Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
64 Kebahagiaan Yie Er


__ADS_3

Selir Pertama terdiam memandang kosong pedang Yie Er yang menangkis pedang miliknya.Selir Pertama tergugu,dirinya dipermalukan oleh Permaisuri lemah tak berguna dihadapannya.


Yuan memandang Selir Pertama sedikit khawatir namun lebih mendominasi rasa marah dan acuh tak acuh.


Yie Er semakin mendorong pedangnya kepada Selir Pertama,dengan tatapan mencemooh milik Yie Er.Sekarang semua orang akan memandang Selir Pertama mencemooh,tujuan awalnya terlaksana,kini hanya tinggal menunggu penderitaan Selir Pertama melebihi apapun.


Pranggg...!


Pedang Selir Pertama kini terjatuh mengenaskan ketanah gersang Yiguan.Yie Er melihat itu menyeringai mencemooh,jika saja dirinya bisa membunuh Selir Pertama maka akan ia lakukan,tetapi dirinya tak bisa karena negara ini adalah Dinasti bukan seperti negara di dunianya dulu.


Yie Er pergi meninggalkan Selir Pertama yang terduduk meratapi apa yang menimpanya.Terlihat bila Ibu Sui Agung dan yang lainnya serta keluarga kemiliteran telah hengkang dari duduknya.


Mereka menunggu Yie Er di lorong Yiguan dengan perasaan penuh haru.


Suara gong terdengar Beberapa kali menandakan pertarungan Zui Qiang telah usai dan dimenangkan oleh Yie Er sang Permaisuri yang dikenal tanpa bakat.


Para rakyat memandang Yie Er penuh arti,selama ini mereka beranggapan salah mengenai Permaisuri yang mereka anggap sebagi benalu dan aib di Dinasti mereka.Kini mereka sadar Permiasuri mereka yang sekarang terlihat kuat melebihi setiap wanita di tujuh kerajaan.


Mereka harus mengucapkan kata maaf untuk Permaisuri mereka yang sekarang.

__ADS_1


Rakyat Dinasti Han terlihat mulai meninggalkan Yiguna,kini hanya tersisa beberapa keluarga besar saja,tanpa keluarga besar Seirui yang entah pergi kemana.


Para Kaisar bangkin dari duduk mereka,Kaisar-Kaisar itu saling melontarkan kata pujina untuk Yie Er sang pemenang Zui Qiang.


"Kaisar Yuan,Anda sangat beruntung mempunyai seorar Permaisuri sehebat seperti Permaisuri Yie Er!" ucap Kaisar Yeun memberi pujian.


"Ya kau benar Kaisar Yeun,jika Kaisari ini juga mempunyai Permaisuri seperti Permaisuri Yie Er,Kaisar ini akan merasa paling beruntung di dunia ini," ucap Kaisar Faing sambil membayangkan jika salah satu Permaisuri ataupun Selir nya mempunyai kehebatan seperti Yie Er.


"Ekhmmm! Zhen akan pergi memeriksa keadaan Selir Pertama!" ucap Yuan berdeham cukup keras melangkah dengan kaku.


Pikiran Yuan saat ini tengah mengelana kemana-mana,Yuan bingbang dia tak tahu apa yang terjadi dengan dirinya.Yuan seperti merasakan sebuah dilema lebih tepatnya sebuah dejava,Yuan berjalan berbeda arah bukannya menemui Selir Pertama ia malah pergi ke kediamannya diikuti kasim-kasim nya yang entah datang dari mana.


Kini di Yiguan hanya tersisa beberapa prajurit dan Selir Pertama dengan pelayan-pelayan nya.Selir Pertama memandang kosong ke depan,Faing Yu dan yang lainnya menuntun Selir Pertama ke kediamannya menuju jalan pintas yang jarang dilewati siapa pun.


"Argghhhhhhhhhhh....!" Selir Pertama berteriak keras-keras.


"Selir Pertama tenanglah!" ucap Faing Yu resah.


"Arghhhh Permaisuri biadab akan kubuat kau menderita!" teriak Selir Pertama dengan darah mendidih.

__ADS_1


"Selir Pertama mari kita obati terlebih dahulu luka Selir Pertama!" ajak Faing Yu perlahan-lahan mengobati luka-luka Selir Pertama.


Pelayan-pelayan lainnya sibuk dengan apa yang mereka lakukan.Mereka mempersiapkan semua kebutuhan Selir Pertama.


Selir Pertama terdiam tak berniat merespon Faing Yu,dia mengepalkan tangannya kuat-kuat.Setetes air mata mengalir dari pelupuk matanya,sekarang semua orang memandang dirinya seperti mereka memandang Permaisuri lemah tak berguna itu.Dirinya berjanji kepada dirinya sebelum ia membuat Yie Er menderita dirinya tak akan pernah hidup dengan tenang.


Selir Pertama pergi ke kediamannya dengan tangisan dan luka,lain halnya dengan Yie Er dia pergi ke kediamannya dengan senyum bahagia bersama semua orang yang menyayangi dirinya termasuk Panglima Agung Zerang,hanya satu yang kurang yaitu Gege nya.


Kediaman Xauli kini penuh dengan mereka,Yie Er sedari tadi tak berhenti tersenyum.Mereka semua mengatakan jika mereka tak menyangka jika Yie Er bisa memenangkan Zui Qiang.


Lama mereka semua dikediaman Yie Er kini Keluarga Kemiliteran pergi berpamitan karena hari pun sudah mulai sore.Yie Er rasanya tak ingin waktu berjalan,Yie Er terlalu asik merasakan kehangatan sebuah keluarga.


"Yie Er! Bubu rasanya tak menyangka jika kau bisa memenangkan Zui Qiang.Mengalahkan Selir Pertama dengan sadis nya dan kapan kau bisa menggunakan pedang dan beladiri dengan begitu baik?" tanya Panglima Agung Zerang tersenyum senang.


"Bubu Permaisuri ini bisa menggunakan senjata dan beladiri karena Permaisuri ini selalu berlatih," ucap Yie Er tersenyum senang.


"Benarkah?! tapi Permaisuri kami selalu menemani dirimu selama ini,kapan Permaisuri mempunyai waktu untuk berlatih?" tanya Yu Are yang diangguki Rei Rei memandang Yie Er heran.


Ibu Suri Agung dan Ibu Suri, merasa janggal mereka mengingat-ngingat kapan Yie Er berlatih.Setahu mereka tidak,mereka tak pernah melihat Yie Er berlatih,tapi mungkin Yie Er berlatih saat tak ada seseorang bersamanya,itu bisa saja terjadi.

__ADS_1


"Ya karena Permaisuri ini berlatih saat malam hari," ucap Yie Ee tersenyum dipaksakan.


Dalam hati Yie Er menggerutu sulit sekali untuk dia berbohong,ahh dirinya sangat tak menyukai kebohongan dan sekarang dirinya tengah berbohong.


__ADS_2