
Malam itu, menjadi malam yang begitu panjang untuk Lin Xiumei yang terus terjaga karena lingkungannya yang sangat asing, melihat dimensi ruang yang dianugerahi Sang Pencipta Lin Xiumei begitu senang mendapatkan semua barang kesayangannya bahkan barang yang belum ia miliki telah tersusun rapi didalam dimensi ruangnya, hanya tinggal menambahkan banyak tanaman berguna dan membangun sebuah rumah maka dimensinya telah lengkap seperti apa yang ia inginkan.
Awal mula Perjalanan Sang Permaisuri.
*************
Tak terasa Lin Xiumei telah berada di zaman kuno selama dua bulan penuh, selama dua bulan itu ia habiskan untuk merawat tubuhnya, merubah racun ditubuhnya menjadi teman bagi dirinya dan mengasah kemampuan bela dirinya lebih dalam telah ia lakukan, kini Lin Xiumei bisa berkultivasi dan menyerap energi Qi yang mengitari dunia ini meski sangat tipis, dalam dua bulan hanya Janda Permaisuri, Ibunda dan pangeran yang selalu menyempatkan diri berkunjung ke kediaman Phoniex dengan alasan memberikan obat pada Permaisuri yang dikatakan menderita penyakit menular sehingga tak satupun tabib istana maupun orang istana yang mau berkunjung meski hanya sebentar.
Kabar tentang buruknya keadaan Permaisuri telah tersebar hingga ketelinga Sang Ayah dan Kakak nya Lin Fuqing yang begitu menyayangi Lin Xiumei dengan tulus meski tubuhnya lemah, keduanya memang jarang berada dirumah karena pekerjaan mereka yang selalh berhubungan dengan peparangan, namun kini peperangan berakhir dengan Kekaisaran Tang yang memenangkan hasil jerih payah Sang Jenderal dan Putranya Sang Panglima yang sangat dihormati, keduanya bergegas pulang meski jarak dari camp peperangan sangat jauh tak membuat keduanya lelah sedikitpun justru mereka semakin semangat untuk bertemu gadis kecil kesayangan mereka, Lin Murong tidak mendapatkan kasih sayang dari Jenderal Lin maupun Kakaknya Panglima Lin Fuqing justru sangat membenci Lin Murong dan ibunya Xia Yun yang begitu licik.
Mereka berencana untuk meminta imbalan pada Kaisar berupa surat cerai untuk Xia Yun dan pengusiran keduanya dari kediaman Lin nantinya.
Berbeda dengan kekhawatiran ayah dan kakaknya, Lin Xiumei justru sangat ceria karena wajahnya telah pulih dan sangatlah cantik bahkan kecantikan wajahnya bisa saja menghancurkan sebuah negara pikin Lin Xiumei yang telah siap untuk membuka diri meski nanti Lin Xiumei memutuskan memakai cadar agar rencananya yang tetap menjadi gadis lugu dan bodoh bisa berjalan dengan baik.
"Tunggu saja kalian para ulat bulu, tunggu hingga tiba saatnya saya membalaskan dendam untuk pemilik tubuh ini!" ucap Lin Xiumei penuh tekad, selama di dunia kuno ini, Lin Xiumei semakin fasih menggunakan bahasa formal meski dulunta juga dia sering berbicara bahasa formal karena tuntutan perkerjaannya, namun sekarang ia menjadu lebih terbiasa lagi.
"Nona makanan telah nubi siapkan diatas meja," ucap Qiyue pelayannya yang paling setia, Lin Xiumei memang menyuruh pelayannya untuk memanggilnya nama saja namun sang pelayan terlalu takut hingga berakhir dengan panggilan nona yang sudah akrab mereka lakukan.
"Tentu, saya akan segara makan dan kau harus ikut juga!" perintah Lin Xiumei yang langsung dituruti Qiyue. Sudah menjadi kebiasaan jika mereka makan bersama selama dua bulan terakhir ini, bahkan tak jarang Janda Permaisuri, Ibunda Permaisuri dan Pangeran ketujuh makan bersamanya tanpa segan sedikitpun.
