
"Tak perlu berterima kasih! aku merasa suasana menjadi sedikit mellow akhir-akhir ini.Sudahlah jangan bersedih sebentar lagi kita sampai di Kediaman Yang Mulia," ucap Yie Er menambahkan sedikit candaan.
Yu Are dan Rei Rei terkekeh kecil,sejak kapan Permaisuri mereka bisa membuat candaan.Sungguh ini hal yang luar biasa,selama mereka hidup bersama jungjungannya itu,mereka tak pernah mendengar candaan sang Permaisuri.
"Yu Are! apakah benar ini Kediaman Yang Mulia?" tanya Yie Er terpaku melihat pintu besar nan megah melebihi kediamannya.
"Be...benar Permaisuri,apa ada sesuatu?" tanya Yu Are khawatir mendengar nada dari ucapan permaisurinya terdengar terkejut.
"Ahh tidak,hanya saja Kadiaman ini sangatlah megah!!"
"Ya Permaisuri,Valium Emas sangatlah megah,bahkan jika anda memasuki ruangan nya.Anda bisa melihat keindahan interiornya,apalagi dengan taman penuh bunga di belakangan kediaman Valium Emas," ucap Rei Rei setengah membayangkan bagaimana keindahan Valium Emas.Karena ia pun tak tahu bagaimana keindahan itu sesungguhnya,Rei Rei hanya tahu dari rumor-rumor yang tersrbar di Istana.
"Apakah kau pernah memasuki kediaman Valium Emas?"
"Jika itu,aku tak pernah memasuki kediaman Valium Emas,tak sembarang orang bisa memasuki Valium Emas.Bahkan ini kedua kalinya anda memasuki Valium Emas," jelas Rei Rei cengengesan.
"Kedua kalinya," beo Yie Er.
"Ya Permaisuri,karena itu berhati-hatilah! kami tak bisa masuk kedalam Valium Emas bersama Permaisuri.Kami hanya bisa menunggu di sini," ucap Yi Are khawatir.
Jika diperhatikan orang yang sering merasa khawatir berlebihan adalah Yu Are.Ia sering memikirkan spekulasi-spekulasi buruk yang akan terjadi kepada Yie Er.
"Tak perlu berpikir buruk Yu Are! tenanglah semua akan baik-baik saja.Kalian hanya perlu menunggu di sini dengan keadaan tenang!" ucap Yie Er memerintah tanpa mengalihkan pandangannya dari pintu besar nan megah Valium Emas.
"Baik Permaisuri," ucap mereka serempak.
__ADS_1
"Aku akan masuk kesana sekarang,ingat perkataan ku!" ucap Yie Er melangkah kan kaki nya lebih dekat dengan pintu Valium Timur,dihadapannya terlihat dua prajurit tadi,Yie Er melihat mereka hendak mengumumkan kedatangan dirinya.
"Yang Mulia!! mengapa Permaisuri begitu lama? aku merasa bosan karena menunggu," rengek Selir Pertama bersandar di dada bidang Yuan.
"Tunggulah! mungkin sebentar lagi Permaisuri itu datang," ucap Yuan masih dengan pandangan tajam nya mengusap pelan puncak kepala Selir Pertama.
"Tapi Selir tercinta mu ini sudah merasa lelah," ucap Selir Pertama semakin merengek khas anak kecil.
"Permaisuri Yie Er...!!! memasuki Kediaman Valium Emas!!!" ucap prajurit penjaga pintu berteriak mengumumkan kedatangan Yie Er.
"Nah dengar itu Selir Pertama! penjaga mengumumkan kedatangan nya," ucap Yuan datar.
Yie Er menghela nafas pelan,melangkahkan kaki mungil nya kedalam ruangan kediaman Valium Emas.Pupil matanya secara langsung disuguhi pemandangan indah Interior,benar kata Rei Rei Interior ruangan Kaisar bedebah itu sangatlah indah,melebihi Interior di dunia modern nya.
"Mengapa kau begitu lama?!!" bentak Yuan membuyarkan lamunan Yie Er.
"Mengapa kau masih diam terpaku seperti orang bodoh? ohh Zhen lupa bahwa kau memang bodoh.Lihatlah Selir Pertama merasa lelah menunggu mu yang seperti sifut tak berguna!!"
