
"Permaisuri! sudahlah janganlah membela dirimu dengan menghina orang lain! Selir ini tahu bila kau berbicara seperti itu karena dirimu tak bisa berbangga diri," ucap Selir Pertama memandang Yie Er kasihan.
"Ahaha...! Selir Pertama saya tak ingin membuang waktu untuk berbangga diri.Karena Permaisuri ini telah merasa bangga,oleh karena itu ada seseorang yang menginginkan menjadi Permaisuri seperti Permaisuri ini," ucap Yie Er tertawa mengejek.
Yie Er merasa muak,ingin sekali dirinya menembak kepala Selir Pertama itu dengan sekali tembakan,tapi sayang di dunia ini tak ada yang namanya tembakan yang ada hanyalah pedang,tombak,dan senjata abad 21 lainnya.
"Ahh sudahlah Permaisuri,melayani Anda sama saja dengan berbicara dengan sebongkah batu," cibir Selir Pertama tak suka.
"Ya kau benar Selir Pertama Xiou Ying,kami disini merasa bosan mendengar ucapan Permaisuri Yie Er yang terus membanggakan diri tanpa tahu apa yang akan ia banggakan," ucap Permaisuri Luie Fei melirik sinis Yie Er.
Semua Permaisuri dan Selir kini melirik Yie Er sinis bahkan ada yang memandangi Yie Er kecuali salah sorang Permaisuri yang terlihat tak peduli.
Ingin sekali Yie Er berkata,apakah dirinya begitu agung hingga harus dipandang dan dilirik? namun dirinya terlalu malas untuk berucap.
"Ya kau benar Permaisuri Luie Fei,akankah lebih baik kita memulai acara jamuan makan ini!?" ucap seorang Selir dengan lirikan mata kearah Yie Er.
Sungguh melihat lirikan itu Yie Er merasa ingin sekali mencongkel bola mata meraka satu persatu.Lirikan itu adalah hinaan baginya,dia akan berkali-kali lipat memberi rasa sakit kepada mereka,tunggu saja itu.
"Anda benar Selir Dhau,kita hanya membuang waktu dengan melayani Permaisuri Yie Er,akan lebih baik kita memulai racikan teh ini dan mencicipinya mulai dari teh buatan Permaisuri Luie Fei diakhiri dengan Selir ini sambil memakan beberapa makanan yang telah tersedia," ucap Selir Pertama melirik Yie Er sinis.
__ADS_1
"Ya anda benar Selir Xiou Ying,mari kita mulai acara racikan teh ini," ucap Permaisuri Luie Fei.
"Ya mari kita mulai,di depan setiap Permaisuri dan Selir telah disediakan rempah-rempah teh nya agar terasa lebih enak dan alat meracik tehnya," ucap Selir Dhau memulai acara jamuan makan khusus Permaisuri dan Selir.
Terlihat bila semua Permaisuri dan Selir mulai meracik teh seenak mungkin,kadang mereka mencampurkan sejenis rempah ke dalam racikan mereka.
Dari semua Permaisuri dan Selir terlihat dua orang duduk bersebelahan terlihat lebih serius dibandingkan yang lain.Mereka adalah Yie Er dan Selir Pertama,Yie Er mulai mengambil beberapa tanaman yang menurut nya bisa ia gunakan untuk membuat racun.Jika kalian bertanya bagaimana bisa Yie Er membuat racun? sementara dulu ia hidup di jaman modern? Kalian pastilah lupa jika Yie Er adalah seorang Mafia yang dituntut mengetahui dan menguasai segala hal.
Dia tahu beberapa tanaman yang jika digabungkan akan bisa membuat racun yang tak bisa terdeteksi,tak bisa tercium,dan reaksi meminum racun itu akan merasakan rasa sakit di sekujur tubuh hingga beberapa jam sampai satu hari,tergantung dari rempah-rempah yang dicampurkan.
Dan Yie Er akan membuat mereka merasakan sakit hanya beberapa jam,tetapi sangat amat sakit melebihi apapun ketika mereka menggerakkan tubuh.Terutama dengan Selir Pertama akan Yie Er buat dirinya merasakan sakit melebihi Permaisuri dan Selir yang lain.
Yie Er tahu bila Selir Ular itu akan mencampurkan racun ke dalam minuman yang akan diberikan kepadanya.Dirinya juga tahu pelayan yang memata-matai nya adalah suruhan dari pelayan Selir Pertama.
Selir pertama meracik racun dengan serius,ia akan membuat racun Xui jika dicampurkan dengan teh tak tercium agar orang lain tak merasa curiga.Sungguh hatinya merasa berbunga-bunga sebentar lagi Permaisuri lemah tak berguna itu akan meminum racun Xui.
Sekian lama berlalu para Permaisuri dan Selir telah menyelesaikan racikan teh mereka.Begitupun dengan Yie Er dan Selir Pertama,terlihat bila Selir Pertama memisahkan satu cangkir yang berisi racun Xui ke sisi kanannya.
Melihat itu Yie Er tersenyum menyeringai,akan dia minum sedikit minuman itu agar Selir Pertama tak merasa curiga kepadanya.
__ADS_1
"Apakah teh buatan Permaisuri dan Selir semua telah selesai? Selir ini telah menyelesaikan teh racikan enak Selir ini," ucap Selir Pertama tersenyum bangga.
Karena dari dulu racikan tehnya lah yang terenak dari yang lain,dan racikan Yie Er adalah yang terburuk.
Tetapi kini berbeda,racikan teh buatan Yie Er adalah yang terenak meskipun di dalamnya terdapat racun mengerikan.
"Ah kami telah selesai sedari tadi Kakak kedua,hanya saja kami menunggu teh racikan Anda yang enak itu, dan racikan teh Kakak pertama yang terasa sepat ketika meminum nya," ucap Selir ketiga Yuan melirik Yie Er mencemooh.
Jika ditanya bila Yuan mempunyai berapa Selir? jawabannya adalah empat Selir dengan satu Permaisuri,dari mereka semua,sekarang ini Selir Pertama lah yang paling disayangi dan dicintai tidak tahu kedepannya.
"Haha kau benar Adik keempat,teh Permaisuri ini terasa sepat saking enaknya," ucap Yie Er tertawa pelan.
"Permaisuri Yie Er kita akan tahu mana yang terenak setelah mencicipi nya," ucap seorang Selir terlihat paling sederhana dari yang lain,dan sepertinya dia tak banyak tingkah.
"Kau benar adik kedua," ucap Selir Dhau melirik Yie Er sinis.
"Baiklah mari kita mulai,sesuai dengan yang Selir Pertama Xiou Ying ucapkan jamuan makan ini dimulai dari Permaisuri Luie Fei diakhiri oleh Selir Pertama Xiou Ying," ucap salah seorang Permaisuri yang sedari tadi hanya diam terlihat tak ingin mengeluarkan suaranya.
Jika Yie Er lihat,tipe orang tenang tak peduli seperti Permaisuri itulah orang yang patut dijauhi.Menurut pengalamannya di dunia Mafia orang seperti dia adalah orang dengan sejuta akal jahat.
__ADS_1
"Baiklah Permaisuri Bai Lu mari kita mulai," ucap Permaisuri Luie Fei,seorang pelayang Istana biasa suruhan Faing Yu mulai menuangkan racikan tehnya kedalam masing-masing cawan kecil dihadapan para Permaisuri dan Selir.
Yie Er melihat bila lirikan mata pelayan itu terus mengarah kepada Selir Pertama.Yie Er tahu pelayan itu tengah merasa takut,bila ia salah memberikan cangkir yang terdapat racun itu ke padanya.