Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
78 Permainan


__ADS_3

Yie Er sampai di kediaman Ibu Suri Agung,prajurit penjaga pintu membuka pintu tanpa bicara membiarkan Yie Er dan ketiga wanita yang masih merecoki masuk.


Disana Yie Er melihat Ibu Suri yang sedang meminum tehnya bersama Ibu Suri Agung.Ada-ada saja Ibu Suri,dia selalu tak bisa diam di kediamannya sendiri melainkan selalu pergi berkunjung ke kediaman Ibu Suri Agung.


"Ahh kalian,ayo kemari!" ucap Ibu Suri.


Yie Er dan ketiga pelayan setianya menghampiri Ibu Suri Agung dan Ibu Suri.


Yu Are,Rei Rei,dan tabib Chau Ci diam tak lagi merecoki Yie Er tetapi kini mereka bertiga serempak tersenyum-senyum tak jelas.


"Aku mendengar bila malam tadi Yuan bermalam di kediaman Xauli!" ucap Ibu Suri Agung melirik Yie Er.


Yie Er diam,mengapa semua orang menggoda dirinya tentang itu.Bisa-bisa hari ini dia akan bersemu merah terus mendengar godaan itu.


"Benar Ibu Suri Agung,Yang Mulia bermalam di kediaman Permaisuri.Dan apa Ibu Suri Agung tahu sekarang Yang Mulia tengah tertidur di kediaman Xauli karena kelelahan.Yang Mulia tak akan menghadiri pertemuan hari ini." Yu Are berucap menggoda Yie Er,mereka semua melihat Yie Er terang-terangan.


"Mengapa,kau tak berbicara menantuku? apakah suaramu hilang karena terus berteriak semalam?" tanya Ibu Suri menaik turunkan alisnya.


"Aahh tidak,Permaisuri ini baik,bahkan sekarang Permaisuri ini berbicara.Dan berhentilah menggoda Permaisuri ini,karena yang kalian pikirkan tak terjadi," ucap Yie Er memandang serius.


"Ahh benarkah? memang apa yang kami pikirkan menantu dari menantuku?" goda Ibu Suri Agung.


Yie Er bersemu,meskipun dirinya tak melakukan sesuatu dengan Yuan,tetap saja ketika seseorang terus terus menggodanya maka dirinya akan bersemu.


"Ibu Suri Agung,kami hanya tidur dalam artian tidur sesungguhnya," rajuk Yie Er.


"Tidur sesungguhnya? tetapi mengapa Yuan saat ini tengah tertidur di kediaman Xauli?" tanya Ibu Suri semakin menggoda.

__ADS_1


Mereka terkekeh melihat wajah bersemu Yie Er yang terus membantah ucapan mereka itu.Ibu Suri Agung dan Ibu Suri berdoa dalam hati,semoga saja mereka segera mendapatkan seorang penerus sah Dinasti Han dari Yie Er.


Ahh Yuan harus selalu bermalam di kediaman Xauli,agar mereka cepat-cepat merasakan tawa kecil.


"Ibu Suri,ahh kalian ini.Sudahlah Permaisuri ini tak peduli lagi! tapi yang pasti Yang Mulia tertidur di kediaman Xauli karena mungkin semalaman Yang Mulia tak bisa tidur," ucap Yie Er tersenyum terbengong membayangkan malam dirinya menyiksa Yuan.


"Jelas Yuan tidak bisa tidur karena dirinya... ekhmm kalian tahu bukan maksud Ibu Suri ini?" ucap Ibu Suri berdeham cukup kuat melirik Yie Er.


Yie Er mendengus,ahh mau dijelaskan serinci apapun mereka tidak akan mempercayai ucapannya.


"Sudahlah Permaisuri ini menyerah,lagi pula terserah kalian saja bila ingin berpikir apapun." Yie Er berucap pasrah.


Mereka tersenyum menang melihat Yia Er yang bisa dikatakan mengiyakan pemikiran mereka.


"Ahh mengapa Permaisuri tak berbicara sedari tadi saja,agar kami tidak terus menggoda Permaisuri," seru tabib Chau Ci merenggut.


