
"Hei! apakah kalian akan terus bertengkar?" seru Yie Er cukup nyaring hingga mungkin terdengar ke luar kediaman Xauli yang diyakini masih ada Yu Are,Rei Rei,dan Tabib Chau Ci.
Yuan dan Panglima Besar Zilong saling mantap tajam satu sama lain,setelah itu kedua pria dewasa itu mengalihkan pandang ke arah dimana Yie Er terduduk.
"Kaisar tak tahu diri ini yang mengajak Gege bertengkar! Dia mengganggu waktu berharga kita!" rajuk Panglima Besar Zilong menghampiri Yie Er.Memeluk Yie Er dari samping menelusupkan kepalanya ke cekuk leher Yie Er.
Melihat itu tentu saja Yuan geram,mungkin jika dalam serial kartun di dunia Yie Er dulu.Sekarang telinga Yuan tengah keluar asap panas.
"Tidak Panglima tak berguna ini bohong,Dia yang mengganggu waktu kita berdua! Seharusnya sekarang kita tengah menikmati waktu!" Geram Yuan ikut memeluk Yie Er dari samping lain tubuh Yie Er.
Yie Er menyentakan mereka berdua yang tengah memeluknya keras.Heh apa mereka tidak berpikir tubuh kecil ramping seperti dirinya dipeluk dua pria dewasa bertubuh besar dan kekar.Tentu saja dirinya merasa sesak.
"Berhentilah seperti ini! Kalian bukan anak kecil lagi yang bertengkar memperebutkan sesuatu yang tak jelas." Geram Yie Er memandang tajam kedua pria dewasa itu.
"Itu sangat jelas,Gege ingin menghabiskan waktu berdua dengan mu.Tapi dia! dia mengganggu!" gertak Pangliam Besar Zilong menunjuk-nunjuk Yuan di sisi lain tubuh Yie Er.
Dituduh yang benar adanya seperti itu Yuan sedikit gelagapan.Sebisa mungkin tak ingin mengalah dari Panglimanya Zilong.
"Dia yang datang tak diundang,jika tahu seperti ini Zhen akan mengirimnya lagi ke wilayah lain!" ancam Yuan menunjuk wajah Panglima Besar Zilong.
"Hei jangan coba-coba mengancam Panglima ini! tanpa diriku kekaisaran ini tidak akan makmur!"
__ADS_1
bangga Zilong tersenyum remeh.
Yuan berdecak sinis, "Berpikirlah! tanpa Kaisar ini Kekaisaran ini tidak akan berjaya," bangga Yuan mengangkat dagu tinggi.
Melihat tingkah mereka Yie Er hanya melihat datar perselisihan di hadapannya.
"Cih... kau terlalu berbangga diri," ejek Panglima Besar Zilong menunjuk wajah Yuan,yang dibalas balasan ampir sama dari oleh Yuan kepada Zilong.
Kedua tangan pria dewasa itu masih saling menunjuk,mengabaikan Yie Er ditengah-tengah mereka.Yie Er menghembuskan nafas lelah,bagaimana bisa kedua pria dewasa penuh wibawa di sampingnya ini bersifat kekanakna seperti ini?
"Sudahlah Permaisuri ini sedang lelah! akan lebih baik kalian berdua pergi dari kediaman Permaisuri ini!" usir Yie Er terang-terangan tak lagi bersikap manis layaknya seorang istri maupun seorang adik.
"Kau mengusir Zhen? / kau mengusir Gege?" tanya tak percaya kedua pria dewasa itu serempak menoleh ke arah Yie Er.
"Salah!" ucap serempak kedua pria dewasa itu menatap Yie Er tajam,seraya seperti menghunuskan pedang.
Yie Er yang di tatap tajam oleh kedua pria dihadapannya merasa gugup.Ohh ini benar-benar dirinya harus segera menjauh agar jantung nya masih tetap sehat.
"Ba... baaimana jika kalian sedikit menjauh! Permaisuri ini merasa sesak," decak Yie Er mengibaskan tangannya didepan wajah.
"Ahh benarkah? Apa yang sesak?" tanya kedua pria dewasa itu memandang Yie Er khawatir.
__ADS_1
Menyadari mereka sama-sama berbicara perkataan yang sama,kedua pria dewasa itu saling menatap tajam lagi,lagi dan lagi.
"Berhentilah meniru ucapanku!" seru Yuan dan Panglima Besar Zilong mengeluarkan ucapan yang sama dari mulut mereka.
Yie Er yang menyaksikan itu tak kuasa menahan senyum.Ada-ada saja mereka ini.
"Kau yang meniruku!" tuduh Yuan melirik sinis.
"Kau.Jelas-jelas kau yang meniruku Kaisar tak tahu diri!" desis Panglima Besar Zilong tak terima.
Yie Er menutupi kedua wajah itu dengan tangan kecilnya,menjauhkan mereka satu sama lain. "Berhentilah beradu mulut! kalian sama-sama meniru,kalian sama-sama salah,dan kekanakan.Diamlah seperti anak baik! Jika masih begitu Permaisuri ini tak segan-segan mencari yang baru!" ancam Yie E tersenyum penuh kemenangan melihat wajah khawatir kedua pria dewasa itu.
"Jangan,kami akan bersikap baik.Benar begitu Kaisar yang bodoh!" ucap Panglima Besar Zilong memelankan suaranya di akhir kata hingga tak ada yang mendengarnya,merangkul akrab Yuan.
"Ya Panglima Besar tak tahu diri!" ucap Yuan sama sama mememlanka suaranya.
Yie Er tersenyum melihat kedua pria dewasa itu saling merangkul akrab.Tetapi pada kenyataan nya rangkulan mereka berdua saling meremas keras satu sama lain.
"Ahh senang nya melihat kalian seperti ini!" seru Yie Er tersenyum manis.
Yuan dan Panglima Besar Zilong diam memandang pemandangan indah di depan mereka.
__ADS_1
Yie Er mnyatukan kedua tangannya," Wah bagaimana bila kita memasak dan menghabiskan waktu bersama!" pekik Yie Er penuh semangat.
"Ya," seru Yuan dan Panglima Besar Zilong serempak melepaskan rangkulan mereka tanpa sadar.