Kedekatan mereka semakin akrab tatkala Lin Xiumei memberikan ketiganya sebuah beberapa benda yang sangat berguna, beberapa set masker dan make up kecantikan untuk Janda Permaisuri dan Ibunda Permaisuri serta vitamin untuk pertumbuhan pangeran ketujuh yang saat inu bahkan tingginya hampir menyamai Kaisar meski usianya masih sangat muda yaitu 9 tahun.
Petumbuhan Pangeran ketujuh tentu membuat siapapun bingung dan merasa iri karna anak seusia pangeran ketuju normalnya hanya memiliki tinggi sebatas pundak pangeran ketujuh bahkan dikatakan sangat jarang namun hanya dalam dua bulan Pangeran Ketujuh sudah begitu tinggi, kulitnya sangat cerah dan otaknya semakin pintar yang mengundang tanda tanya dan keingintahuan dari berbagai pihak.
Janda Permaisuri dan Ibunda Permaisuri terlihat begitu cantik dan lebih muda juga riasan mereka sangatlah luar biasa cantik tak seperti hiasan orang zaman ini yang sangat tebal layaknya badut lampu merah.
__ADS_1
Entah apa yang terjadi pada ketiga orang itu yang tentunya mengundang keirian banyak orang, namun mengingat posisi mereka yang tinggi maka tak ada yang berani bertanya kecuali Kaisar yang sudah tak mampu menahan rasa ingin tahunya.
Pernah satu ketika, Kaisar bertanya pada Ibundanya apa yang terjadi pada mereka namun jawaban Sang Ibunda justru sangat menohok hati Kaisar yang telah buta dengan cintanya pada Selir Agung yang begitu jahat dan licik.
"Ibunda, apa yang terjadi pada kalian hingga seperti ini?" tanya Kaisar.
"Kau siapa bertanya seperti itu padaku? Bukankah selama ini kau tidak peduli pada kami? Kau hanya memperdulikan Selir Agungmu yang sangat kau cintaikan? Maka lakukan seperti biasanya, anggap saja kami tidak ada dan berhenti mencampuri apapun yang kami lakukan!" ucap sang ibunda tajam yang langsung meninggalkan putranya yang telah buta itu.
Sang Kaisar terdiam mematung mencerna ucapan ibundanya, hatinya tergerak mengingat setiap kejadian yang telah ia perbuat selama ini.
Dirinya sadar bahwa ia telah jauh dari semua keluarganya, bahkan semua adiknya memilih untuk masuk akademi daripada hidup bersama dengannya di istana yang sangat luas namun sepi ini.
Timbul rasa sesal di hatinya yang terdalam karna perlakuannya yang begitu buruk bahkan kini ibundanya terlihat begitu membencinya, namun nasi telah menjadi bubur.
Bai Yuan memilih untuk diam dan menjalani hidupnya seperti biasa, meski ia tidak tau kedepannya kejadian atau karma seperti apa yang akan menimpa dirinya.
Kaisar yang hatinya sedang gundah, berbanding terbalik dengan Permaisuri yang menyelinap keluar menaiki dindin pembatas dipaviliunnya untuk pergi berjalan - jalan keluar tanpa izin siapapun.
Malam hari yang begitu tenang, dibuah rembulan yang bersinar terang nampak seorang gadis dengan senyum manisnya meski tak terlihat karena tertutupi cadar, namun matanya yang cantik tak ayal membuat siapapun akan terlena ketika bertatapan dengan sepasang bola mata berwarna biru terang, nampak teduh namun tersimpan bahaya yang begitu dalam dari tatapannya.
Hanfunya yang begitu sederhana tak menutup keanggunan dan kecantikan yang memancar alami dari tubuh dan wajahnya meski tertutupi cadar tipis.
