Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
58 Tangan Kiri


__ADS_3

Suasana yang awalnya tegang kini bergemuruh,melihat Permaisuri Luie Fei terduduk meratapi rambut yang kini tinggal sebahunya.Kaisar-Kaisar memandang nya terkejut bahkan Kaisar Ming sudah tak bisa berkata-kata lagi,inilah akibatnya jika kita menyepelekan lawan.Kaisar Ming tak bisa berbuat apa-apa untuk Permaisurinya,karena ini termasuk kesalahan Permaisurinya.


Yuan memandang Yie Er intens,dirinya tak akan pernah menyangka jika Permaisuri yang menyandang gelar tak mempunyai bakat apapun bisa menggunakan pedang dengan entengnya.Dalam hatinya terbesit rasa bangga,namun segera di tepis Yuan sejauh-jauhnya,jika sudah menjadi duri akan selamanya menjadi duri tak akan bisa berubah menjadi mawar.


Permaisuri Luie Fei mengepalkan tangannya marah,perlahan Permaisuri Luie Fei bangkit.Melihat itu Yie Er hanya diam memandang Permaisuri Luie Fei datar penuh intimidasi.


Permaisuri Luie memandang Yie Er penuh kebencian,suasana kini berubah menjadi tegang,mereka menggigil sesuatu dalam benak mereka akan terjadi.Permaisuri Luie Fei mengibarkan bendera perangnya kepada Yie Er.


Yie Er yang pada awalnya tak terlalu serius kini menjadi serius.Permaisuri Luie Fei sendiri yang mengibarkan bendera perang bukan didirnya,karena itu untuk apa dirinya memberi kesempatan untuk Permaisuri Luie Fei untuk mundur.


"Hei kau Permaisuri lemah beraninya kau memotong rambut berharga Permaisuri ini!" desis Permaisuri Luie Fei mengacungkan pedangnya kearah Yie Er.


Yie Er hanya diam tanpa berniat membuka mulutnya membalas ucapan Permaisuri Luie Fei.


"Mengapa kau diam? haha apakah kehebatanmu hilang?" tanya Permaisuri Luie Fei tertawa keras memandang Yie Er remeh.


Semua orang tak dapat mendengar ucapan Permaisuri Luie Fei dari jarak yang terbilang jauh,mereka hanya dapat melihat interaksi keduanya saja.


"Kau yang mengibarkan bendera perang untuk Permaisuri ini,jadi untuk apa Permaisuri ini tak menerimanya?" ucap Yie Er tertawa mengejek.


Melihat tawa itu Permaisuri Luie Fei kian marah,dengan tanpa tak diduga Permaisuri Luie Fei menyerang Yie Er dengan apa yang ia punya.

__ADS_1


Yie Er menerima serangan tak terduga dari Permaisuri Luie Fei,dia terkena sedikit tebasan pedang di atas jari-jari lengan kanannya.


Dengan segera Yie Er memang lengan kanannya,dalam hati Yie Ee menggerutu lengan kanannya terasa berdenyut dengan darah segar bercucuran,mau tak mau dirinya haruslah menggunakan lengan kirinya untuk menyerang Permaisuri Luie Fei.


Permaisuri Luie Fei mengambil kesempatan itu dengan baik,dia mulai menyerang lagi.Namun berhasil dihindari oleh Yie Er dengan lompatannya,Yie Er memindahkan pedang di tangan kanannya ke tangan kiri.Orang-orang yang melihat itu terkejut,mana mungkin seseorang bisa menggunakan pedang dengan tangan kiri sebaik tangan kanan,itu hanya bisa dilakukan oleh orang hebat seperti Panglima-Panglima dan Kaisar-Kaisar saja,namun mereka juga tak bisa menggunakan lengan kiri semulus lengan kanan mereka.


Mungkin pertarungan kali ini akan dimenangkan juga oleh Permaisuri Luie Fei seperti yang mereka duga pada awalnya.


Permaisuri Luie Fei menyerang Yie Er dengan pedangnya seperti yang dilakukan Yie Er kepada rambut berharganya.


