Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
30 Keakraban


__ADS_3

"Yu Are,Rei Rei ayo kita kembali ke kediaman! Permaisuri ini merasa sangat lelah," ucap Yie Er melangkahkan kakinya menjauhi kediaman Valium Emas.


"Baik Permaisuri," ucap Yu Are dan Rei Rei serempak tak lupa melambaikan salah satu tangan mereka kepada kedua prajurit penjaga pintu kediaman Valium Emas.


Tak biasanya Yu Are dan Rei Rei bisa langsung akrab dengan orang lain.Mereka dikenal sama seperti semua orang mengenal Yie Er.


Keakraban tersebut bermula ketika Yu Are dan Rei Rei berdiri dengan gelisah sesekali memandang pintu kediaman Valium Emas dengan khawatir.Mereka merasa khawatir serta penasaran disaat bersamaan,pada saat itu mereka ingin sekali menguping pembicaraan didalam kediaman Valium Emas.Mereka takut terjadi sesuatu kepada Yie Er di dalam sana.Pada awalnya mereka melangkahkan kaki mereka lebih dekat ke pintu Valium Emas.


Kedua prajurit itu menatap mereka was-was takut bila Yu Are dan Rei Rei melakukan yang tidak-tidak.Tetapi perkiraan kedua prajurit itu salah,mereka menyadari bila Yu Are dan Rei Rei merasa khawatir dengan Jungjungan nya.Wajar bila seorang abdi setia merasa khawatir terhadap Jungjungannya,mereka memaklumi itu semua.


Pada akhirnya mereka memperbolehkan Yu Are dan Rei Rei untuk menguping pembicaraan di dalam kediaman Valium Emas tetapi hanya sebentar.


"Hi kalian,menguping lah tetapi hanya sebentar!" ucap kedua prajurit itu.


"Benarkah? apa tidak papa? bagaimana bila kalian mengadukan ini kepada Yang Mulia?" tanya Rei Rei beruntun memicing kan matanya.


"Tidak,tetapi cepatlah! lagipula pembicaraan di dalam hanya akan terdengar samar-samar," ucap salah satu prajurit.


"Ahh terimakasih!!!" ucap Yu Are bersemangat mendekatkan telinganya bersama Rei Rei ke dekat pintu.Mereka sekarang tepat berada di antara kedua prajurit itu.


"Yu Are apa kau mendengar sesuatu?" tanya Rei Rei penasaran.


"Tidak Rei Rei aku tak mendengar sesuatu,mungking mereka yang berada didalam belum berbicara lagi," ucap Yu Are dengan wajah serius bercampur khawatirnya.


"Apa kau yakin? mana mungkin Permaisuri tak berbicara,atau Yang Mulia?"

__ADS_1


Kedua prajurit itu berusaha menahan tawa mereka,bagaimana bisa mendengar suara samar-samar di dalam,jika mereka berdua saja terus berbicara.


"Diamlah! jangan membuat suara apa pun itu! jika kalian diam,maka suara dari dalam akan terdengar walaupun samar-samar.Dan tempelkan telinga kalian dengan mata tertutup." Ucap salah satu prajurit itu menempelkan telinga nya diikuti prajurit satunya lagi.


Melihat itu Yu Are dan Rei Rei mengikuti apa yang dilakukan kedua prajurit itu.Perlahan-lahan mereka menempelkan telinga mereka dan mulai menutup mata.


Samar-samar terdengar suara dari dalam kediaman Valium Emas.Mereka mendengar suara seperti Permaisuri mengatakan sesuatu.


"Yu Are! aku mendengar sesuatu,apa kau juga mendengar sesuatu?" tanya Rei Rei senang.


"Ya Rei Rei,aku mendengar sesuatu aku mendengar Permaisuri mengatakan 'Semoga Yang Mulia benar-benar tak merindukan Permaisuri ini' aku mendengar seperti itu.Apa kalian juga mendengar nya?" tanya Yu Are kepada kedua prajurit itu.


"Ya kami mendengarnya walaupun samar," ucap kedua prajurit itu tersenyum manis.


"Jika kalian mendengar nya,itu artinya Permaisuri benar-benar mengatakan itu.Ughh sungguh menggemaskan!!" pekik Rei Rei.


"Heemm benar," ucap prajurit itu menganggukkan kepalanya.


"Jika begitu ayo kita menguping lagi!" ajak Rei Rei menempelkan telinga nya.


"Ya," ucap Yu Are.


Mereka menempelkan telinganya lagi ke dekat pintu,lama mereka menunggu dalam keheningan.Merasa tak sabar Rei Rei memecahkan keheningan itu.


"Yu Are! mengapa aku tak mendengar suara lagi?" tanya Rei Rei kesal.

__ADS_1


"Diamlah dan bersabar! jika kau terus berbicara tak akan terdengar suara apapun," decak Yu Are.


Berbeda dengan Yu Are dan Rei Rei yang beradu mulut,Kedua prajurit itu memandang Yu Are dan Rei Rei geli.


"Ya aku akan di-"


"Aduhhh!!" ringis mereka berempat terdorong pintu di hadapan mereka dengan tiba-tiba.


Dan disanalah keakraban mereka terjalin,dari sebuah pintu besar nan megah kediaman Valium Emas.


Sesampainya Yie Er di kediamannya,dia ingin sekali menidurkan tubuh lelahnya di peraduan.Sungguh hari ini adalah hari yang melelahkan sekaligus membahagiakan untuknya.


Ya dia akan tidur dengan nyenyak nya,semoga saja dia bertemu kembali dengan Yie Er di mimpinya.Ya semoga saja,perasaan nya gundah memikirkan rasa asing dihatinya.


Yu Are dan Rei Rei melihat Jungjungannya seperti kelelahan.Mereka merasa khawatir dengan keadaan Yie Er,saat menguping pembicaraan di kediaman Valium Emas mereka tak sempat mendengar apa yang Permaisuri dan Yang Mulia bicarakan.


"Permaisuri apa anda membutuhkan sesuatu?" tanya Rei Rei melihat Yie Er terduduk di peraduan.


Yu Are memperhatikan Yie Er dengan seksama,selama perjalanan menuju kediaman Jungjungannya,dia tak menyadari ada yang berubah dengan penampilan Junjungannya.Yu Are melihat tataan rambut Yie Er berubah berantakan,apa yang terjadi dengan Jungjungannya saat di Valium Emas?


Dalam hatinya semoga saja Yie Er baik-baik saja.


"Ahh tidak Rei Rei,aku hanya ingin tidur saja.Hmm bisakah kalian pergi meninggalkan ku untuk tidur tenang! Dan yah aku hampir lupa,tolong beritahu Ibu Suri Agung dan Ibu Suri bahwa aku tak bisa menemui mereka di rumah keci dari bambu.Apa namanya aku tak tahu? jadi aku nama kan rumah bambu," ucap Yie Er terkekeh kecil dia akhirnya ucapannya.


"Baik Permaisuri,kami akan memberitahu Ibu Suri Agung dan Ibu Suri.Jika Permaisuri membutuhkan sesuatu beritahu kami! semoga tidur Permaisuri nyenyak," ucap Rei Rei.

__ADS_1


"Dan Permaisuri kami akan membangunkan Permaisuri untuk makan malam!" ucap Rei Rei lagi.


Yu Are hanya diam,tak berniat membuka mulutnya sedikitpun.Dirinya masih terpaku memandang Yie Er khawatir,Yu Are takut bila Yang Mulia melukai Yie Er.


__ADS_2