
"Lepaskan tangan Permaisuri ini!" Yie Er menghempaskan kedua tangan prajurit di tangannya. Berjalan tanpa rasa takut. Membuat beberapa pelayan di kediaman barat berbisik-bisik mengenainya.
"Ibu Suri, tenang saja. Kita akan mencari tahu siapa pelakunya!" Yie Er menggenggam tangan Ibu Suri.
"Ya, kita harus mencari tahu pelakunya. Semua ini pasti karena Selir Pertama." Ucap Ibu Suri yakin, menatap dalam Yie Er di depannya.
Yie Er terdiam, pupilnya menatap tembok kosong di sudut ruangan. Benar, dalang dibalik semua ini adalah Selir Pertama.
"Biarkan kita menyelidikinya Ibu Suri. Selir Pertama, memang sudah tidak punya batas!" Ucap Yie Er, bermuka dingin.
Akan Yie Er balas apapun perbuatan Selir Pertama. Jika bisa, membunuhnya pun akan Yie Er jabani.
Dengan cepat Yie Er bergerak. Dipanggilnya kedua pelayannya ke kediaman barat. Selir Pertama harus segera diselidiki. Membiarkan rubah berkeliaran memang tidak bagus.
"Permaisuri, saya dengan Rei Rei akan membantu sebisa kami!" Ucap Yu Are berkaca-kaca.
__ADS_1
"Selidiki Selir Pertama. Jangan biarkan barang bukti sekecil pun hilang. Permaisuri ini yakin Selir Pertama adalah pelakunya!"
Yu Are terdiam, menatap Yie Er di depannya. Air mata di pelupuk matanya sama sekali tidak terjatuh. Berbeda dengan Rei Rei dengan tangisan di sampingnya.
"Permaisuri bisa mempercayakan semua kepada kami. Saya berjanji, dan maaf, mungkin pelayan Ibu Suri juga terlibat di dalamnya!" Ucap Yu Are menatap tidak enak Ibu Suri di samping junjungannya.
"Tidak papa. Mungkin pelayan Ibu Suri ini berkhianat!" Ucap Ibu Suri, menatap Yu Are dingin.
"Cepat pergi. Kunjungan kalian hanya sebentar. Permaisuri ini tidak ingin kalian terlibat!"
"Maaf saya mengatakannya diakhir kata Permaisuri. Penyelidikan kembali diperpanjang oleh Yang Mulia!" Ucap Yu Are dan Rei Rei sebelum pergi meninggalkan Yie Er di kediaman barat. Kediaman pengasingan anggota kerajaan saat melakukan kejahatan.
"Semoga saja Yie Er. Semua bukti palsu Ibu Suri ini akan di kembalikan ke pada Selir Pertama, pelaku sebenarnya!" Anguk Ibu Suri penuh keyakinan.
"Dan maaf, Permaisuri ini tidak dengan cepat bertindak. Salah satu pelayanmu berkhianat!" Ucap Yie Er, menatap sesal Ibu Suri.
__ADS_1
"Tidak papa Yie Er. Yang berkhianat itu harus mati, jangan biarkan siapapun yang menghianatimu hidup!" Ucap Ibu Suri berdesis.
Tatap lembut yang selalu dilihat Yie Er hilang. Berganti tatapan penuh kebencian dan rasa dendam. Seorang pengkhianat akan mati, karena ia tidak bisa bertaubat.
Yie Er terdiam menatap Ibu Suri. Mereka masih menggunakan pakaian putih tadi. Sungguh tidak pantas perbuatan mereka kepadanya dan juga Ibu Suri. Bahkan kediaman barat ini sama sekali tidak layak, mereka seperti dipenjara tanpa pintu di sini. Hanya ada kendi air di ujung ruangan dengan makanan seadanya dari pelayan. Jika Selir Pertama melihat, dia pasti tengah tertawa dalam kemenangan. Kemenangan yang sementara.
"Sebentar lagi, sebentar lagi Permaisuri itu berada dalam kehancurannya."
"Ya Selir Pertama. Semua bukti itu sekarang berada di kediaman Ibu Suri. Mungkin penyidik sudah menemukannya.
"Dan Permaisuri, dia tahu pelakunya adalah Selir Pertama!" Lanjut pelayan di depannya dengan senyum miring di bibirnya.
"Biarkan Permaisuri tak tahu malu itu tahu, dan menyelidiki Selir ini. Buat Permaisuri itu bebas dari tuduhan. Ibu Suri akan sangat menderita seorang diri, dengan penyesalan dari menantunya!" Ucap Selir Pertama tersenyum bangga.
"Jangan lupa, taruh racikan teh tanpa tanaman Marijuana di kediaman Ibu Suri Agung! Permaisuri ini yakin, setelah menemukan bukti mengenai racikan teh itu. Mereka akan menyelidiki Selir ini." Lanjut Selir Pertama.
__ADS_1
Menatap pelayan di depannya dalam dengan seringai. Pelayan setianya dan juga pelayan setia orang lain itu memang sangat bisa diandalkan. Tunggu sebentar lagi Permaisuri. Hidupmu akan penuh dengan kekecewaan! Sampai untuk menghirup nafas pun menjadi sesak.
Di Tempat lain, penyelidikan itu dimulai di kediaman Yie Er, selama beberapa waktu, tidak ada bukti yang ditemukan. Membuat Yuan yang juga ikut dalam penyelidikan itu menghela nafas lega. Hanya tinggal Ibu Suri, Yuan datang ke dalam kediaman Ibu Suri. Kediaman itu masih sama saat Ibu Suri Agung meninggal, bahkan cangkir teh milik Ibu Suei Agung masih ada di sana. Dengan cepat, satu bukti ditemukan, Ibu Suri Agung meninggal karena meminum teh. Juga ditemukannya tanaman Marijuana di kediaman Ibu Suri. Membuat banyak spekulasi mengarah, bahwa Ibu Suri adalah pelakunya.