Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
Sedikit Pembalasan


__ADS_3

"Jangan memohon, saya akan mencoba untuk menyebuhkan adik anda sebisa mungkin, mari bergegas sebelum terlambat, tolong tunjukkan jalannya!" ucap Lin Xiumei yang langsung dituruti sang pemusik jalanan yang diketahui bernama Xiba Long.


*************


Disebuah gubuk yang begitu rapuh berpenghuni dua kakak beradik, sang kakak bernama Xiba Long yang meminjamkan alat musik lusuhnya untuk Lin Xiumei dan sang adik bernama Cia Ling, dua kakak adik yang hidup dengan kekurangan namun meski begitu keduanya saling menyayangi dan menjaga satu sama lain hingga satu tahun terkakhir saat adik kecilnya terkena penyikit aneh yang tidak diketahui membuat tubuh sang adik kian melemah dan bertambah kurus seiring berjalannya waktu.


Xiba Long demi adiknya rela hanya makan nasi satu kali per hari demi menyisihkan uangnya untuk perobatan sang adik hingga Xiba menemukan nona bangsawan yang baik hati bahkan nona itu mampu mengobati penyakit adiknya, mungkin.


Lin Xiumei memasuki sebuah ruangan kecil yang sangat memprihatinkan namun kebersihannya terjaga, Lin Xiumei menatap kagum seorang pria yang sangat telaten memerhatikan rumah dan adiknya bahkan diumur yang sangat muda menjadi tulang punggung dizaman kuno yang sangat sulit ini.


Tangannya terulur menyentuh kening dan memeriksa denyut nadi seorang gadis kecil kisaran umur 7 tahun, tangannya begitu mungil berbanding terbalik dengan Pangeran Ketujuh yang badannya pas untuk ukurab seorang anak laki - laki.


Matanya menatap prihatin keadaan Cia Ling, setelah beberapa waktu Lin Xiumei menghela nafasnya kasar, racun ular air yang cukup berbahaya telah menyebar ke tubuh mungil dihadapannya, entah apa yang ia lakukan hingga tergigit ular berbisa itu.


"Adik anda tergigit racun ular air yang cukup berbisa, akan sulit bagi saya untuk mengobatinya dengan maksimal jika ditempat kalian yang minim obat ini," ucap Lin Xiumei sedih.


Xiba menjadi murung, air matanya kembali menetes memikirkan nasib adik kecilnya, apakah tak ada harapan untuk orang miskin seperti mereka memiliki kehidupan yang bahagia meski sedikit saja? pikirnya merutuki nasib sial yang selalu menimpa keluarganya semenjak orangtuanya terbunuh karena ulah bandit ditengah perjalanan menuju hutan tempat mereka mencari buruan untuk makan.


"Hentikan tangisan anda, saya akan merawat adik anda hingga sembuh namun kalian harus ikut saya ke istana, jika kalian mau?" ucap Lin Xiumei yang langsung diangguki Xiba antusias.


"Baiklah, bangunkan adikmu. Kita akan memakai kereta menuju istana, tolong cari kereta terbaik dengan uang yang kita dapatkan tadi dan secepatnya, sebelum matahari terbit!" perintah Lin Xiumei yang langsung dikerjakan Xiba.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, sebuah kereta besar telah berada dihadapan mereka. Xiba menggendong adiknya memasuki kerena dan merebahkannya disana.


Ditengah keheningan malam, suara kuda berpacu dengan pelan menuju istana bagian belakang. Lin Xiumei telah melumpuhkan dua penjaga menggunakan jarumnya hanya untuk sesaat, ketiganya segera menuju kediaman Lin Xiumei.


Dengan cekatan Lin Xiumei melakukan pertolongan pertama untuk gadis kecil dihadapannya, beberapa jam berlalu hingga matahari terbit hampir setengah racun telah dikeluarkan Xiumei dari tubuh Cia dengan usaha yang begitu keras hingga tubuh Xiumei kelelahan.


Keadaan Cia berangsung membaik, rona diwajahnya telah terlihat meski masih menampilkan wajah pucat namun jaub dibandingkan awal Cia dibawa kemari yang seperti mayat hidup.


Xiba bukan orang yang tak tau diri, dirinya berumpah selalu setia untuk Lin Xiumei apapun yang terjadi meski nyawa adalah taruhannya. Kemampuan Xiba dalam berdagang dan bermain musik juga patut diacungi jempol untuk seukuran rakyat jelata Xiba sangatlah hebat hanya perlu diasah sedikit lagi maka dipastikan Xiba mampu menyaingi para bangsawan.


Lin Xiumei memanggil pelayannya Qiyue untuk membersihkan kediaman ditepat disampingnya untuk tempat tinggal dua orang yang dianggapnya saudara, dengan cepat Qiyue melaksanakan perintah Xiumei.


