
Sore itu, seperti permintaan Yuan. Selir Pertama kembali pulang ke istana dengan Menteri Taio.
"Salam Yang Mulia!"
"Duduklah!" Dihadapan Yuan kini duduk Selir Pertama dan Menteri Taio dengan wajah tampak penuh keserakahan.
"Apa Mentri Taio sudah tahu?"
"Ya Yang Mulia. Putri hamba sudah memberitahu semuanya, dan hamba merasa sangat setuju!" Menteri Taio tersenyum menunduk bersama senyuman bangganya.
"Bagus."
Yuan menyeringai, pria tua bangka di depannya memang tamak dan serakah. Jika bukan demi kerajaan dan Yie Er yang dicintainya, mana sudi Yuan melibatkan tua bangka di depannya. Apalagi mengangkat derajat nya.
"Ya, Yang Mulia. Dan mengenai anak haram hamba, dia menyetujuinya."
"Hmm… beritahu anak harammu untuk membunuh Panglima Besar Zilong!"
Yuan menyeringai. Sahabatnya sekaligus kakak dari Yie Er, Panglima Besar Zilong akan mati. Dirinya tidak perlu membagi perhatian Yie Er yang dicintainya kepada sahabatnya. Karena perhatian, kasih sayang, dan cinta dari Yie Er hanya untuknya.
"Dan untuk kau Selir Pertama, perbaiki reputasimu di depan rakyat Dinasti Han." Lanjut Yuan.
"Baik Yang Mulia." Selir Pertama tersenyum, mengabaikan seringai aneh Yuan, dia memilih mengangkat tinggi kepalanya. Sebentar lagi dia akan menjadi Permaisuri, jalannya menjadi Permaisuri akan terbuka tanpa repot-repot. Setelah ia menjadi Permaisuri, dia akan membunuh Yie Er dan merebut Yuan kembali.
__ADS_1
"Dan kau tua bangka. Bekerja lemburlah mulai sekarang. Zhen tidak ingin setelah pengangkatan mu nanti, Zhen terlibat masalah!"
"Ba-baik Yang Mulia!" Menteri Taio membungkuk, mengucapkan syukur kepada Yuan. Akhirnya dia bisa kembali dalam pertemuan penting Istana.
Selir Pertama dan Menteri Taio pergi dari kediaman Yuan. Tampak wajah penuh kepuasan terpatri dalam wajah ayah dan anak itu.
"Mengapa kalian berdiam diri disini?" Ucapan keras Yie Er membuat 3 orang pelayan tersentak kaget.
"Salam Permaisuri! Hamba sedang melihat Selir Pertama dan Menteri Taio masuk ke ruangan Yang Mulia." Jawab salah satu pelayan menunduk hormat.
"Yu Are, mengapa Selir Pertama kembali pulang dengan membawa serta Menteri Taio?" Yie Er melirik tajam Selir Pertama dan Menteri Taio yang berada jauh di depannya. Apalagi mereka keluar dari kediaman Yuan.
Dia harus tahu apa yang tengah dibicarakan di dalam. Dengan kedua pelayannya saat ini, pergerakannya sangat dibatasi.
"Menjadi berguna saja Yu Are." Balas Yie Er melangkah pergi bersama Rei Rei meninggalkan Yu Are yang sempat terpaku.
Yie Er berjalan tak tentu arah, kedatangan Selir Pertama dan Menteri Taio ke kediaman Yuan mengganggu pikirannya. Apa yang mereka bicarakan, apa Menteri Taio sekarang terlibat? Dan Yuan, apa dia merencanakan sesuatu?
"Kits akan berkunjung ke kediaman Yang Mulia!"
Yie Er memutuskan pergi ke kediaman Yuan. Dia akan bertanya langsung kepada Yuan, itu satu-satunya cara. Karena pasti Mata-matanya tidak menangkap pembicaraan di kediaman Yuan.
"Permaisuri, kami akan menunggu di sini!" Yu Are tersenyum seperti biasanya. Mendapat senyum balasan dari Yie Er.
__ADS_1
"Yie Er, apa kau sudah merasa baikan?"
Sebelum Yie Er mengucapkan salam, terlebih dulu Yuan bangkit dari duduknya. Berjalan menghampiri Yie Er yang masih di depan pintu. Tanpa kata membawa Yie Er duduk di kursi yang didudukinya tadi.
"Yang Mulia, kedatangan Permaisuri ini mempunyai maksud. Permaisuri ini ingin bertanya?"
"Ya, tanyakan saja."
Yie Er diam, menatap Yuan yang juga tengah menatapnya. Semoga saja pria di depannya tidak curiga mengenai pertanyaannya.
"Apa maksud kedatangan Selir Pertama dan Menteri Taio ke Kediaman Yang Mulia? Dan apa yang dibicarakan kalian?"
Yie Er menatap harap keterdiaman Yuan. Lama sekali pria di depannya menjawab. Seperti film India saja. Ada apa dirinya sempat sempat jatuh cinta mengikuti perasaan Permaisuri terlebih dahulu kepada Yuan.
Yuan menegang, apa Yie Er tahu mengenai rencananya dengan membunuh Gegenya Panglima Besar Zilong?
"Kami tidak membicarakan apapun. Hanya saja Menteri Taio ingin kembali bertugas mengenai tugas di istana."
Yie Er menatap Yuan lamat-lamat. Pria di depannya tidak bisa membohongi dirinya. Pasti ada sesuatu yang disembunyikan, bukan itu maksud kedatangan Selir Pertama dan Menteri Taio.
"Ah begitu. Tapi bukankah Menteri Taio adalah Menteri tingkat rendah. Dan Menteri tingkat rendah hanya boleh mengerjakan tugas tingkat kota seperti menjaga kemakmuran desa-desa di kota itu?
"Ya, kau benar. Tapi, Zhen akhir-akhir ini merasa perlu sedikit tenaga kerja lagi. Agar Zhen bisa menghabiskan waktu dengan Permaisuri Zhen!" Yuan memeluk Yie Er, menelusupkan kepalanya di sela-sela leher seputih susu itu. Tanpa melihat yang dipeluknya.
__ADS_1
"Haha… begitu ya?" Tangan Yie Er dengan enggan membalas pelukan Yuan. Dia tidak mau membuat Yuan curiga jika tak membalas pelukannya.