
Yie Er mengganti pakaiannya menjadi lebih sederhana dengan hanya pakaian putih saja.Yie Er terduduk di peraduan memikirkan bagaimana Selir Pertama sekarang? Ahh dirinya sangat amat bahagia
jika setiap hari dirinya mempermainkan Selir Pertama seperti ini mungkin Dinasti Han akan penuh dengan gerutuan kekesalan Selir Pertama.
Dia kediaman Selir Pertama saat ini terjadi keributan,Selir Pertama marah layaknya seorang anak kecil.Kediaman Selir Pertama bagai kapal pecah saja,Faing Yu dan yang lainnya mencoba menenangkan.Huh nasib-nasib memang tak bisa diduga,kasian sekali Selir Pertama bagai seorang putus asa.Untung saja tak ada seseorang pun yang melihat bagaimana Selir Pertama selain Faing Yu dan yang lain.
"Dasar Permaisuri lemah tak berguna biadab! akan Selir ini bunuh kau hingga ke akar-akar nya!" Selir Pertama berteriak cukup keras menarik kain peraduan miliknya kencang.
Pranggg...!
"Arrghhhh...! akan Selir ini buat semua orang membenci mu Permaisuri sialan...!" Selir Pertama kembali berteriak lebih kencang dengan melempar sebuah kotak di sampingnya kelantai.
Faing Yu hanya bisa diam menutup kedua telinganya dengan tangannya,ada-ada saja Jungjungannya ini bagaimana bila ada seseorang yang mendengar teriakannya.Dan karena itu rencana yang telah disusun sedemikian rupa akan hancur dalam sekejap.
"Selir Pertama berhentilah berteriak! saya takut akan ada seseorang yang mendengar teriakan Selir Pertama." Faing berucap takut-takut bila Jungjungannya akan menyemprot dirinya dengan amarah.
"Diam kau! seharusnya kau tak berkata seperti itu kepada Selir ini...!"
"Maaf jika saya lancang!" ucap Gaing Yu menunduk.
Benar apa yang dirinya pikirkan jika Jungjungannya akan menyemprotkan amarah kepadanya.
"Ya Selir ini maafkan,sekarang kalian pergilah siapakan rencana yang sudah Selir ini susun sedemikian rupa! Selir ini ingin dalam beberapa minggu kedepan rencana yang telah tersusun berjalan lancar." Selir Pertama tersenyum miring mengerikan berucap santai mengibaskan tangannya santai.
"Dann ohh Selir ini lupa,kerjakan semuanya dengan apik! jika tidak Selir ini akan mengganti kalian dengan yang baru!" ancam Selir Pertama.
Faing Yu dan yang lain merasa biasa-biasa saja,tohh Jungjungan mereka tak akan mengganti mereka.
__ADS_1
Mereka mulai melakukan apa yang Selir Pertama minta.Hanya Faing Yu dan kedua orang pelayan yang pergi dari kediaman Selir Pertama untuk melakukan rencana yang telah disusun dengan apik nya.Para pelayan-pelayan lainnya tetap berada ditempat menemani Selir Pertama dan merapikan kekacauan yang Jungjungan mereka lakukan.
Faing Yu dan kedua pelayan lainnya mulai berpencar,pas sekali sekarang malam semakin gelap,mereka harus cepat-cepat melakukan pekerjaan mereka.
Sementara di kediaman Xauli kini Yuan terlihat sudah melakukan apa yang dilakukannya tadi.Yuan berdiri di samping peraduan menghadap cermin besar Yie Er,membenahi pakaian tidurnya yang hanya menggunakan celana kain putih panjang.Tanpa pakaian atasnya sehingga kini Yie Er melihat Yuan berdiri dengan gagahnya memamerkan bahu lebar dan perut roti sobeknya.Terlihat jantan sekali,enak untuk menjadi objek cuci mata.
