
"Selir Pertama,racikan teh buatmu enak.Tapi Ibu Suri ini mendengar jika racikan teh buatan Permaisuri lah yang terenak sekarang ini.Apakah itu benar?" tanya Ibu Suri menaikan satu alisnya.
Selir Pertama diam memandang Ibu Suri,ahh jika saja dirinya saat ini tidak menjalankan rencananya.Akan dirinya pastikan kedua wanita tua dihadapannya kini hanya tinggal nama.
"Ya itu benar Ibu Suri.Permaisuri dan Selir dari kerajaan ataupun Dinasti lain berpendapat sama." Selir Pertama tersenyum manis menyembunyikan kedua tangannya yang mengepal.
"Selir Pertama,Ibu Suri Agung rasa kami akan kembali ke kediaman kami.Lagipula perut ini kenyang setelah memakan makanan buatan Permaisuri Yie Er tadi," ucap Ibu Suri mengusap perutnya pelan.
Ibu Suri melirik Ibu Suri Agung begitupun dengan Selir Pertama yang sebisa mungkin menutupi kekesalannya.
"Ahh ya Ibu benar.Kami tak sanggup menghabiskan racikan teh Selir Pertama,terlebih lagi karena sekarang racikan teh Permaisurilah yang terenak," ucap Ibu Suri tersenyum sopan.
Ohh begitu dongkolnya dirinya dengan kedua wanita dihadapannya ini.Untung saja mereka akan segera pergi dari kediamannya.Cukup sudah hari ini untuk nya berpura-pura bersikap baik kepada semua orang.Dirinya butuh ketenangan dengan mendengar reaksi rakyat yang akan kembali berpihak padanya,dan melihat dirinya sebagai seorang Selir baik hati.
"Ahh ya mari Selir ini antar kalian kedepan kediaman! Lagipula Selir ini membuat sedikit racikan teh," ucap Selir Pertama sambil berdiri dari duduknya.
"Hmmm," dehan Ibu Suri Agung dan Ibu Suri serempak ikut berdiri.
Ibu Suri Agung dan Ibu Suri melihat para pelayan setia mereka,begitupun dengan Selir Pertama.Merasa jungjungannya melihat mereka berdua,kedua pelayan Selir Pertama mengguk mengerti.
"Ibu Suri Agung,Ibu Suri,mohon terimalah ini sebagai permintaan maaf Selir ini.Selir ini tahu apa yang ada ditangan Selir ini tidak dapat mengubah segalanya.Tapi terimalah ini sebagai seorang mertua kepada menantunya," ucap Selir Pertama menyodorkan sebuah vas cantik.
Selir Pertama tahu,kedua wanita tua dihadapannya ini sangat menyukai sejenis benda seperti vas.
"Ahh terimakasih Selir Pertama,kami menerima ini sebagai bentuk menghargai kepada menantunya.Karena koleksi vas kami sangat banyak,karena dulu Yie Er selalu memberikan vas kepada kami," ucap Ibu Suri Agung menyerahkan vas dari Selir Pertama kepada pelayan setianya.
Lagi-lagi dirinya harus menahan amarah yang tengah membuncah ini dihadapan kedua wanita tua dihadapannya.Cepatlah pergi wanita-wanita tua,Selir ini ingin melampiaskan amarah yang tengah membuncah ini.
__ADS_1
"Ahh jika begitu syukurlah kalian memberitahu Selir ini.Jika tidak Selir ini mungkin akan memberikan vas lagi dan lagi," ucap Selir Pertama terkekeh kecil seolah tak menampung beban.
"Hmm," deham Ibu Suri Agung tak terlalu menanggapi.Berlalu pergi bersama Ibu Suri tanpa mempedulikan Selir Pertama yang tengah mengepalkan tangannya kuat.
"Nanti ataupun besok Selir ini akan berkunjung ke kediaman kalian," ucap Selir Pertama menunduk memberi hormat didepan kediamannya kepada Ibu Suri Agung dan Ibu Suri.
Kedua wanita paruh baya itu lagi-lagi menganggapi dengan dehaman.Berlalu pergi tanpa peduli dengan Selir Pertama.
melihat kedua wanita tua dihadapannya kini telah pergi Selir Pertama bergegas masuk kedalam kediamannya.Menumpahkan segala amarah yang sedari tadi ditahan nya.Dan memikirkan apa yang dilakukan Permaisuri lemah tak berguna itu dengan Yuan.
Mungkin Permaisuri lemah tak berguna itu tengah menggoda pria yang mencintai nya.Ahh bersenang-senanglah sekarang agar nanti sakitnya begitu terasa.
Setelah menghabiskan makanan yang bernama pizza buatan Permaisurinya.Yuan memandang Yie Er intens,apakah dirinya harus bertanya sekarang,agar keresahan dihatinya hilang?
