Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
72 Pergi


__ADS_3

"Bagus sekali tusuk rambutnya,tapi sayang bukan Yuan yang memberikan nya kepadaku melainkan Kaisar Faing.Pasti Yie Er di atas sana merasa sedih melihat semua ini," gumam Yie Er mengangkat tusuk rambutnya tinggi-tinggi.


"Permaisuri ini akan menyimpan ini dengan baik," ucap Yie Er meletakkan tusuk rambut dari Kaisar Faing kedalam sebuah kotak panjang.


Yie Er terdiam menatap atap kediaman Xauli,ahh lagi-lagi pikirannya bertemu dengan kejadian di kedai peramal itu.Dirinya bisa gila bila terus mengingat apa yang dilihatnya di bola peramal itu.Yie Er akan melupakan itu semua,melupakan apa yang terjadi,apa yang dilihatnya hanya halusinasi semata.


Tanpa disadari Yie Er telah terlelap di peraduan dengan posisi terlentang.Ditemani gelapnya malam penuh keheningan,tidak dengan perayaan nya yang masih ramai dengan rakyat Dinasti Han dan anggota kerajaan lain.


Yuan telah kembali ke kediamannya dengan perasaan marah bersama kasim-kasim setia yang mengikutinya.


Sekarang Yuan terdiam di kediamannya seorang diri,memandang bulan yang bersinar terang.Dirinya mengingat saat Yie Er berjalan dengan Kaisar Faing,hatinya merasa marah dan sakit.


Kadua tangan Yuan mengepal kuat pikirannya hanya dipenuhi Yie Er dan Yie Er,bukan Selir Pertama.


Entah apa yang terjadi dengan Selir Pertama sehingga batang hidungnya saja tak terlihat di perayaan.Yuan tak peduli lagi dengan Selir Pertama yang dirinya pedulikan adalah Yie Er.


Tidak salah lagi perasaan asing dihatinya ini adalah cinta,ya dirinya mencintai Yie Er sang Permaisuri yang dulu dirinya hina dan cemooh.


Entah dari kapan perasaan ini muncul,tapi yang pasti jiwa dalam dirinya berontak ingin mengurung Yie Er dalam pelukannya.


Dia akan mendapatkan Yie Er apapun caranya,dan itu akan sangat mudah karena Permaisuri nya itu mencintai dirinya melebihi apapun.


Yuan membaringkan tubuh kekarnya di peraduan,memandang atap ke-emasan kediamannya.

__ADS_1


Yuan terlelap dengan senyuman di bibirnya,memimpinkan Yie Er.Dia akan menjadikan Yie Er miliknya untuk selamanya,dirinya mencintai Yie Er,hatinya berteriak saking senangnya.


Malam yang penuh dengan kenangan indah dan buruk kini berlalu tanpa disadari semua orang.Mereka terlalu sibuk meresapi kenangan indah yang tersimpan didalam ingatan mereka.


Pagi-pagi sekali semua orang sibuk mempersiapkan pemberangkatan Kaisar-Kaisar ke kerajaan nya.


Beberapa saat lagi Kaisar-Kaisar itu akan berangkat ke kerajaannya masing-masing.Yuan tengah memberikan beberapa kata-kata perpisahan kepada para Kaisar,Permaisuri dan Selir,serta beberapa hadiah cenderamata khas dari Dinasti Han seperti pakaian dan perhiasan.


Kaisar Faing terdiam tanpa ekspresi di wajah tampan nya,dalam hati Kaisar Faing mencari-cari Yie Er yang belum terlihat.


Kaisar Yeun memandang Kaisar Faing heran,tak biasanya Kaisar Faing bersikap diam tanpa ekspresi. Padahal Kaisar Faing selalu berisik dengan sifat humoris,santai nya tetapi sekarang terkesan sangat dingin dan misterius.


"Baiklah semua,Zhen mengucapkan terimakasih kepada Kaisar-Kaisar untuk Zui Qiang! Para prajurit Zhen yang akan mengawal setiap rombongan Kaisar-Kaisar kembali ke kerajaannya dengan selamat," ucap Yuan datar dengan sorot mata memandang Kaisar Faing tajam.


"Baiklah semua prajurit-prajurit Zhen telah menunggu di halaman Istana," ucap Yuan masih memandang tajam Kaisar Faing.


Mereka semua pergi ke halaman Istana Dinasti Han,begitupun dengan Kaisar Faing.


Yie Er masih belum datang untuk melihat kepergian para Kaisar-Kaisar.


Mereka semua gapergi diantara prajurit-prajurit Dinasti Han dengan para Permaisuri dan Selir berada di dalam tandu-tandu,dan para Kaisar berada diatas kudanya masing-masing.


Setelah mereka semua pergi Yie Er masih belum terlihat,Kaisar Faing pergi tanpa melihat Yie Er.Kaisar Faing sekarang akan dikenal dengan Kaisar dingin bukan lagi sebagai Kaisar humoris yang di idam-idamkan para Permaisuri dan Selir.

__ADS_1


"Yu Are! apakah Kaisar-Kaisar telah pergi?" tanya Yie Er resah.


"Ya Permaisuri," seru Yu Are yang tengah mempersiapkan bak mandi Yie Er.


"Mengapa kalian bertiga tak membangunkan Permaisuri ini? Permaisuri ini ingin melihat kepergian para Kaisar.Dan lagi tak biasanya Ibu Suri Agung dan Ibu Suri tak mengunjungi kediaman Permaisuri ini?" gerutu Yie Er.


Rei Rei dan tabib Chau Ci yang tengah merapikan pakaian yang dibeli mereka saat di perayaan tersenyum geli melihat ekspresi Yie Er.


"Karena kami merasa tak tega membangunkan Permaisuri yang tengah tertidur lelap.Serta Ibu Suri Agung dan Ibu Suri tengah melepas kepergian Kaisar-Kaisar," ucap Yu Are.


"Ahh dan ya,Permaisuri kami lupa memberitahu Permaisuri bahwa Panglima Agung Zerang tengah pergi ke sekte di Utara," ucap Yu Are menepuk pelan jidat nya.


"Pergi? mengapa tiba-tiba?"


"Saya tidak tahu Permaisuri,lebih baik sekarang Permaisuri lekas membersihkan diri," ucap tabib Chau Ci menatap pakaian untuk Yie Er di peraduan.


"Ahh ya Permaisuri ini harus mandi," ucap Yie Er lekas membersihkan diri dibantu Yu Are dan Rei Rei.


"Pakaian siapa ini? seperti terlihat baru," gumam Yie Er mengambil pakaim yang disiapkan tabib Chau Ci di peraduan.


"Permaisuri itu adalah pakaian Anda,dan masih banyak lagi serta beberapa perhiasan seperti tusuk rambut.Saya dan Rei Rei telah meletakkan semua itu ditempat seharusnya," seru tabib Chau Ci tersenyum lebar.


"Dari mana kalian mendapatkan ini semua? apa jangan-jangan saat di perayaan kalian membeli semua ini untuk Permaisuri ini? dan kalian membeli ini semua menggunakan uang Chau Ci?" Yie Er bertanya memicingkan mata nya curiga ke arah ketiga pelayan setianya.

__ADS_1


"Ahh ya,tapi Permaisuri tenang saja Chau Ci tak keberatan jika uang tabungannya dipakai.Benar begitu Chau Ci? lagi pula kita hanya mengunakan 600 teal emas saja untuk membeli pakaian yang indah-indah ini." Rei Rei berucap senang manatap beberapa pakaian yang dipilihnya.


__ADS_2