Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
75 Seperti apa?


__ADS_3

Jika bisa terlihat mungkin sekarang telinga Selir Pertama keluar asap.Bermuka merah menahan marah dengan segala kejengkelan,Selir Pertama sangat pantas mendapatkan gelar badut.


Yie Er tersenyum menyeringai,haha rasakan kau Selir Ular,Permaisuri ini yang menjadi pemenang bukannya dirimu.


Yie Er melepaskan pelukan Yuan,sebelum pelukan itu benar-benar terlepas Yie Er menjulurkan lidahnya kearah Selir Pertama yang tengah memandang benci.Faing Yu menganga tak percaya dengan apa yang dilakukan Yie Er.Aiss... kediaman Selir Pertama dipenuhi dengan orang-orang yang mudah marah dan licik.


"Baiklah Yang Mulia jika begitu Permaisuri ini undur diri," ucap Yie Er berbalik dengan sombongnya.


"Yang Mulia mengapa kau bermalam di Kediaman Xauli?" semprot Selir Pertama bertanya setelah kepergian Yie Er.


"Karena Zhen ingin,dan sudah waktunya bukan bila Zhen mendapatkan penerus sah Dinasti Han," ucap Yuan santai seakan tak ada beban ketika mengucapkan itu.


"Ya tetapi bukankah Yang Mulia membenci Permaisuri itu,dan Selir inu jelas mengetahui itu.Apakah sekarang Yang Mulia mulai mengalihkan hati Yang Mulia kepada Permaisuri?" ucap Selir Pertama yang lagi-lagi mengeluarkan air mata palsu nya.


"Selir Pertama wajar bukan bila seorang Kaisar mencintai Permaisuri dan Selirnya,dan itu semua terjadi kepada Zhen.Dan untuk Selir yang Zhen cintai kau tak akan terganti hanya saja sekarang Zhen juga mencintai Permaisuri Yie Er." Yuan berucap sambil memegang kedua tangan Selir Pertama.


Selir Pertama dan pelayan-pelayan terkejut mendengar penuturan Kaisar mereka.Apa yang Kaisar mereka bilang jika dia mencintai Permaisuri lemah tak berguna itu? Ini sungguh diluar perkiraan mereka.Mereka kira Yuan hanya bermain-main saja,menyukai dengan sewajarnya tanpa ada kata cinta didalamnya.


"Mencintai?" beo Selir Pertama setengah bedecih tak suka.


"Ya," ucap Yuan singkat.


"Apakah Yang Mulia akan melupakan Selir ini dan ketika Selir ini mengandung apa anak dari Selir ini hanya akan menjadi pesuruh dari anak Permaisuri?" ucap Selir Pertama berderai air mata palsu.


Yuan gelagapan,mendengar ucapan Selir Pertama.Memang benar adanya yang akan menjadi Kaisar di Dinasti Han nantinya hanya anak sah Permaisuri saja.


"Zhen tak akan melupakan Selir ini,dan untuk seorang anak Zhen rasa itu adalah sesuatu yang akan terjadi dimasa depan.Lagi pula belum tentu bukan jika Selir Zhen ini akan mengandung," ucap Yuan tanpa ekspresi.


"Tapi jika Selir ini mengandung dan Permaisuri tak bisa mengandung untuk selamanya apa yang akan terjadi?" tanya Selir Pertama tersenyum miring yang tak dilihat oleh Yuan.

__ADS_1


Yuan terpaku,berpikir apa yang akan terjadi?


"Zhen tak tahu,itu tak akan terjadi penerus sah harulah dari seorang Permaisuri," ucap Yuan menangkal.


Selir Pertama tersenyum,Faing Yu dan pelayan lainnya menatap Selir Pertama penuh arti.


"Ahh Yang Mulia maafkan Selir ini telah bertanya untuk sesuatu yang tak pantas! Selir ini hanya mengungkapkan apa yang Selir ini pikirkan.Karena Permaisuri sendiri selama bertahun-tahun tak pernah bermalam dengan Anda," ucap Selir Pertama menunduk.


"Tak apa Selir Pertama! Zhen mengerti.Sekarang beristirahat lah! jangan sampai tubuhmu kelelahan.Serta minumlah ramuan ini! ada yang perlu Zhen urus mengenai rakyat." Yuan berucap memandang Selir Pertama.


