
"Jika seperti itu ramal lah Permaisuri ini/Kaisar ini!" ucap Yie Er dan Kaisar Faing serempak.
Mereka saling memandang merasa aneh dengan keinginan satu sama lain,padahal pada kenyataan nya permintaan mereka adalah hal wajar.
"Baiklah hamba akan meramal Permaisuri dan Kaisar ini," ucap wanita itu tersenyum lebar.
Yie Er dan Kaisar Faing mengangguk,lagi-lagi mereka melakukan itu secara bersamaan.
"Ramal lah Kaisar Faing terlebih dahulu!" pinta Yie Er memandang Kaisar Faing.
Kaisar Faing mengangguk membenarkan,dirinya memang ingin diramal terlebih dahulu agar tak merasa penasaran.
"Ya ramal lah Kaisar ini terlebih dahulu," ucap Kaisar Faing.
Wanita itu melihat Kaisar Faing yakin, "Kaisar bisakah Kaisar Faing menatap bola putih bening yang bersinar ini dan memegang!" pinta wanita itu mulai terlihat serius.
Kaisar Faing meletakkan tangan kirinya ke bola putih bening di atas meja tak berhak itu dan menatapnya.
Yie Er hanya terdiam memperhatikan dengan pikiran berkecamuk kemana-mana.
Wanita itu meletakkan satu tangannya sama seperti apa yang dilakukan Kaisar Faing. "Tataplah bola ini jangan mengalihkan pandangan Kaisar kemanapun!" ucap wanita itu dengan mata tertutup.
Kaisar Faing meletakkan tangan kirinya,jantungnya seakan-akan berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.
Lama Kaisar Faing menatap bola putih bening itu,Yie Er yang merasa penasaran ikut menatap bola putih bening didepannya sama seperti Kaisar Faing,hanya saja Yie Er tak meletakkan tangannya.
__ADS_1
Kaisar Faing terus menatap dan menatap,tiba-tiba bola putih bening itu bersinar dengan terangnya.Bukannya merasa silau,Kaisar Faing seolah-oleh melihat seseorang di dalam bola putih bening itu,dirinya merasa merasa pada detik itu dirinya berada di sana.
Kaisar Faing melihat seorang pria gagah perkasa diatas pacuan kuda menggunakan baju kebesaran memimpin beribu-ribu prajurit.Apakah mereka akan berperang? tapi mengapa peperangan itu terjadi?Dirinya tak tahu siapa pria itu,pria yang memimpin beribu-ribu prajurit.Dirinya ingin menghampiri mereka namun cahaya terang putih secara tiba-tiba menerpa begitu terang.
Kaisar Faing kini berada di sebuah taman bunga yang begitu indah,di sana dia melihat seorang perempuan berambut panjang memutar-mutar tubuhnya bersama dengan seorang pria.
Pria itu adalah pria yang memimpin beribu-ribu prajurit.Dirinya yakin pria itu adalah pria yang sama,lagi-lagi dirinya tak bisa melihat wajah pria itu dan perempuan berambut panjang itu.
Mana mungkin pria itu adalah dirinya jelas-jelas pria itu terlihat lebih kekar dan dewasa dibanding dirinya.
Kaisar Faing berniat menghampiri mereka dengan berlari,tinggal beberapa langkah lagi dirinya sampai tiba-tiba cahaya terang putih datang kembali begitu terang.
Kaisar Faing melihat sekarang ia kembali ke kedai peramal itu.Dirinya melihat Permaisuri Yie Er memandang dirinya penasaran dan si peramal itu hanya diam tersenyum memandang dirinya.
"Kaisar Faing apa yang kau lihat? Permaisuri ini tak bisa melihat apapun selama menatap bola itu," ucap Yie Er tak sabaran.
Dan apakah dirinya kelak mempunyai seorang anak dan hidup bahagia?
Yie Er terus memikirkan apa yang akan terjadi dengan dirinya di kehidupan kedepannya.
Dirinya ingin tahu semuanya secara menyeluruh,sekarang adalah hidupnya,mana mungkin dirinya tak ingin bahagia meski di abad 21.
"Ahh tidak Kaisar ini hanya melihat dua kejadian," ucap Kaisar Faing sedikit terbengong memikirkan apa yang barusan dialaminya.
"Benarkah?!" ucap Yie Er terkejut. "Hmm bisakah kau meramal diriku juga!" pinta Yie Er tak sabaran.
__ADS_1
"Ya Permaisuri,silahkan lakukan apa yang akan Kaisar Faing lakukan tadi!" pinta wanita itu mulai menempelkan tangannya dan menutup mata seperti tadi.
Yie Er melakukan apa yang dilakukan Kaisar Faing,dalam hati ia berdoa semoga saja kehidupannya begitu mulus penuh kebahagiaan tanpa cacat.
Yie Er menatap bola putih bening itu begitu intens,sementara Kaisar Faing terbengong memikirkan siapa wanita dan pria yang dilihatnya.
Cahaya terang datang kembali,sekarang Yie Er berada di kediamannya.Disana di peraduan dirinya melihat dirinya memakai pakaian putih dengan Yu Are,Rei Rei dan tabib Chau Ci.
Mengapa dia terlihat tak bergairah?
Yie Er melihat dirinya berjalan keluar dari kediamannya,melewati dirinya begitu saja.
Cahaya terang putih tiba-tiba menerpa begitu terangnya.Sekarang Yie Er berada disebuah hutan,dalam benaknya mengapa dia melihat dirinya berada di sini bukankah tadi dia berada di kediamannya mengenakan pakaian putih.
Dirinya melihat Yu Are,Rei Rei,dan tabib Chau Ci pun mereka bersamanya,mereka menangis,tapi mengapa?
Cahaya putih terang datang kembali,sekarang dirinya berada di sebuah kediaman besar nan mewah.Kediaman siapa ini? ia melihat-lihat setiap penjuru kediamannya disini tak ada dirinya seperti saat tadi.Ia berjalan menelusuri setiap ruangan hingga pandangannya bersetubruk ke belakang kediaman.Disana ia melihat seorang wanita terduduk disebuah ayunan dengan seorang pria menggunakan pakaian kebesaran khas seorang Kaisar.
Siapa pria itu? dan siapa wanita itu? mengapa sekarang ia tak bisa melihat wajah mereka? Apakah wanita itu adalah dirinya? dan pria itu adalah Yuan? tapi mana mungkin aura pria itu terasa begitu berkharisma,sementara Yuan memiliki aura yang dingin.
Jika wanita itu bukannya dirinya,tapi bagaimana mungkin dia berada di sini?
Cahaya terang putih kembali datang lagi dan lagi,apakah sekarang dirinya berpindah ke peristiwa lain? Yie Er melihat sekarang dirinya berada di kedai kediaman wanita peramal itu.
Wanita peramal itu tersenyum misterius,memandang Yie Er dan Kaisar Faing bergantian.
__ADS_1
"Permaisuri! Kaisar!" ucap wanita peramal itu.
"Ah ya/ya," Yie Er dan Kaisar Faing berucap serempak,mereka saling berpandangan.Yie Er dengan pikiran berkecamuk memikirkan apa yang dilihatnya begitupun dengan Kaisar Faing.