Ahh malam ini pasti akan menjadi malam yang seru,pikiran Yie Er mulai berpencar memikirkan apa yang akan terjadi.
"Ekhmm...!" dehem Yuan melirik Yie Er yang tengah memandangnya.
Yie Er balas melirik, "Ya,apa ada sesuatu yang dibutuhkan?" tanya Yie Er tersenyum menggoda,menatap Yuan sayu.
"Zhen...! ekhmm Zhen akan memulai nya," ucap Yuan tergugu.
Ahh sial tak biasanya dirinya menjadi pria jantan bodoh dihadapan wanita tak berdaya.Mengapa ucapannya terkesan pria yang baru akan melakukan sebuah hubungan?
Berpura-pura tak tahu apa yang Yuan ucapkan,aduh ini akan seru bahkan sangat seru.
Maafkanlah Permaisuri dari masa depan ini Yie Er bila membuatmu marah melihat ini.Tapi ini demi kita,dirinya harus melakukan ini.
Yuan terdiam mematung,apakah Permaisuri yang baru dicintainya kini terlalu kolot hingga tak tahu apa yang akan mereka berdua lakukan.
"Memulai apa yang seharusnya dilakukan seorang Kaisar kepada Permaisurinya," ucap Yuan datar menutupi ekspresi jengkelnya.
"Baiklah Permaisuri ini mengerti," ucap Yie Er berdiri dengan pelan nya,berjalan perlahan-lahan kearah dimana Yuan berdiri.
Yuan terdiam tanpa reaksi,tubuhnya diam tak bergerak mata merah tajam nya mengikuti kemana Yie Er pergi.
__ADS_1
Tubuh Yuan menegang,Yie Er berjalan ke belakang nya menyentuh dadanya hanya dengan jari telunjuk milik Yie Er.
Dalam hati Yie Er terkekeh geli,ahh pasti malam ini akan sangat seru dan malam yang tak akan pernah dirinya lupakan.
Setelah apa yang Yie Er lakukan kepada Yuan,ternyata eh ternyata Yie Er bukannya menggoda Yuan dengan sentuhannya lagi tetapi Yie Er malah menutup jendela yang terbuka.
"Yang Mulia mari kita mulai apa yang harus kita lakukan," ucap Yie Er mengelus tubuh Yuan dari belakang.
Perlahan-lahan Yuan mulai menutup mata meresapi sentuhan Yie Er ditubuhnya.Meresapi jari-jemari Yie Er yang tengah menari-nari didada bidangnya.
"Yang Mulia... apa sebaiknya kita mematikan pelita terang ini," ucap Yie Er berjalan melepaskan diri dari tubuh kekar Yuan.
"Hmmm...!" Yuan hanya berdeham saja menanggapi ucapan Yie Er yang terasa seperti sebuah godaan saja.
Yie Er mematikan pelita dengan tiupannya tanpa mengalihkan pandangannya kemanapun,hanya kepada Yuan yang juga tengah memandang dirinya mendamba.
Yuan masih berdiri memandang Yie Er,begitupun dengan Yie Er yang hanya terdiam asik memberikan Yuan tatapan menggoda.
"Yang Mulia emmm... mengapa kau hanya diam?" ucap Yie Er mengangkat tangannya keatas,menyentuh puncak kepalanya sendiri dengan mulut menguap.
"Yie Er,Zhen ingin...!"
"Ahhh Yang Mulia ingin tidur umm... dengan Permaisuri ini!" ucap Yie Er berjalan menghampiri Yuan perlahan-lahan.
Yie Er menatap Yuan kini dengan tatapan sayu nya,menuntun Yuan tepat disisi peraduan.Yuan terdiam menerima apa yang Yie Er lakukan kepada tubuhnya.
Yie Er perlahan-lahan mendorong tubuh Yuan terjatuh ke peraduan,kemudian secara perlahan pula Yie Er merangkak mendekati Yuan yang tengah memandang Yie Er intens.
__ADS_1