
"Ya Panglima Agung Zerang itu cawan Selir Pertama Xiou Ying," ucap Permaisuri Bai Lu mengingat jika cawan itu adalah cawan Selir Pertama.
"Lalu apa hubungan dengan itu?" sela Yuan tersulut emosi.
"Mohon Yang Mulia untuk tidak memotong ucapan Panglima ini!" ucap Panglima Agung Zerang tenang.
"Ya lanjutkan lah!" ucap Yuan memalingkan sedikit wajahnya kesamping.
"Terimakasih Yang Mulia!" ucap Panglima Agung Zerang kemudian melanjutkan ucapannya yang sempat tertunda. "Permaisuri Bai Lu apakah cawan seperti ini ada dua?" tanya Panglima Agung Zerang meletakkan cawan milik Selir Pertama di atas meja kecil di hadapan Yuan.
"Ya cawan itu ada dua,Permaisuri ini melihat jika Selir Pertama Xiou Ying menuangkan setengah racikan tehnya dari cawan satu ke cawan lainnya,untuk diberikan kepada Permaisuri Yie Er karena pada saat teh akan dituangkan ke cawan Permaisuri Yie Er teh racikan Selir Pertama Xiou Ying habis," ucap Permaisuri Bai Lu lemah mencoba mengingat semuanya secara rinci.
"Cawan yang dibicarakan Permaisuri Bai Lu ada pada Panglima ini.Cawan ini ditemukan oleh tabib Chau Ci di tangan Permaisuri Yie Er pada saat Permaisuri Yie Er diobati.Permaisuri Yie Er mengatakan jika cawan ini diberikan oleh Selir Pertama," ucap Panglima Agung Zerang meletakan cawan yang ditemukan di tangan Yie Er ke meja kecil yang sama.
Sekarang dalam meja kecil di hadapan Yuan terdapat dua cawan dengan ukiran yang sama.
Yuan menatap cawan dihadapannya datar,memang benar itu adalah cawan Selir Pertama yang digunakan setiap jamuan makan khusus Permaisuri dan Selir.
"Kaisar Yeun bolehkah Panglima ini mengambil serbuk putih tadi!" pinta Panglima Agung Zerang sedikit menundukkan kepalanya.
"Ya tentu saja Panglima Agung Zerang," ucap Kaisar Yeun mengambil saputangan yang ada serbuk putih tadi di dalam jubah kebesarannya.
Semua orang semakin merasa penasaran,dengan apa yang ingin Panglima Agung Zerang bicarakan.Kaisar-Kaisar hanya bisa diam menunggu semuanya terungkap.
"Terimakasih Kaisar Yeun," ucap Panglima Agung Zerang mengambil saputangan dari tangan Kaisa Yeun dan meletakan nya di meja yang sama tempat kedua cangkir itu berada.
__ADS_1
"Sekarang ketiga bukti yang Panglima ini bicarakan kini berada dalam meja kecil dihadapan Kaisar Yuan," ucap Panglima Agung Zerang tersenyum menyeringai.
"Dan kedua bukti yang Panglima ini bicarakan akan Panglima ini katakan sebentar lagi.Sesudah Kaisar Yeun mencium aroma dari kedua cawan itu,untuk Kaisar Yeun bisakah Anda mencium aroma dari kedua cawan itu!" pinta Panglima Agung Zerang.
"Ya tentu saja Panglima Agung Zerang," ucap Kaisar Yeun terlihat biasa saja.Namun dalam hati Kaisar Yeun merasa penasaran dengan apa yang ada dalam cawan itu sehingga Panglima Agung Zerang,meminta nya mencium kedua cawan itu.
Kaisar Yeun mulai mengambil kedua cawan itu sekaligus,perlahan-lahan satu cawan mulai didekatkan kedalam indra penciumannya.Alangkah terkejut nya Kaisar Yeun ketika dirinya mencium aroma dari cawan ditangannya.Kaisar Yeun mencium aroma dari cawan satunya lagi,dan keterkejutan nya masih sama.Kedua cawan itu beraroma racun Xui sama persis dengan bau racun Xui serbuk putih disaputangannya.
"Bagaimana Kaisar Yeun?" tanya Panglima Agung Zerang melihat wajah terkejut Kaisar Yeun.
"Panglima Agung Zerang! di cawan ini mengandung racun Xui sama seperti bubuk putih yang Kaisar Faing temukan dibawah kursi Selir Pertama," ucap Kaisar Yeun memandang Panglima Agung Zerang intens.Sekarang Kaisar Yeun tahu,kemungkinan terbesar pelaku kekacauan yang terjadi dilakukan oleh Selir Pertama Xiou Ying.
"Silahkan Kaisar Yeun,Anda boleh duduk kembali," ucap Panglima Agung Zerang mempersilahkan Kaisar Yeun untuk duduk.
Yuan diam,dirinya sekarang tahu,orang yang dicurigai saat ini adalah Selir Pertama nya.Tapi itu tak mungkin dilakukan oleh Selir Pertama,dirinya yakin,bukti-bukti itu hanya pandangan semata saja.