Kakinya terus berjalan mengarah pada pemusik jalanan yang sedang termenung, sebuah ide terlintas dalam pikirannya, sebuah ide yang kemungkinan bisa membantu pemusik jalanan itu yang terlihat tak berdaya.
__ADS_1
Tubuhnya mendekati sang pemusik, suara indah mengalun dengan pelan untuk meminta izin meminjamkan alat musiknya dan jika nantinya mereka memperoleh keuntungan maka akan dibagi menjadi dua yang langsung disetujui sang pemusik dengan senang.
Jari jemarinya dengan piawai memainkan alat musik tersebut menciptakan alunan indah ditambah dengan suara merdunya yang mengalun - alun membawa setiap manusia yang sedang berlalu lalang mendekat kearah Lin Xiumei, tak sadar tempat dimana Lin Xiumei memainkan musik dan bernyanyi telah dipenuhi setiap orang bahkan sesaat tidak ada kegiatan yang berjalan karena terlalu fokus untuk menyaksikan penampilan yang mereka percayai merupakan Dewi yang turun dari langit.
Dua lagu berjalan dengan cepat, Lin Xiumei menghentikkan permainannya dan membungkukan sedikit tubuhnya menandakan dirinya telah selesai menunjukkan penampilannya yang sukses menghipnotis semua orang dari semua kalangan.
Pujian demi pujian terlontar untuk Lin Xiumei bahkan tak sedikit pemuda bangsawan yang terang - terangan ingin meminang Lin Xiumei untuk dijadikan isteri mereka yang tentunya langsung ditolak halus oleh Lin Xiumei dengan berbagai alasan.
Tael demi tael diletakkan dikeranjang besar yang sudah penuh, dari koin tembaga sampai koin emas sangat banyak berhamburan membuat sang pemusik senang dan terharu akhirnya ia bisa membelikan obat untuk adiknya yang sakit nanti.
"Terimakasih untuk hadirin yang meluangkan waktu dan memberikan kompensasi untuk kami, maaf karena tidak bisa menerima permintaan kalian untuk menampilkan musik kembali, mungkin jika kita berjodoh kalian bisa mendengar lagi saya bernyanyi dan bermain musik," ucap Lin Xiumei pelan disertai senyuman yang nampak mereka terlihat dari kedua matanya yang menyipit.
Protesan terus saja terjadi karena mereka belum puas dengan penampilan Lin Xiumei yang sangat singkat, namun Lin Xiumei membawa pemusik dan uang yang mereka dapatkan pergi sehingga pasar kembali pada kegiatan awal.
Beberapa orang termasuk pangeran ketiga mengikuti Lin Xiumei dan pemusik jalanan.
Lin Xiumei tau jika dirinya di ikuti, dengan otaknya yang jenius Lin Xiumei berhasil mengelabui Pangeran Ketiga dan teman - temannya.
"Saya tau adik anda sakitkan?" tanya Lin Xiumei tanpa basa basi, selama hidupnya didunia modern Lin Xiumei sangat mengerti dengan medis, lagi lagi karena tuntutan pekerjaannya.
"Nona anda tau darimana?" tanya Pemusik jalanan itu terkejut.
"Tubuhmu bau obat namun kau sangat sehat terlebih obat yang menempel pada tubuhmu seharusnya untuk anak di usia tujuh sampai sembilan tahun bukan?" tanya Lin Xiumei.
"Benar nona, nona tolong selamatkan adik perempuan saya apapun keinginan anda saya akan melakukannya meski nyawa saya sebagai taruhan!" ucap Sang Pemusik menundukkan tubuhnya dengan air mata yang mengalir sarat akan kesedihan dan keputusasaan yang mendalam.
__ADS_1
"Jangan memohon, saya akan mencoba untuk menyebuhkan adik anda sebisa mungkin, mari bergegas sebelum terlambat, tolong tunjukkan jalannya!" ucap Lin Xiumei yang langsung dituruti sang pemusik jalanan yang diketahui bernama Xiba Long.
Jangan lupa untuk berikan dukungan jika kalian menyukai cerita ini, terima kasih🖤