Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
71 Kenangan untuk Yie Er


__ADS_3

"Terimakasih Kaisar Faing!" ucap Yie Er tersenyum lebar.


Yie Er membolak-balikan tusukan rambut itu dengan senyuman,Kaisar Faing terus memandang Yie Er dalam diam.Permaisuri dihadapannya ini begitu terlihat berbeda,dirinya seperti telah mengenal Yie Er.Mungkin kelak dirinya dan Permaisuri Kaisar Yuan ini akan berteman baik bahkan mungkin bersahabat.


"Justru Kaisar ini yang harus berterimakasih kepada Permaisuri,jika bukan karena Permaisuri Kaisar ini tak akan bisa menemui peramal itu," ucap Kaisar Faing melangkahkan kakinya.


"Kaisar Faing mengapa kau percaya dengan itu semua?" tanya Yie Er penasaran sesekali melihat perayaan yang masih ramai.


"Entahlah Kaisar ini pun tak tahu,tapi yang pasti didunia ini semua orang akan percaya dengan yang namanya ramalan.Dan Kaisar ini akan mencari sesuatu yang berharga yang dilihat Kaisar ini meski harus berperang melawan kerajaan lain," ucap Kaisar Faing melirik Yie Er.


"Hmm ya tapi sayang Permaisuri ini tak percaya dengan yang namanya ramalan atau apapun itu," ucap Yie Er balik melirik.Kaisar Faing hanya terkekeh geli mendengar ucapan Yie Er.


"Hmm Permaisuri ini ingin bertanya?" ucap Yie Er ragu,melirik Kaisar Faing tak enak.


"Ya bertanyalah," ucap Kaisar Faing heran.


"Berapa umur Kaisar Faing? karena Permaisuri ini lihat Kaisar Faing lebih muda dari Kaisar lainnya," ucap Yie Er dal satu tarikan nafas.


"Kaisar ini berumur 20 tahun," ucap Kaisar Faing melirik Yie Er tersenyum geli.


Belum sempat Yie Er menjawab,dari jarak lumayan dekat terdengar suara teriakan. "Permaisuri...!" teriak Rei Rei melambaikan satu tangannya begitupun dengan Yu Are dan tabib Chau Ci.


Mereka sesegera mungkin menghampiri Yie Er dan Kaisar Faing dengan senyuman merekah lebar.


"Permaisuri kami mencari Permaisuri di seluruh perayaan,ternyata Permaisuri berada di sini dengan Kaisar Faing," ucap Yu Are melirik Kaisar Faing terang-terangan.


Kaisar Faing yang dilirik hanya diam canggung dengan wajah tanpa ekspresi seperti biasanya.


"Kalian tak usah mencari Permaisuri ini,dan apakah kalian membeli sesuatu di perayaan ini?" tanya Yie Er tersenyum paksa.

__ADS_1


"Ahh kami tak membeli sesuatu Permaisuri,tapi yang terpenting kami menemukan Permaisuri.Dan apakah Permaisuri ingin membeli sesuatu? uang Permaisuri ada pada kami," tabib Chau Ci bertanya dengan satu tarikan nafas.Dia merasa tak canggung lagi jika berbicara dengan Yie Er ataupun yang lainnya.


"Ahh hmmm,Permaisuri ini hanya membeli makanan," ucap Yie Er menutupi tusukan rambut dari Kaisar Faing di balik pakaiannya.


Mendengar jawaban Yie Er mereka terdiam memperhatikan Jungjungan mereka.


Yie Er hanya diam canggung begitupun dengan Kaisar Faing yang ikut terdiam.Mereka diam tak bergerak tanpa obrolan dan apapun itu seperti yang mereka lakukan barsama sebelum Yu Are,Rei Rei,dan tabib Chau Ci datang.


Yie Er menggerutu dalam hati dengan suasana yang tercipta.sekarang suasananya jadi terasa canggung,apalagi ketiga wanita di hadapannya terus mengamati dirinya.


Lama mereka terdiam,Kaisar Faing merasa tak tahan,dia pada akhirnya memecahkan keheningan yang tercipta.


"Ah yah Kaisar ini lupa,Kaisar ini harus bersiap-siap untuk pemberangkatan Kaisar ini kembali ke kerajaannya," ucap Kaisar Faing menepuk jidat nya sendiri salah tingkah.


