
"Faing Yu,berikan beberapa hadiah kecil kepada rakyat Dinasti Han! Beritahu mereka hadiah ini dari Selir Pertama Xiou Ying!" perintah Selir Pertama mengayunkan tangannya pelan berekspresi datar.
"Baik Selir Pertama," ucap Faing Yu pergi dengan satu pelayan tanpa membawa apapun hanya uang yang mereka bawa.
Kini tersisa dua orang pelayan yang menemani Selir Pertama. "Selir Pertama apa yang akan Anda lakukan sekarang?" tanya salah satu pelayan.
Selir Pertama melirik,dia menyeringai jahat. "Antarkan Selir ini menemui Yang Mulia! setelah itu kita pergi menemui Permaisuri lemah tak berguna itu!" pinta Selir Pertama brdecih.
"Mari Selir Pertama! saya tahu Permaisuri berada di dapur Istana," ucap pelayan yang sama.
"Baguslah,terus gali informasi sekecil mungkin." Selir Pertama menyeringai kejam berjalan menuju dapur Istana diikuti dua pelayannya.
Disepanjang perjalanan menuju kediaman Xauli dan setelah itu menuju dapur Istana Selir Pertama terus tersenyum lembut.Memberikan senyumannya kepada para prajurit dan pelayan yang sering kali berpapasan dengan dirinya.
Mereka semua memandang Selir Pertama aneh,tak biasanya Selir Pertama Dinasti Han itu ingin tersenyum bila tak ada Yang Mulia disekitarnya.Biasanya Selir Pertama selalu tersenyum kepada mereka hanya saat ada Yang Mulia disekitarnya.Hah sangat aneh dan mengejutkan mereka semua.
"Ibu Suri Agung!" panggil Yie Er memandang lurus kedepan.
"Ya Yie Er,apa ada sesuatu?" tanya Ibu Suri Agung khawatir,begitupun mereka yang serempak memandang Yie Er khawatir.
"Apa ini benar-benar dapur Istana?" tanya Yie Er takjub.
"Ya ini benar-benar dapur Istana," jawab Ibu Suri Agung heran.
Mereka perlahan-lahan masuk,melewati pintu,menginjakkan kaki di dapur Istana.Para pelayan yang awalnya sibuk dengan pekerjaan masing-masing,kini terdiam memandang Yie Er dan yang lainya heran sekaligus takut.Takut mereka melakukan kesalahan.
__ADS_1
"Permaisuri ini kira dapur Istana tak sebesar ini," ucap Yie Er mencairkan suasana yang tercipta.Mamandang setiap inci alat memasak tradisional yang tak pernah dilihatnya.
"Ya ini memang besar bahkan sangat besar.Karena itulah carilah apa yang kau mau tadi!" ucap Ibu Suri mengingat ucapan Yie Er saat dikediaman Ibu Suri Agung.
"Ahh ya,tapi Permaisuri ini rasa apa yang Permaisuri ini cari disini tak akan pernah ada," ucap Yie Er sedikit kecewa.
"Benarkah? tapi di sini sangat lengkap Permaisuri.Bahan-bahan yang susah dicari ada di sini," ucap Yu Are terkejut.
"Apa ada yang bisa pelayan ini bantu Ibu Suri Agung,Ibu Suri,Permaisuri?" tanya seorang kepala pelayan cukup umur menghampiri mereka,sebelum Yie Er menjawab ucapan Yu Are.
"Ya,kepala Nam Permaisuri menginginkan sesuatu yang dingin!" ucap Ibu Suri Agung.
Pelayan Nam melihat Yie Er yang masih melihat-lihat dapur Istana. "Permaisuri apa Anda menginginkan makanan ataupun sebuah minuman?" tanya kepala pelayan Nam tersenyum sopan.
"Ahh ya,Permaisuri ini menginginkan sesuatu yang dingin.Sesuatu itu tak bisa ditemukan disini,jadi Permaisuri ini putuskan bila Permaisuri ini ingin mencoba memasak!" ucap Yie Er tak lagi mempedulikan minuman dingin itu,yang Yie Er pedulikan adalah rasa penasarannya melihat alat-alat tradisional itu yang ingin sekali dirinya coba.