"Hmm ngomong apakah disini ada sesuatu yang dingin? Permaisuri ini merasa kehausan," lanjut Yie Er menyentuh lehernya.


Lama sekali dirinya tak merasakan sesuatu yang dingin,ahh dia ingin minuman dingin di dunianya dulu.Kadang kala dirinya merasa sangat rindu dengan semua itu.


"Sesuatu yang dingin?" beo Yu Are heran.


"Ya yang dingin," jawab Yie Er.


"Ahh mari kita mencarinya di dapur Istana!" ucap Ibu Suri Agung memandang mereka semua penuh arti.


Yie Er memandang mereka heran,mereka saat ini tengah memandang Ibu Suri Agung seolah mengerti apa yang mereka bilang.Ahh dirinya tak peduli arti dari lirikan itu.

__ADS_1


"Ya mari Ibu Suri Agung," ucap Yu Are mengangguk semangat.


Mereka semua secara berbondong-bondong pergi menuju dapur Istana.Dengan sesekali mereka terus-terusan menggoda Yie Er.


"Faing Yu,apakah kau melihat Yang Mulia?" tanya Selir Pertama penuh harap.


Faing Yu memandang Selir Pertama heran, "Tidak Selir Pertama,tapi dari kabar terdengar Yang Mulia masih berada di kediaman Xauli," jawab Faing Yu penuh keyakinan.


"Di kediaman Permaisuri lemah tak berguna itu? Cihh jika saja Selir ini bisa membunuh Permaisuri tak berguna itu terang-terangan,maka akan Selir ini lakukan...!" teriak Selir Pertama kencang.


"Ya Selir Pertama,tenanglah! itu hanya akan menimbulkan penderitaan sementara!" ucap Faing Yu menyeringai kejam.


"Ya kau benar.Tapi apakah mereka melakukan sesuatu? Bagaimana bila Permaisuri itu mempunyai seorang anak sebelum Selir ini?" ucap Selir Pertama khawatir dengan mulut terbuka lebar.


"Menurut saya biarkanlah itu terjadi,lagi pula rencana yang sedang dijalankan sekarang baru saja dimulai.Tidak mungkin bukan bila Selir Pertama memberi racun penggugur kandungan? Itu akan membuat rencana Selir Pertama gagal," ucap Faing Yu tersenyum miring mengingat rencana pertamanya tadi malam.


Selir Pertama terlihat berpikir keras benar juga apa yang dibilang Faing Yu. "Benar biarkan saja,yang perlu Selir ini lakukan sekarang hanyalah bersikap baik tanpa terlihat jahat.Ahh Selir ini sangat tidak suka berpura-pura baik kepada Permaisuri lemah tak berguna itu dan yang lainnya."


Faing Yu dan yang lainnya tersenyum senang,mendengar ucapan dari Jungjungan mereka.Kebahagiaan akan segera datang untuk Jungjungan mereka.Mereka hanya tinggal menunggu beberapa saat lagi untuk membuat rencana mereka berhasil.


"Dan ya,ini uang 5.000 teal emas untuk kalian gunakan." Selir Pertama menyerahkan lima kantong uang kehadapan pelayan-pelayan nya. "Ambilah! Selir ini meminta,hitung-hitung sebagai imbalan untuk kalian yang menjalankan rencana dengan baik." Lanjut Selir Pertama memandang tajam pelayan-pelayan nya.


"Terimakasih Selir Pertama,semoga Selir Pertama diberi umur panjang oleh Dewa!" ucap mereka serempak tersenyum senang.


"Ya,sekarang kalian bertiga pergilah susun rencana lainnya seapik mungkin! Jika kalian gagal kepala kalian taruhannya!" ancam Selir Pertama menyuruh ketiga pelayannya yang lain pergi.


"Baik," ucap mereka serempak pergi dari kediaman Selir Pertama tanpa sepengetahuan orang lain.

__ADS_1


Selir Pertama menyeringai keji,ahh permainan sesungguhnya baru saja dimulai.Dirinya sekarang hanya perlu memberikan hadiah kepada rakyatnya agar mereka lupa akan kejadian di Zui Qiang.


__ADS_2