
Ohh tolong ingatkan Menteri Wei atas apa yang dilihatnya hari ini mengenai Kaisar nya dan Panglima Besar nya. Mungkin sekarang kedua orang berpengaruh itu masih saling menghunuskan tatapan membunuh satu sama lain.bBeruntunglah saat ini Menteri Wei telah terlepas dari suasana yang tak pernah di perkirakannya setelah dia memakan habis makanannya. Kasihan sekali bila melihat Permaisuri nya. Ngomong-ngomong mengenai Permaisuri nya Menteri Wei berdecak kagum dengan rasa masakan Permaisuri nya. Sungguh berbeda dengan Selir Pertama,yang sangat terasa buruk.
Menteri Wei masih mengingat jelas apa yang terjadi setiap kali Selir Pertama memasak. Sangat berbeda jauh dengan Permaisuri nya.
Entahlah apa yang saat ini sedang dikerjakan Selir Pertama. Entah sedang mencari muka kepada Ibu Suri Agung dan Ibu Suri! Atau mungkin Selir Pertama kini tengah memperlancar rencana nya.
Banyak yang berubah di Istana Dinasti Han. Terasa sangat tenang dan membahagiakan. Tanpa tahu apa yang sebenarnya akan terjadi.
Yang pasti sekarang Yie Er masih terkungkung kedua pria yang masih bertengkar itu.
"Kalian berdua diamlah! Sekarang Menteri Wei telah pergi. Dan Permaisuri ini ingin berkunjung ke kediaman Ibu Suri Agung!" Tegas Yie Er menyorot tajam kedua pria dihadapannya.
Glek...!
Mereka berdua menelan ludah mereka sendiri.Masih menatap takut Yie Er di hadapan mereka. "Jangan berkunjung ke kediaman Ibu Suri Agung! Tadi kau bilang akan menemani Gege," ucap Panglima Besar Zilong kikuk berdiri menghampiri Yie Er.
"Ahh sudahlah Gege! Permaisuri ini sekarang berubah pikiran melihat kalian berdua," dengus Yie Er berdiri dari duduknya. Melengos pergi melewati Zilong di sisinya.
Zilong dan Yuan hanya diam menatap kepargian Yie Er. Zilong berpikir jika kepergian Yie Er adalah salah Yuan. Dan Yuan berpikir jika itu semua adalah salah Zilong.Kedua pria itu sama-sama saling menyalahkan satu sama lain. Pada akhirnya mereka berdua bertengkar lagi saling menyalahkan, masih di dengar jelas oleh Yie Er.
__ADS_1
Yie Er mengabaikan kedua pria itu, masa bodo jika mereka akan saling membunuh. Yang hanya perlu Yie Er lakukan pergi menjauh dari kedua pria itu.
"Ahh ngomong-ngomong sekarang Ibu Suri Agung sedang apa yah!" monolog Yie Er berjalan pelan di sepanjang lorong tanpa di temani ketiga orang yng selalu membuntutinya. Sesekali para penjaga menunduk hormat kepada Yie Er.
"Lebih baik aku berkunjung ke kediaman Ibu Suri, mungkin sekarang Ibu Suri Agung tengah bersama Selir Pertama!" monolog Yie Er memutar arah jalan yang akan ditujunya.
Lumayan lama Yie Er berjalan. Kini sampailah Yie Er di depan kediaman Ibu Suri Agung. Terlihat kedua penjaga hendak akan mengumumkan kedatangnya, namun di tolak gelengan kepala oleh Yie Er.
"Ibu Suri!" panggil Yie Er memasuki kediaman Ibu Suri Agung. Mengedarkan pandangan kesegala sudut kediamam Ibu Suri.
"Ahh Yie Er, mengapa kau tidak berbicara akan kesini?" ucap Ibu Suri tersenyum senang menghampiri sang menantu.
"Ahh Ibu Suri hanya tidak ingin!" ucap Ibu Suri setengah berbohong. Pada kenyataannya Ibu Suri masih tidak bisa menerima Selir Pertama seperti Ibu Suri Agung. Ibu Suri kerap kali masih merasa kesal, melihat wajah Selir Pertama yang dulu tampak licik dan sekarang tampak polos tak berdosa.
Yie Er tahu jika Ibu Suri tengah berbohong kepadanya.Tapi ya sudahlah dia memaklumi nya, Ibu Suri masih belum menerima sepenuh nya Selir Pertama.
"Ahh jika begitu Permaisuri ini akan menemani Ibu Suri. Hmm dan Bolehkah Permaisuri ini menginap di kediaman Ibu Suri!" pinta Yie Er sedikit ragu.
"Menginap? Bagaimana dengan Yuan dan Panglima Besar Zilong yang tengah melepas rindu?" tanya Ibu Suri menahan senyum membayangkan kedua pria yang dulu bersahabat itu saling berebut Yie Er.
__ADS_1
Yie Er tersenyum malu, "Ahh tidak Ibu Suri. Mereka tidak melepas rindu kepada Permiasuri ini! Mereka hanya asik bertengkar satu sama lain." Terang Yie Er menahan senyum geli.
"Benarkah? Ahh... sayang sekali. Jika begitu menginaplah disini bersama Ibu Suri! kita akan menghabiskan waktu berdua," ucap Ibu Suri tersenyum senang membayangkan malam nya bersam Yie Er. Dia akan bercerita dan melakukan banyak hal bersama menantu nya.
"Terima kasih Ibu Suri!" ucap Yie Er tersenyum senang.
Ibu Suri dan Yie Er malam itu menghabiskan waktu berdua, mereka berdua melakukan banyak hal selayaknya menantu dan mertua. Banyak hal yang terjadi pada malam itu di Istana Dinasti Han. Salah satunya adalah Kediaman Ibu Suri Agung, yang juga menghabiskan waktu berdua dengan Selir Pertama. Dalam satu minggu ini mereka kedua wanita berbeda generasi itu tampak akrab. Entah mantera apa yang diberikan kepada Ibu Suri Agung. Pastinya tidak ada orang yang tahu mengenai itu kecuali Selir Pertama dan pelayan-pelayan nya.
"Ibu Suri Agung, terima kasih telah menerima Selir ini sebagai semestinya!" ucap Selir Pertama ditengah-tengah aktivitas meracik teh mereka.
"Itu sudah kewajiban seorang Ibu Suri Agung, Selir Pertama!" ucap Ibu Suri Agung tanpa melihat Selir Pertama.
"Ahh tetap saja Selir ini berterima kasih!" keukeh Selir Pertama menyodorkan racikan teh buat nya. "Minumlah racikan teh buatan Selir ini Ibu Suri Agung!" ucap Selir Pertama tersenyum manis. Dan tanpa Ibu Suri Agung sadari, Selir Pertama sempat menyeringai.
"Ahh segarnya, menurut Ibu Suri teh buatanmu selalu segar minggu ini," ucap Ibu Suri Agung mendesah lega.
Tubuh Selir Pertama terasa kaku, namun secepat mungkin Selir Pertama menutupi itu semua.
"Ahh mungkin Ibu Suri Agung telah lama tidak meminum racikan teh buatan Selir ini. Hanya seminggu ini Ibu Suri Agung selalu menghabiskan waktu berdua dengan Selir ini. Karena biasanya,Ibu Suri Agung selalu menghabiskan waktu dengan Permaisuri!" ucap Selir Pertama menampilakan raut wajah sedih nya. Memperdaya wanita tua didepannya dengan sandiwara.
__ADS_1