"Ya apakah ada yang salah?" tanya Yie Er menaikan satu alisnya heran.
"Tapi Permaisuri,Anda tak bisa memasak! lagipula Anda adalah seorang Permaisuri," ucap Yu Are canggung,takut Yie Er tersinggung.
"Tak bisa?" ucap Yie Er sepontan terkejut.Jadi Yie Er yang dulu tak bisa memasak,huh akan dia tunjukan kehebatan memasak Yie Er yang sekarang.
"Ya," angguk mereka bersamanya termasuk pelayan Nam dan pelayan-pelayan lainnya uang berada di dapur Istana.
"Huh kalian meragukan Permaisuri ini,sekarang lihatlah Permaisuri ini akan memasak!" ucap Yie Er sombong mengangkat dagunya tinggi-tinggi.
__ADS_1
"Tapi Permaisuri,Anda tak boleh memasak luka ditangan Anda belum sepenuhnya kering!" seru tapi. Chau Ci khawatir melihat luka ditangan Yie Er.
"Ya Permaisuri ini tahu,maka jika seperti itu kalian yang akan menjalankan perintah Permaisuri ini," ucap Yie Er tak kehilangan akal.
"Tapi...!" ucap tabib Chau Ci ragu memandang Ibu Suri Agung dan yang lain.
"Sudahlah Chau Ci ijinkan saja,lagipula kalian bertiga yang akan memasak dengan arahan Yie Er," ucap Ibu Suri Agung mengangguk memandang mereka penuh arti.
"Baik Ibu Suri Agung,kami akan melakukan nya," ucap Rei Rei begitu bersemangat,sedikit mengaguk kecil.
"Baiklah,kepala Nam ijinkan Permaisuri ini memasak di dapurmu!" ucap Yie Er tersenyum sopan.
"Anda tak perlu meminta ijin kepada pelayan ini Permaisuri.Jika Anda akan memasak saya akan menyuruh para pelayan yang berada di sini untuk pergi!" ucap kepala pelayan Nam tersenyum sopan.
"Tidak perlu! Permaisuri ini ingin memasak tanpa mengganggu kalian.Anggaplah Permaisuri ini tak berada disini!" ucap Yie Er tersenyum lembut.
"Tapi...!"
"Sudahlah pelayan Nam,lagipula kami juga akan disini melihat bagaimana cara Yie Er memasak," ucap Ibu Suri tersenyum lembut.
"Baiklah,Permaisuri Anda bisa memasak di sini!" ucap kepala pelayan Nam menunjukkan bagian dapur tempat di mana Yie Er akan memasak.
Yie Er,berjalan diikuti Yu Are,Rei Rei,dan tabib Chau Ci.Para pelayan memandang Yie Er canggung tak biasanya seseorang wanita berkasta tinggi ingin memasak di dapur Istana.Memang seorang wanita kerajaan diwajibkan bisa memasak tetapi itu hanya untuk menghitung seberapa bakat yang mereka punya.
"Kalian bekerjalah seperti biasa! Permaisuri akan memasak disini...!" teriak kepala pelayan Nam sedikit keras.
__ADS_1
Mereka mulai melihat Yie Er memasak,ahh tidak bukan Yie Er yang memasak tetapi para pelayan setianya lah yang mengerjakan perintah Yie Er.Seperti memotong apa yang akan dimasak,menyalakan api,mengaduk makanan yang dibuat secara benar dan apapun itu.Tetapi tetap saja Yie Er yang memberi takaran bumbu.Mereka juga sesekali melihat Permaisuri mereka menaburkan rempah-rempah yang menurut mereka bertolak belakang antara rasa,ataupun sebuah rempah biasa,tanpa ada yang Istimewa.
Melihat Permaisuri mereka memberi arahan kepada pelayan nya bagaimana cara Permaisuri mereka memasak,memberi takaran bumbu maupun rempah.Mereka mulai meragukan makanan buatan Permaisuri mereka enak atau tidak.