Ahh ya dirinya harus segera bertanya,akan semua yang ada pada pikirannya.
"Bertanya? hmm tentu saja boleh," ucap Yie Er heran menatap Yuan aneh.
"Zhen ingin bertanya,apa saja yang kau lakukan saat di perayaan dengan Kaisar Faing?" tanya Yuan memandang intens Yie Er.
Dalam benaknya Yie Er tahu,pria dihadapannya ini tengah mengorek informasi darinya.Emmm tak apa mungkin bila dirinya mengerjai Yuan? Sesekali dirinya ingin mendapatkan hiburan ditengah siasat-siasat Istana.
"Permaisuri ini mengelilingi perayaan,sesekali menghampiri beberapa kedai.Ohh sungguh Kaisar Faing saat itu sangat jantan.Bahkan Kaisar Faing membelikan Permaisuri ini sebuah tusuk rambut,sebagai kenang-kenangan." Yie Er memandang ke langit biru diatas sana sambil tersenyum-seyum.
Yie Er tak menceritakan mengenai apa yang dialami dirinya dan Kaisar Faing di kedai peramal itu.Bisa berabe jika dirinya menceritakan itu semua kepada Yuan.
"Apa? Zhen bahkan bisa membelikan beribu tusuk rambut yang lebih indah dari Kaisar Faing.Jika Permaisuri Zhen mau maka Zhen akan membelinya sekarang!" ucap Yuan kesal.
__ADS_1
Rahang Yuan mengeras memandang Yie Er dalam-dalam.Dirinya akan menghabisi Kaisar Faing jika itu perlu.Berani-beraninya Kaisar Faing memberikan sebuah tusuk rambut kepada Permaisurinya atas dasar pribadi.
"Ahh tidak perlu Yang Mulia! Permaisuri ini merasa cukup dengan tusuk rambut yang diberikan Kaisar Faing.Lagi pula tusuk rambut Permaisuri ini banyak dan tusuk rambut dari Kaisar Faing sangat cantik," ucap Yie Er tersenyum manis sedikit melirik kepada Yuan.
Rahang Yuan lagi-lagi mengeras mendengar penuturan Permaisurinya yang membuat dirinya merasa cemburu sampai ke akar-akarnya.
"Tidak tusuk rambut yang Zhen beli pasti lebih cantik dari tusuk rambut Kaisar Faing," bantah Yuan bersikeras.
"Benarkah? tapi Permaisuri ini merasa sungguh tak perlu.Permaisuri ini ingin sesuatu yang berbeda," ucap Yie Er tersenyum penuh arti.
Yuan memandang Yie Er intens,apa yang akan diminta Permaisurinya ini? Sebisa mungkin dirinya harus mewujudkan apa yang diminta Yie Er.Mana mungkin dirinya kalah dalam memberikan sesuatu oleh Kaisar Faing yang bukan siapa-siapa.
Yuan menatap Yie Er penuh harap, "Zhen akan mengabulkan apa yang diminta Permaisuri," ucap Yuan mantap.
"Benarkah?!" seru Yie Er menutup mulut pura-pura terkejut akan ucapan Yuan.
"Ya benar," Yuan mengangguk mantap.
"Jika Yang Mulia memaksa,maka Permaisuri ini menginginkan Permaisuri ini yang memang kendali akan keuangan Istana ini.Permaisuri ini ingin jika Permaisuri ini yang mengatur keuangan anggota kerajaan menggaikan Selir Pertama!" ucap Yie Er menatap dalam netra Yuan.
Yuan terdiam,mereka kini saling pandang memandang.Yuan berpikir Permaisuri didepannya ini belum pernah meminta sesuatu kepada dirinya.Tak salah jika dirinya mengabulkan permintaan itu bukan? Lagipula Selir Pertama tak akan merasa keberatan dengan melepaskan tanggung jawab itu.Dan yang berhak mendapatkan itu adalah Permaisurinya.
Melihat Yuan yang masih diam tak bergeming,Yie Er merasa yakin Yuan akan mengabulkan apa yang ia minta,jika tidak dirinya akan mengambil cara lain agar Yuan memberikan tanggung jawab itu kepadanya.Dirinya juga ingin menguji Selir Ular itu,apakah Selir Pertama benar-benar berubah atau tidak.Dirinya akan membuat Selir Pertama melarat seperti dirinya yang hanya mempunyai sedikit uang.
"Yang Mulia!" panggil Yie Er berbisik tepat ditelinga Yuan.
Ahhh lagi-lagi dirinya selalu ingin mengerjai pria dihadapannya ini.Tidak-tidak mungkin ini terakhir kalinya dia mengerjai Yuan,kalo tak khilaf sih hehe.
__ADS_1