Selir Pertama tahu saat ini pikiran Yuan bukan berada disini.Ahh baguslah jika seperti itu,dirinya berhasil membuat hati Yuan gundah.


"Baiklah Yang Mulia,tetapi ingat kata-kata Selir ini sebelum semuanya terlambat dan Yang Mulia tak akan pernah mendapat penerus yang sah!" ucap Selir Pertama penuh akan khawatiran palsu.


"Hmm..." Yuan berdeham cukup kuat berlalu pergi tanpa melihat Selir Pertama.


Yuan masuk tanpa diumumkan oleh prajurit,dia masuk mengendap-ngendap bagaikan penguntit.Sementara kasim-kasim nya Yuan menyuruh mereka pergi.


Alangkah terkejutnya dirinya melihat kini dalam kediaman Xauli penuh dengan para wanita.Sekarang dirinya berdiri dengan bodohnya memandang para wanita itu tanpa mereka yang tak menyadari keberadaannya.


"Ekhmm...!" deham Yuan cukup keras.


Mereka melihat Yuan terkejut begitupun dengan Yie Er.Dalam hati Yie Er berucap untung saja Yuan tak menyadari dirinya menceritakan semuanya kepada kelima wanita berbeda usia itu.


"Ahh Yuan mengapa kau ke sini? tak biasanya Ibunda melihat mu kemari!" ucap Ibu Suri tersenyum jenaka.


"Ehmm Ibunda,Kaisar ini hanya ingin berkunjung saja," ucap Yuan datar menutupi rasa canggung nya.


"Ahh benarkah? jika kau ingin berkunjung maka kami akan pergi.Lagipula hari sudah sore ada sesuatu yang harus Ibunda urus mengenai penjahit-penjahit Istana yang akan membuat pakaian baru." Ibu Suri menarik tangan Ibu Suri Agung begitupun dengan Yu Are,Rei Rei,dan tabib Chau Ci.

__ADS_1


"Yie Er,jika ada waktu luang lagi kami akan berkunjung lagi," ucap Ibu Suri Agung tersenyum penuh arti.


Mereka berjalan pergi melangkah meninggalkan kediaman Xauli,belum sampai Yu Are,Rei Rei,dan tabib Chau Ci di depan pintu Yie Er dengan segera menghentikan mereka.


"Yu Are tunggu...!" teriak Yie Er.


"Ahh ya Permaisuri,apa ada sesuatu yang Anda butuhkan?" tanya Yie Er heran.


"Ya Permaisuri ini ingin kau,Rei Rei,dan Chau Ci


menyiapkan makan siang untuk Permaisuri ini dan Yang Mulia," ucap Yie Er melirik Yuan.


"Ahh begitu,jika itu yang Permaisuri minta maka saya,Rei Rei,dan Chau Ci akan menyiapkan semuanya." Yu Are pergi dengan senyuman lebarnya.


Sekarang dalam kediaman Dinasti Han hanya ada Yie Er dan Yuan yang sama-sama terdiam.Mereka saling memandang,Yuan melihat-lihat interior dari kediaman Xauli yang jarang sekali dirinya perhatikan.


Lama mereka menunggu sampai Yu Are,Rei Rei,dan tabib Chau Ci baru menyiapkan apa yang diminta Yie Er tadi.Selama makanan yang dibawa mereka sampai Yie Er dan Yuan masih setia dengan keterdiaman mereka.


Mereka mulai memakan makanannya dengan tenang,Yie Er makan dengan santai nya sementara Yuan terlihat sedikit canggung.


Yuan diam melihat sang surya yang akan segera tenggelam dibelahan bumi lain.Begitupun dengan Yie Er yang sama-sama memandang sang surya.


Yie Er berpikir apakah Yuan benar-benar ingin bermalam dikediamannya.


"Zhen akan bermalam disini,lagipula hari sudah malam dan tak baik bila Zhen pergi ke kediaman Valium Emas." Yuan berucap dengan datar nya.


"Dan ya Zhen akan menyegarkan diri di sini!" lanjut Yuan berucap melangkah pergi ke bak mandi milik Yie Er.


Yie Er hanya diam memandang Yuan,tanpa berniat membuka suaranya.Lihat saja kedepannya akan seperti apa!

__ADS_1


__ADS_2