
"Hmm baiklah aku pergi,ayo Yu Are,Rei Rei!" ajak Yie Er membungkukan tubuh nya kepada tiga orang berbeda jenis dan usia itu.
"Baik Permaisuri," ucap Yu Are dan Rei Rei bersamaan,mereka juga ikut membungkukan tubuh mereka,sebagai tanda seseorang abdi kepada tuannya.
Yie Er pergi di ikuti Yu Are dengan Rei Rei dibelakang nya,terlihat Yie Er berjalan begitu berwibawa tak mempedulikan tatapan orang-orang di Valium Timur yang memandang dirinya mencemooh.
Sepeninggalnya Yie Er beserta kedua pelayan setianya,suasana rumah bambu kini terasa hening tanpa adanya percakapan antara mereka bertiga.
Ibu Suri sedari tadi melihat Panglima Agung Zerang tak enak,dalam hatinya ia tengah merasa bersalah mendengar ucapan sang Panglima.
Begitupun dengan Panglima Agung Zerang,ia merasa bahwa Ibu Suri menatap nya seperti tak biasanya.Ia pikir apa ada sesuatu yang salah dengan dirinya.
"Ibu Suri! mengapa anda menatap hamba seperti itu?" tanya Panglima Agung Zerang pada akhirnya memecahkan keheningan yang terbilang cukup lama.
"Panglima Agu-,"
"Panglima Agung Zerang,jangan terlalu formal sehingga anda berbicara sebagai hamba! anda adalah Gongfu(besan) dari kami," ucap Ibu Suri Agung memotong ucapan Ibu Suri.
Ibu Suri Agung merasa tak enak mendengar Panglima Agung Zerang berbicara formal kepada menantunya.
"Maafkan saya! hanya saja saya belum terbiasa jika tak memakai kata hamba untuk saya," ucap Panglima Agung Zerang tak menggunakan bahasa terlalu formal,tetapi masih belum menghilangkan gaya bicara khas seorang Panglima.
"Sudahlah jangan meminta maaf! tak pantas bila seorang Gongfu(besan) meminta maaf kesesama Gongfu(besan).Hmm dan tadi kau ingin berbicara apa menantuku? maafkan Ibu memotong ucapanmu!" ucap Ibu Suri Agung terlihat menyesal.
__ADS_1
"Ahh tak perlu meminta maaf Ibu! tadi aku hanya ingin meminta maaf kepada Panglima Agung Zerang."
Ibu Suri melihat Ibu Suri Agung dan Panglima Agung Zerang merasa tak enak.
"Mengapa,anda ingin meminta maaf kepada saya Ibu Suri? setahu saya anda tak pernah melakukan kesalahan apapun," tanya Panglima Agung Zerang heran begitupun dengan Ibu Suri Agung.
"Ahh tidak,memang saya tak melakukan kesalahan apapun," ucap Ibu Suri menggelengkan kepalanya pelan.
"Lalu mengapa kau meminta maaf kepada Panglima Agung Zerang?" tanya Ibu Suri Agung heran.
"Ibu aku meminta maaf untuk anakku Yuan,Panglima Agung Zerang saya meminta maaf atas nama Yuan! Sebagai seorang mertua bagi Yie Er dan sebagai seorang ibu dari Yuan.Saya meminta maaf,karena putraku,putrimu menjalani hidup dengan berat!" ucap Ibu Suri membungkukan tubuhnya pelan.
Ibu Suri Agung dan Panglima Agung Zerang merasa terkejut mendengar pengakuan dari Ibu Suri.Dalam hati keduanya mereka merasa bersedih,keduanya tak menyangka jika Ibu Suri sampai meminta maaf atas nama anaknya.
Ibu Suri Agung dan Ibu Suri merasa terharu mendengar ucapan tegas dari sang Panglima.Mereka sangat merasa bangga mempunyai Panglima sekaligus Gongfu(besan) seperti Panglima Agung Zerang.
"Terimakasih Panglima! anda memiliki hati yang luas,saya harap ucapan anda itu adalah benar," ucap Ibu Suri tersenyum tipis.
"Ya ucapan saya adalah benar,dan saya mohon Ibu Suri Agung dan Ibu Suri,jangan pernah lagi kalian meminta maaf seperti barusan kepadaku! kita adalah seorang Gongfu(besan) bukan? jadi kalian berdua jangan pernah meminta maaf kepada Panglima dan Gongfu(besan) kalian!!"
"Ahh ya aku akan mengingat semuanya dengan baik,semoga saja hubungan antara dua keluarga ini semakin erat! begitupun dengan Yang Mulia dan Yie Er," ucap Ibu Suri.
Panglima Agung Zerang,tersenyum haru menatap kedua Gongfu(besan) nya.Dia merasa bersyukur Yie Er mempunyai Xingjia(mertua) yang menyayangi Yie Er seperti seorang putri sesungguhnya.
__ADS_1
"Saya harap juga seperti itu,jika tak keberatan bolehkah saya undur diri! Ada hal yang perlu saya urus sebagai seorang Panglima," pinta Panglima Agung Zerang sedikit tak enak.Meskipun kedua wanita berbeda usia di hadapannya adalah Gongfu(besan) tak menutup kemungkinan bila dirinya merasa tak enak sebagai seorang orang lain.
"Tentu saja boleh,dan jika Yie Er kembali kami akan mengatakan kepadanya jika anda pergi mengurus beberapa hal penting," ucap Ibu Suri Agung.
"Jika seperti itu saya undur diri," ucap Panglima Agung Zerang membungkukan tubuh nya begitupun dengan Ibu Suri Agung dan Ibu Suri,setelahnya Panglima Agung Zerang berlalu pergi berjalan penuh intimindasi.
"Ibu!! apakah Ibu merasa jika Panglima Agung Zerang begitu berlapang dada?" tanya Ibu Suri.
"Ya,Ibu merasa beruntung mempunyai Gongfu(besan) seperti Panglima Agung Zerang."
Tercetak wajah penuh bahagia dari mereka,sungguh hari ini adalah hari dimana kebahagiaan seperti berlimpah.
"Permaisuri!!"
"Ya Rei Rei,jika ingin bertanya maka bertanyalah!" ucap Yie Er terus berjalan.
"Saya ingin bertanya apakah anda yakin ingin mengikuti Zui Qiang? Hmm maaf sebelumnya,hamba lancang bertanya seperti itu kepada Permaisuri.Hamba hanya merasa khawatir dengan Permaisuri,hamba takut jika anda terluka," ucap Rei Rei tak enak,Yu Are dia hanya diam membenarkan ucapan Rei Rei.
"Ya aku akan mengikuti Zui Qiang,sudah aku bilang,aku akan memenangkan Zui Qiang.Kalian tak perlu merasa khawatir lagi! percayalah kepada Permaisuri mu ini,jika bukan kepada seorang Permaisuri maka percayalah sebagai seorang teman," ucap Yie Er.
Yie Er tahu kedua pelayan nya itu merasa khawatir,mereka tak ingin sesuatu terjadi kepadanya.Dalam hati ia merasa bersyukur mereka begitu menyayangi dan peduli kepadanya.
"Terima kasih,karena Permaisuri menganggap kami sebagai teman,kami merasa bersyukur mempunyai seorang jungjungan seperti Permaisuri." Ucap Yu Are angkat bicara,terlihat bila setetes air mata di pelupuk matanya.
__ADS_1