Kasar Faing pun lupa jika dirinya akan melakukan pemberangkatan besok pagi ke kerajaannya.Begitupun dengan Kaisar dari kerajaannm lainnya yang akan kembali ke kerajaan mereka.


"Ya,Permaisuri ini pun akan segera kembali Ke istana,terimakasih Kaisar Faing untuk tusuk rambut yang cantik ini!" ucap Yie Er mengangkat tusuk rambut dari Kaisar Faing tanpa sadar.


"Ya sama-sama Permaisuri Yie Er,jika begitu Kaisar ini undur diri!" ucap Kaisar Faing menundukkan sedikit kepalanya,berlalu pergi dari hadapan Yie Er,dan ketiga wanita pelayan setia Yie Er.


Mereka berpisah di pertengahan perayaan dengan saling melambaikan tangan tanda perpisahan.Yie Er masih belum menyadari jika dirinya menunjukan tusuk rambut dari Kaisar Faing.


"Permaisuri! tusuk rambut itu,apa tusuk rambut itu pemberian dari Kaisar Faing?" tanya Rei Rei tergagap.


"Hah tusuk rambut," seru Yie Er terbengong.


"Ya tusuk rambut yang di pegang Permaisuri," ucap Yu Are menunjuk tusuk rambut pemberian Kaisar Faing.


"Hmm ya,tapi kalian jangan salah menduga.Tusuk rambut ini diberikan Kaisar Faing sebagai kenang-kenangan,dan tanda terimakasih," ucap Yie Er terburu-buru.

__ADS_1


"Benarkah? kami mengira jika Permaisuri meminjam uang untuk membeli tusuk rambut itu kepada Kaisar Faing," ucap Rei Rei bernafas lega.


"Ahh sudahlah,mana mungkin Permaisuri ini meminjam uang," ucap Yie Er kesal melangkahkan kakinya menjauhi Yu Are,Rei Rei,dan tabib Chau Ci.


"Permaisuri! Anda akan pergi kemana...?!" teriak Yu Are.


Mereka berlari mengejar Yie Er,rakyat Dinasti Han melihat Yie Er dan ketiga pelayannya tersenyum senang.Tak biasanya mereka melihat Jungjungan dan seorang pelayan akrab seperti itu.


"Permaisuri ini akan pulang ke kediaman,jika kalian ingin membeli sesuatu dalam perjalanan pulang belilah! gunakan saja uang Permaisuri ini," ucap Yie Er tanpa melihat para pelayan setianya.


"Ahh terimakasih Permaisuri,tapi kami hanya akan menggunakan uang Chau Ci saja.Benar begitu Chau Ci?" seru Yu Are melihat tabib Chau Ci.


"Hmm ya itu benar," ucap tabib Chau Ci penuh keterpaksaan.


"Baiklah,Permaisuri ini tak memaksa," ucap Yie Er acuh tak acuh.


Disepanjang perjalanan pulang sesekali mereka membeli perhiasan,pakaian atau apapun itu.


Semua yang mereka beli hanya untuk Yie Er yang tak mengetahui jika semua itu untuk dirinya,dan tentunya mereka membeli menggunakan uang tabib Chau Ci.


Mana mungkin mereka menggunakan uang Yie Er,jika uang yang dimiliki Yie Er hanya tersisa 100 teal emas saja.


Sementara uang tabib Chau Ci melebihi dari 5.000 teal emas dan 7.000 teal perak,itu adalah tabungan dari tabib Chau Ci yang boleh digunakan demi Jungjungannya.


"Ahh lelahnya,apa kalian merasa lelah jika? jika lelah segeralah beristirahat hari sudah sangat malam!" ucap Yie Er memandang mereka khawatir.


"Ahh tidak Permaisuri,kami belum merasa lelah," ucap Rei Rei meletakkan barang-barang yang dibeli mereka bersama dengan Yu Are dan tabib Chau Ci.


"Tidak lelah? apa Permaisuri ini buta? jelas-jelas kalian kelelahan.Sekarang pergilah dan beristirahat!" pinta Yie Er tak terbantahkan.

__ADS_1


"Baiklah Permaisuri," ucap mereka bertiga serempak memandang haru Yie Er.


Mereka pergi meninggalkan Yie Er seorang diri dikediaman Xauli yang tengah memandang tusuk rambut dari Kaisar Faing dengan senyuman di bibirnya.


__ADS_2