya Rei Rei khawatir berdiri bersama Yu Are disamping peraduan.


"Ahh ya Rei Rei aku Baik-baik saja,eghh hanya saja bi..bisakah kalian berdua terus berada di sini sampai malam tiba! Aku minta arghh... kalian untuk terus mengawasi ku ketika aku tidur!" pinta Yie Er dengan sesekali menggeram menahan sakit di tubuhnya.


"Permaisuri apa anda benar baik-baik saja?" tanya Yu Are memastikan melihat Yie Er menggeram kesakitan.


Yu Are berpikir bila nereka harus memanggil tabib yang mengobati Yie Er ketika dicambuk oleh Yuan untuk memeriksa Yie Er sekarang.


"Ya aku baik," ucap Yie Er pelan mulai menutup matanya.


Yie Er berusaha memendam rasa sakit dari racun buatannya dengan menutup mata.Dalam hati dirinya tersenyum senang pasti sekarang ini para Permaisuri dan Selir itu tengah merengek kesakitan bahkan mungkin ada yang menangis.


"Jika seperti itu tidurlah Permaisuri," ucap Yu Are menyelimuti tubuh Yie Er secara pelan.


"Arghhh!" pekik Yie Er ketika tak sengaja Yu Are menyenggol satu kakinya ketika akan menyelimuti dirinya.

__ADS_1


"Permaisuri! apa ada sesuatu yang sakit?" tanya Rei Rei seketika ketika Yie Er menjerit kesakitan.


"Ahh tidak,hanya saja eghh jangan menyenggol sedikitpun anggota tubuhku! entah mengapa tubuhku rasanya sakit ketika digerakkan," ucap Yie Er sesekali menggeram sakit dengan masih menutup mata nya.


Mendengar itu Yu Are dan Rei Rei merasa semakin khawatir.Dalam pikiran mereka apakah Jungjungannya ini telah diracuni saat di jamuan makan khusus Permaisuri dan Selir?


Jika itu sungguh terjadi begitu kejamnya para Permaisuri dan Selir itu kepada Jungjungannya.


Yu Are dan Rei Rei berpikir bila para Selir Dinasti Han dengan Permaisuri dan Selir dari kerajaan lain lah yang meracuni Yie Er.Tapi pemikiran mereka itu salah yang benar adalah Yie Er lah yang meracuni mereka semua.


"Permaisuri apa mungkin ada seseorang yang meracuni anda ketika di jamuan makan khusus Permaisuri dan Selir?" ucap Yu Are khawatir.


Yie Er serasa tak bisa membalas ucapan Yu Are saking sakitnya tubuhnya.Apalagi mungkin dengan para Permaisuri dan Selir itu yang lebih merasakan sakit.


"Permaisuri!" pangil Rei Rei ketika tak mendapatkan sahutan dari Yie Er.


"Rei Rei mungkin benar Permaisuri diracuni," ucap Yu Are.


"Ya Yu Are,kita harus memanggil tabib segera aku tak ingin Permaisuri merasa kesakitan terus-menerus," ucap Rei Rei memengang kedua tangan Yu Are khawatir.


"Tabib Chau Ci?"


"Ya tabib Chau Cu itu,kau pikir siapa lagi? bukankah dia tabib hebat terbukti dengan luka Permaisuri yang sekarang hanya tinggal menunggu sembuh total," ucap Yu Are kesal.


"Ah tidak,aku akan memanggil tabib Chau Ci kau jagalah Permaisuri selagi aku pergi!" ucap Rei Rei.


"Kau ini,pastilah aku akan menjaga Permaisuri karena aku juga adalah Nubinya," ucap Yu Are memutar bola mata.


"Jika seperti itu aku akan pergi,dan kembali secepatnya," ucap Rei Rei melangkahkan kakinya keluar kediaman Xauli.


"Ya cepatlah kembali!" ucap Yu Are lumayan kencang.


Rei Rei pergi secara terburu-buru,dirinya harus segera memanggil tabib Chau Ci.

__ADS_1


Di sepanjang lorong koridor Istana Rei Rei memandang para pelayan yang berlalu lalang dengan terburu-buru sama seperti dirinya.Aneh? bahkan ada beberapa tabib Istana yang masuk kedalam kediaman Permaisuri dan Selir dari Dinasti dan kerajaan lain.


Mengapa beberapa tabib Istana itu memasuki kediama Permaisuri dan Selir secara terburu-buru.


Apakah ada sesuatu yabg salah di istana ini? ahh sudahlah dirinya tak perlu memikirkan orang lain yang hanya perlu ia pikiran adalah membawa tabib Chau Ci secara cepat ke Istana ini untuk mengobati Junjungannya.


"Faing Yu mengapa tubuhku terasa sangat amat sakit?" ucap Selir Pertama meringis saat tiba di kediamannya.


Niatnya ingin merayakan kemenangan nya,saat Yie Er berhasil meminum racun Xui.Tubuhnya malah terasa sangat amat sakit ketika dirinya baru saja tiba di kediamannya.


"Sialan apa ada seseorang yang meracuni ku?" geram Selir Pertama menahan sakit luar biasa ketika dirinya menggerakkan anggota tubuhnya walau itu hanya sedikit saja.


"Selir Pertama,apa anda baik-baik saja?" tanya Faing Yu khawatir melihat Jungjungannya kesakitan.


"Arghh...! ini sakit sekali ketika digerakan walau hanya sedikit saja.Faing Yu arggg! mengapa kau dari tadi hanya diam? cepat panggilan tabib!" teriak Selir Pertama membentak dengan teriakan kesakitan nya yang menjadi satu.


Sialan melangkah ke arah peraduan sekarang terasa sangat amat berat.Apalagi beberapa langkah lagi dirinya sampai di peraduan.


"Ba.. baik Selir Pertama," ucap Faing Yu semakin khawatir.


"Kalian tolong jagalah Selir Pertama selagi aku pergi!" pinta Faing Yu dengan tatapan tajam nya.


"Baik,kembalilah secara sepat Faing Yu!" jawab salah satu dari mereka.


Sebagian pelayan Selir Pertama,membantu Selir Pertama berjalan ke arah peraduan.Yang lainnya menata kembali peraduan agar lebih nyaman ketika seseorang berbaring.


"Aduhh sakit sekali Argghh...!" pekik Selir Pertama saat tubuhnya dibaringkan di peraduan dengan dibantu para pelayan nya.


"Mei Lie...! mengapa tubuhku terasa sakit ketika digerakann...!" teriak Permaisuri Luie Fei kepada pelayan setianya yang dia bawa dari Istananya.


"Permaisuri apa yang terjadi dengan anda?" tanya pelayan Permaisuri Luie Fei yang bernama Meu Lie.


"Aku tidak tahu,arghh sial terasa sakit sekali! mungkin ada yang meracuni Permaisuri ini," ucap Permaisuri Luie Fei berteriak.

__ADS_1


"Permaisuri hamba akan menyuruh seseorang memanggil tabib istana ini," ucap Mei Lie khawatir.


"Ya cepat!" ucap Permaisuri Luie Fei membentak.


__ADS_2