Cringgg!


Namun tanpa diduga Yie Er berhasil menangkis serangan itu begitu mudah hanya dengan lengan kirinya.


Belum selesai dengan keterkejutan mereka,kini Yie Er lah yang menyerang Permaisuri Luie Fei dengan tanpa ampun.


Yie Er menyerang Permaisuri Luie Fei dengan cepat dan tanpa ampun...


Crassss...!


Bahkan sekarang lengan kiri Permaisuri Luie Fei terkena tebasan pedang Yie Er juga.Tak sempat keluar darah dari luka itu Yie Er kembali menyerang Permaisuri Luie Fei menggunakan pedangnya.Kini dalam tubuh Permaisuri Luie Fei terdapat dua goresan satu pada lengan kirinya dan satu lagi pada paha kanannya.Mereka semakin terkesima Kaisar-Kaisar memandang kagum pada Yie Er dengan tatapan mendamba,melihat itu dalam hati Yuan serasa memanas.Entah mengapa dirinya merasa tak tak ingin jika Kaisar-Kaisar lainnya mendambakan Yie Er.Sial sungguh perasaan yang tak ingin dia harapkan,Yuan lagi-lagi menepis perasaan aneh di hatinya,digantikan dengan rasa benci lagi dan lagi.

__ADS_1


Sekarang Yie Er menatap Permaisuri Luie Fei memangsa,penuh intimindasi.Bahkan sekarang Yie Er membidik kemudian melempar pedangnya kearah Permaisuri Luie Fei,mereka menutup mata erat-erat,Permaisuri Luie Fei pun bahkan menggigil ketakutan.


Trakkss... Bummm!


Terdengar sesuatu benda keras menancap pada tembok.Mereka semua terkesima pedang Yie Er tertancap pada tembok dibelakang Permaisuri Luie Fei.Tembok itu kini tampak terbelah dengan kepingan-kepingan kecil berjatuhan.Tubuh Permaisuri Luie Fei masih menggigil,Yiguan masih terasa hening,Yie Er terlihat menyeringai.


Belum genap mereda keterkejutan mereka itu,kini mereka kembali dikejutkan dengan Yie Er yang meninju tepat di rahang Permaisuri Luie Fei.


Brakkk!


Tubuh Permaisuri Luie Fei terpental beberapa meter,Yie Er kembali menghampiri Permaisuri Luie Fei.Kaisar Ming diam terbengong bukannya menghentikan pertarungan segera,Kaisar Ming malah memuji Yie Er dalam hatinya.


Panglima Agung Zerang menggelengkan kepalanya kagum tak disangka bahwa kejutan yang diucapkan putrinya adalah kejutan seperti ini.Bahkan beberapa Panglima memuji terang-terangan keganasan Yie Er,diantara mereka mengatakan jika mereka ingin mempunyai menantu seperti Yie Er.


Yie Er berjongkok tepat di depan wajah Permaisuri Luie Fei yang tengah meringis kesakitan.


"Apakah kau masih ingin bertarung dengan Permaisuri ini?" tanya Yie Er dingin.


Permaisuri Luie Fei merasa dipermalukan oleh Yie Er dirinya kehabisan tenaga melawanpun akan terlihat sia-sia saja.


Melihat Permaisuri Luie Fei yang masih diam tak bergeming,Yie Er bangkit dengan elegannya berjalan pergi meninggalkan Permaisuri Luie Fei di tengah-tengah tanah gersang Yiguan menuju terowongan saat dia keluar.

__ADS_1


Suasana Yiguan lagi-lagi hening,mereka terdiam seperti orang kebingungan menatap lapangan Yiguan yang hanya ada Permaisuri Luie Fei.Prajurit segera mengumumkan siapa pemenang pada sesi ke 5 dan mereka masih terdiam mencerna siapa yang memenangkan sesi ke 5.


Orang-orang yang menyayangi Yie Er kini tersenyum haru,mereka tak menyangka jika Yie Er yang mereka kenal mempunyai kehebatan melibihi seorang Panglima.


__ADS_2