Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
89 Hukuman


__ADS_3

" Yang Mulia,mari kita makan!" ajak Yie Er menoleh kepada Yuan.Setelah sekian lama menunggu Ibu Suri Agung,Ibu Suri,dan Selir Pertama.Mereka bertiga datang di waktu bersamaan setelah hampir membuat para Selir Yuan mati kebosanan.


Yuan tampak terkejut mendengar ucapan Yie Er. "Ahh ya sekarang makanlah! semua sudah ada disini," ucap Yuan terkesan dingin.


Belum sempat mereka memasukan makanan yang di buat Selir Pertama.Mereka dikejutkan dengan Ibu Suri Agung,yang tampak sudah memakan masakan Selir Pertama terlebih dahulu.


"Uhuk...uhuk...!" sedak Ibu Suri Agung terbatuk-batuk mengundang pandangan mata semua orang.Mereka menyimpan kembali makanan yang akan masuk kedalam mulut mereka.


Ibu Suri Agung,meminum air dihadapannya rakus.Sungguh tak mengenakan sekali makanan buatan Selir Pertama.


Tubuh tua rentan seperti dirinya diberi makanan yang sudah seperti racun saja.Ibu Suri Agung melihat semua orang yang tampak menghawatirkan dirinya,terutama Yie Er dan menantunya.


"Ibu Suri Agung,apa Anda tak apa?" tanya Yie Er khawatir setelah Ibu Suri Agung meminum air di hadapannya.


"Ahh Yie Er,aku baik," ucap Ibu Suri Agung mengusap pelan bibirnya sambil tersenyum lembut.


Selir Pertama menatap Ibu Suri Agung cemas.Bukan cemas dalam artian sesungguhnya melainkan kecemasan akan rasa masakannya.


Yie Er melirik aneh Selir Pertama yang tampak khawatir.Mungkin Selir Ular itu benar-benar khawatir kepada Ibu Suri Agung. "Syukurlah Ibu Suri Agung baik.Kalian boleh melanjutkan kembali!" ucap Yie Er menoleh kepada tersenyum ramah kepada semua orang.


"Yang Mulia,makanlah! Permaisuri ini tahu yang mulia belumlah makan sedari siang," ucap Yie Er tersenyum manis membuat Yuan salah tingkah yang sedari tadi terus menatap Yie Er.


"Ahh...hmm Zhen akan makan," ucap Yuan salah tingkah mengalihkan pandangannya dari Yie Er.

__ADS_1


Selir Pertama mengalihkan pandangannya menatap masakannya,dalam hati dirinya ragu dengan makanannya.Salah kan lah pelayan-pelayan setianya yang hari ini tak berguna,memuakan sekali.Selir Pertama perlahan-lahan memakan masakannya begitupun dengan yang lain kecuali Ibu Suri Agung,yang tampak kapok memakan makanan yang sangat tak enak.Bisa-bisa Ibu Suri Agung mati tersedak.


"Uhukk...!"


"Hmfff...!"


"Uwee...!"


Sahut berbagai suara dari semua orang setelah memakan makanan Selir Pertama.Bahkan ada yang memuntahkannya,Yuan dan Yie Er terlihat memeletkan lidah mengusir rasa tak enak di mulut mereka.Seumur-umur Yie Er hidup dirinya tidak pernah menemukan makanan yang tidak tahu akan dibawa kemana oleh lambungnya.Sungguh rasa makanan di luar nalar seorang manusia.


Mereka semua masih asik mengusir rasa makanan yang sempat hingga di mulut mereka,bahkan mungkin sampai di lambung.Mengabaikan Selir Pertama yang tampak berusaha menelan masakan tak enaknya.Belaga sekali mereka menghina makanan yang dibuat susah payah oleh dirinya,lagi-lagi Selir Pertama berpikir jika ini bukan rencananya bersikap baik maka akan dengan suka rela dirinya meracuni mereka.


"Selir Pertama,makanan apa ini?" tanya Ibu Suri memicing tak suka Selir Pertama.


Sementara mereka yang berada di jamuan makan malam hanya diam menonton tanpa mau ikut campur.Para Selir Yuan lainnya memandang sinis kakak kedua mereka,yang tak lain adalah Selir Pertama.