Xiba tak tinggal diam, ia juga membantu Qiyue hingga pekerjaan keduanya cepat selesai dan Cia juga telah dipindahkan, Lin Xiumei sendiri langsung tertidur karena kelelehan bahkan Xiumei melewatkan jam makan pagi maupun makan siangnya.


Kini Xiumei telah siap mengeluarkan sisa racun yang ada ditubuh Cia, tak butuh waktu lama seluruh racun Cia telah sepenuhnya hilang namun tubuhnya belum begitu kuat sehingga Xiumei memberikan Vitamin yang sama seperti pangeran ketujuh untuk dikonsumsi Cia sehari - hari.


Sore yang indah setelah menyelesaikan tugasnya, Xiumei memilih untuk berjalan ke paviliun Janda Permaisuri yang menurut pelayan sedang bersama ibunda permaisuri.


Tubuhnya yang dulu kurus, kini telah berisi bahkan sangat sexy, kulitnya putih seputih dan sehalus giok yang tertupi cadar.


Bersama Qiyue berjalan dengan santai sambil menghafal seluk beluk setiap istana yang ia lewati.

__ADS_1


Tak jauh dari keduanya, Selir Agung bersama Kaisar sedang berjalan menikmati sore yang indah. Keduanya berpapasan, namun sikap Xiumei begitu acuh seolah tak melihat keberadaan kedua orang yang dianggap Xiumei sebagai bayangan.


"Tidak kah anda melihat keberadaan kami?" tanya Selir Murong menyeringai.


Xiumei tersenyum remeh dibalik cadarnya, wah ternyata ulat bulu telah memainkan aksinya batin Xiumei.


"Ah apakah selir bertanya pada PERMAISURI ini? ah sepertinya bukan karna SELIR tidak memberikan hormat sedikitpun bahkan tak memanggil saya ini dengan PERMAISURI seperti seharusnya," ucap Xiumei tajam yang membuat para mentri yang kebetulan lewat menengok kearah mereka, cukup menghibur bagi mereka karena biasanya Permaisuri akan diam diperlakukan seperti apapun, awalnya mereka tak mengira gadis yang bertubuh sexy, berkulit putih dan bermata cantik itu adalah sang permaisuri yang dikenal bodoh dan ceroboh.


Selir Murong menatap tajam dan mengeratkan tangannya pada Kaisar untuk memohon pembelaan.


Kaisar memahami keinginan selirnya untuk dibela.


"Kau bicara apa Permaisuri? Selir Murong hanya melupakan kebiasaannya, tidak perlu diperpanjang lagi!" ucap Kaisar yang membuat selir murong tersenyum penuh kemenangan.


Jika dulu Lin Xiumei sang pemilik tubuh akan manggut - manggut saja diperlakukan bagaimanapun, maka lain Lin Xiumei dari zaman modern. Dia tak akan kalah dengan dua setan dihadapannya ini.


"Jadi maksud Yang Mulia jika seseorang yang tidak mengetahui tempatnya berlaku tidak sopan seperti itu maka kita hanya harus membiarkannya saja? Yang Mulia anda adalah Kaisar, lambang Naga yang harusnya menunjukkan keadilan bukan?" tanya Xiumei menatap mata Kaisar dengan tajam yang membuat Bai Yuan terkejut bukan main.


Para mentri menahan tawa mereka, mata mereka berkedut - kedut mendengar ucapan Permaisuri yang dikatakan Bodoh itu, makna ucapan Permaisuri adalah seorang selir yang tak mengetahui tempatnya, bertindak layaknya Permaisuri dengan tidak sopan sangat tidak mencerminkan posisi seorang selir yang rendahan dan dalam satu kalimat, Permaisuri juga menekankan bahwa dirinyalah yang tertinggi diantara kaum wanita dikekaisaran ini sekaligus menekankan bahwa Kaisar lambang seorang Naga haruslah berlaku adil tanpa memandang siapapun!


Kaisar diposisi serba salah, satu sisi ia tak tega menghukum selirnya namun jika dia berdiam maka ia akan di Cap sebagai Kaisar yang tidak adil terlebih saat ini para mentri menyaksik kan mereka, dengan berat hati Kaisar menatap Selir kesayangannya dengan iba.

__ADS_1


"Selir Rong tidak sopan dan tidak mengetahui tempatnya disini, berani berlaku layaknya Permaisuri maka dengan ini, sebagai Kaisar saya menghukum Selir Rong dilarang keluar dari kediamannya selama satu bulan, jatah satu bulan akan ditiadakan dan Selir Rong harus menyalin buku tatakrama sebanyak seratus kali!" ucap Kaisar berlalu begitu saja diikuti para mentri meninggalkan Xiumei yang menatap remeh Selir Rong yang jatuh terududuk menerima hukuman yang tak pernah ia dapatkan semenjak memasuki istana.


Yuk koment, like juga berikan dukungan kalian thankyou🖤🖤


__ADS_2