"Itu hanya bukti,Zhen yakin Selir Pertama tak akan melakukan hal rendah seperti itu," ucap Yuan berdesis,kedua tangannya mengepal kuat terlihat memutih,menahan amarah.
"Ya Yang Mulia,itu hanya bukti saja," ucap Panglima Agung Zerang tenang.
Semua orang melihat Panglima Agung Zerang penasaran.Dilihat dari ketiga bukti yang ada,semua bukti lumayan kuat itu mengarah kepada Selir Pertama Xiou Ying.
"Permaisuri Bai Lu! siapa racikan teh yang diminum terakhir kali oleh para Permaisuri dan Selir saat jamuan makan itu?"
Mendapatkan pertanyaan yang begitu mudah Permaisuri Bai Lu segara menjawab itu. "Panglima Agung Zerang,racikan teh yang diminum terakhir kalinya oleh kami para Permaisuri dan Selir adalah racikan teh Selir Pertama Xiou Ying," jawab Selir Pertama.
__ADS_1
"Apa kau yakin Permaisuri Bai Lu?" tanya Panglima Agung Zerang mengangkat salah satu alisnya.
"Ya Permaisuri ini yakin Panglima Agung Zerang,jelas-jelas saat itu racikan teh yang Selir Pertama Xiou Ying lah yang terakhir kali di minum," ucap Permaisuri Bai Lu penuh keyakinan menyenderkan kepalanya di dada bidang Kaisar Sares.
"Baiklah Panglima ini percaya,lagipula tak mungkin anda berbohong," ucap Panglima Agung Zerang tersenyum tipis.
"Nah Kaisar-Kaisar dan para Menteri sekarang Panglima ini mempunyai satu bukti lagi.Bukti itu adalah pengakuan Permaisuri Bai Lu mengenai racikan teh siapa yang terakhir kali diminum," ucap Panglima Agung Zerang menyeringai.
"Sekarang terdapat empat bukti,dan ada satu bukti lagi.Permaisuri Bai Lu bolehkah Panglima ini bertanya lagi?"
"Ya tentu saja Panglima Agung Zerang," ucap Permaisuri Bai Lu menganggukkan kepalanya.
"Apa yang Permaisuri Bai Lu rasakan setelah meminum racikan teh yang dibuat Selir Pertama Xiou Ying saat itu?" tanya Panglima Agung Zerang begitu tenang.Bertolak belakang sekali dengan Yuan yang sudah tersulut emosi namun ditahan nya emosi itu.
"Permaisuri ini merasakan lemas,mulai merasakan sedikit sakit jika Permaisuri ini bergerak.Mungkin Permaisuri ini bisa cepat sembuh dari Permaisuri dan para Selir karena meminum sedikit saja racikan teh.Berbeda dengan Permaisuri dan Selir yang lain,mereka meminum racikan teh Selir Pertama Xiou Ying begitu banyak karena rasa enaknya," ucap Permaisuri Bai Lu mengingat kembali saat jamuan makan diadakan.
"Terimakasih Permaisuri Bai Lu! jadi apa yang barusan di ucapkan oleh Permaisuri Bai Lu adalah sebuah bukti,sekarang total bukti yang di miliki berjumlah lima bukti dan semuanya mengarah kepada Selir Pertama Xiou Ying.
Jika para Kaisar ataupun Menteri semua ingin menambahkan ataupun mengurangi bukti yang ada silahkan," ucap Panglima Agung Zerang menundukkan kepalanya dengan seringai tercetak samar di wajahnya.
"Panglima Agung Zerang! Kaisar ini mengira mengapa cawan-cawan Permaisuri dan Selir yang lainnya tak mengandung racun Xui? Dan lagipula reaksi dari racun Xui bukanlah seperti yang dialami para Permaisuri dan Selir semua," ucap Kaisar Yeun penasaran.
"Terimakasih Kaisar telah berbicara! pertama-tama mungkin itu racun Xui jenis baru.Panglima in pernah mendengar jika reaksi racun Xui adalah lemas serta entah apa lagi.Dan Permaisuri Bai Lu mengatakan jika dirinya lemas sesaat setelah meminum racun Xui.Serta jika cawan-cawan lainnya tak mengandung racun Xui dan hanya ada di cawan yang di berikan Selir Pertama kepada Permaisuri Yie Er,maka jika seperti itu Selir Pertama Xiou Ying berniat meracuni Permaisuri Yie Er," ucap Panglima Agung Zerang sedikit tersulut emosi.
"Apa yang kau bicarakan hah?! Secara tak langsung kau menuduh Selir Pertama Xiou Ying," gertak Yuan dengan emosi membuncah.
__ADS_1
"Ya Yang Mulia karena semua bukti mengarah kepada Selir Pertama.Panglima ini adalah Panglima Agung tak mungkin bila Panglima ini bersikap tak adil dan semua bukti tak mungkin salah," desis Panglima Agung Zerang.