"Selir Pertama,lain kali jika ada sesuatu yang tak kau katahui,maka jangan sungkan untuk bertanya.Meskipun kau adalah seorang Selir yang dituntut sempurna." Ceramah Ibu Suri dengan sedikit lirikan sinis di salamnya.


Bagaimana Ibu Suri tidak bersikap seperti itu.Dirinya yang dari siang mengawasi Selir Pertama sampai malam begini.Sungguh bagaimana tidak kesal dan dalam hati ingin sekali berkeinginan mencakar wajah satu menantunya itu.


"Selir Pertama,apa yang di ucapkan Ibu Suri memang benar.Jika saja kau bertanya,maka masakannya tak akan seburuk ini," ucap Yuan datar.Sedikit tersirat ekspresi kesal di wajahnya.


Selir Pertama mengepalkan tangannya kuat,sial dirinya seperti sedang dipojokan saja oleh semua orang. "Maafkan Selir ini Yang Mulia!" ucap Selir Pertama.

__ADS_1


"Ya,kakak kedua kami sedari tadi menunggu masakanmu hingga bosan tapi sekarang yang ditunggu-tunggu sungguh tak sesuai harapan.Bagaimana sekarang tidak ada yang bisa dimakan?" gerutu Selir kedua Yuan mengabaikan Selir Pertama yang dulu selalu ditakuti olehnya dan Selir yang lain.


Berani-beraninya Selir dibawahnya itu bersikap tak menghormati kepadanya.Selir Pertama akan membalas semua Selir Yuan yang berani bersikap seperti itu kepadanya.


"Ya Selir Pertama,sekarang tak ada yang bisa dimakan.Dan sampai sekarang perut semua anggota kerajaan kosong karena mu,begitupun dengan Permaisuri ini," ucap Yie Er datar.


"Maafkan Selir ini,Permaisuri!" ucap Selir Pertama mengangkat kepalanya menatap Yie Er.


Yuan melihat Yie Er yang tampak kesal,kasihan sekali Permaisurinya itu kelaparan karena salah satu Selir nya.Yuan berpikir bagaimana jika dia memberikan hukuman kepada Selir Pertama. "Ehmm... Selir Pertama,Zhen rasa semua yang ada di sini kecewa kepada mu.Maka sebagai hukumannya semua makanan buatan mu ini harus habis dimakan oleh Selir Pertama sendiri," ucap Yuan tanpa belas kasih.


"Ta...tapi Yang Mulia," gugu Selir Pertama merasa keberatan.Jelas keberatan,makanan tak enak ini harus dimakan olehnya,sangat menjengkelkan.


"Tidak ada tapi Selir Pertama.Dan nanti hukuman selanjutnya akan diberikan Permaisuri kepada Selir yang berada dibawahnya," ucap Yuan melenggang pergi sempat mamandang Yie Er intens.


Mendengar itu dalam hati Yie Er tersenyum senang,tanpa dirinya meminta Yuan memberikan apa yang dia mau.Ini hukuman terakhir yang diberikannya kepada Selir Pertama,namun akan sangat berbekas.


Berbeda dengan Selir Pertama yang tampak memendam amarahnya.


"Selir Pertama,Permaisuri ini akan memberikan hukuman kepada mu besok.Permaisuri ini rasa sekarang telah malam hari,jadi alangkah baiknya kami semua mengistirahatkan diri.Dan jangan lupa habiskan masakanmu!" ucap Yie Er memerintah Selir Pertama bagai seorang bawahan.


"Baik Permaisuri," ucap Selir Pertama sedikit tertahan menahan marah.


"Ahh semuanya mari kita tinggalkan jamuan makan ini.Ibu Suri Agung,Ibu Suri,mari Permaisuri ini tahu jika kalian sangat kelemahan!" ucap Yie Er tersenyum lembut.

__ADS_1


"Ya Yie Er,mertuamu ini sangat amat merasa lelah," ucap Ibu Suri sedikit melirik sinis Selir Pertama.


Mereka semua pergi meninggalkan Selir Pertama seorang diri.Beberapa anggota kerajaan lainnya pergi ke dapur Istana Dinasti Han.Mungkin menyuruh pelayan untuk memasak.Kasihan sekali Selir Pertama yang terdiam seorang diri menghabiskan makanan tak enaknya.


__ADS_2