Yie Er yang awalnya merasa desiran aneh di hatinya,kini memandang Yuan penuh rasa benci.Mengapa Yie Er bisa lupa dengan kenyataan dirinya membenci Yuan?
"Ahh maafkan Permaisuri bodohmu ini!! hanya saja Permaisuri bodoh ini tengah merasa terpaku melihat Interior yang begitu buruk.Sehingga Permaisuri ini berpikir jika Interior ruangan ini tak pantas untuk dipandang bahkan dilirik sekalipun," ucap Yie Er dengan seringai mencemoonya perlahan-lahan melangkahkan kakinya menghampiri Yuan dan Selir Pertama.
Mendengar cemoohan menyebalkan Yie Er,seketika Yuan bangkit dari duduknya,menyebabkan Selir Pertama meringis terjatuh lumayan keras.
Yuan merasa semakin geram melihat wajah pongah Yie Er,amarah yang selama ini berusaha ia hilangkan selama seminggu ini kini membuncah meronta untuk mendapat pelampiasan,tanpa mempedulikan Selir kesayangan nya yang asik meringis.
__ADS_1
"Aiitsss...!!" ringis Selir Pertama.
Yie Ee merasa terkejut melihat reaksi tak terduga Yuan.Kini Yuan tepat berada dihadapannya dengan wajah menyeramkan yang pernah Yie Er lihat seumur hidupnya,melebihi wajah-wajah hancur tak terbentuk akibat dirinya ketika di dunianya dulu.
"Berani nya kau!! akan Zhen hukum dirimu dengan berat!!" geram Yuan tepat di depan wajah Yie Er,sampai Yie Er bisa mencium hembusan nafas Yuan yang berbau mint.
Di lubuk hatinya Yie Er sedikit kehilangan nyali,sungguh ia merasa sedikit takut.Namun ia mengingat jika,dirinya tak boleh takut hanya dengan gertakan kecil saja.
"Maaf Yang Mulia! hamba rasa,hamba tak melakukan kesalahan apapun. Ahh hamba lupa jika anda merasa tersinggung dengan ucapan saya tentang Interior Kediaman Yang Mulua,maaf Permaisuri mu ini hanya mengungkapkan perasaannya," seringai Yie Er
menutupi sedikit rasa takutnya.
"Ahhhkkkk..!!!" pekik Yie Er terkejut, menahan sakit di kepalanya.
Yuan dengan tanpa di duga menarik kuat rambut panjang Yie Er,dia tak mempedulikan ringisan kesakitan Yie Er.
Selir Pertama melihat itu juga terkejut,namun dalam keterkejutan itu digantikan dengan sejuta rasa senang.
"Beraninya kauu!!! ingat siapa dirimu,Zhen akan menghukum dirimu! kau akan mengikuti Zui Qiang dengan berat.Tanpa bisa memilih senjata mu sendiri,dan kau tak diperbolehkan ikut di pelatihan yang ada di Valium Timur selama 3 hari terakhir ini,serta tak ada yang boleh melatihmu seorang pun,termasuk Panglima Agung Zerang!" ucap Yuan semakin mencengkram rambut Yie Er kuat.Tanpa belas kasih sedikitpun darinya,begitupun dengan hatinya merasa amarah semakin besar,Yuan tak menyadari ada secuil rasa sakit di lubuk hati terdalamnya,melihat Yie Er kesakitan karena dirinya.
Yie Er hanya mampu meringis memegang tangan besar berotot Yuan yang mencengkram rambutnya, tanpa ada lagi perlawanan darinya.
Seumur hidupnya baru pertama kali pula Yie Er menerima jambakan begitu kuat.Sungguh Yuan adalah seseorang yang memberikan semua kesan pertama kepadanya.
Yie Er merasa jika kepalanya semakin berdenyut sakit,ia menutup matanya kuat-kuat menahan rasa sakit di kepalanya.
__ADS_1
Melihat kesempatan itu Yuan,melepaskan tangannya dengan sekali sentak,menyebabkan tubuh mungil Yie Er terjerembab kelantai kediaman Valium Timur.