Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
25 Berarti


__ADS_3

"Yah pilihlah senjata yang paling bisa kau andalkan! karena nanti saat latihan pertama mu Bubu akan langsung bertarung dengan mu," ucap Panglima Agung Zerang tegas,khas seorang Panglima.


"Ya Bubu"


Semoga saja Yie Er,memilih senjata yang paling bisa ia gunakan,Panglima Agung Zerang merasa sedikit resah,karena yang ia tahu Yie Er tak begitu pandai menggunakan senjata mau apapun jenisnya.


Lamunan sesaatnya buyar oleh kedatangan prajurit asuhan anaknya,Panglima Besar Zerang.


Ia merasa heran,mengapa kedua prajurit itu menghampiri dirinya dan yang lain.Apakah mereka suruhan Yuan? mungkin Yuan akan memintanya untuk bertugas lagi? jika saja itu yang terjadi,sungguh ia merasa sangat dongkol dengan Kaisar yang berstatus menantunya itu.


"Salam Ibu Suri Agung,Ibu Suri,Panglima Agung Zerang," ucap kedua prajurit suruhan Yuan membungkukan tubuh mereka.


"Hmm ya,apa ada masalah? apa kalian kesini untuk memanggil Panglima Agung Zerang?" tanya Ibu Suri Agung datar.


"Mohon maaf Ibu Suri Agung,jika berkehenang hamba bukanlah memanggil Panglima Agung Zerang,melainkan Permaisuri," ucap salah satu prajurit itu sekali lagi membungkukan tubuhnya.


"Permaisuri," beo Panglima Agung Zerang.


"Ya Panglima Agung Zerang,Yang Mulia menyuruh hamba untuk memanggil Permaisuri Ke kediaman Yang Mulia,Valium Emas," ucap kedua prajurit itu bersamaan.


Panglima Agung Zerang merasa aneh,mengapa Yuan memanggil putri nya,ia begitu tahu Yuan begitu membenci Yie Er putrinya,tak mungkin Yuan mengijinkan Yie Er masuk ke kediamannya,jika tak ada sesuatu yang begitu penting.


"Untuk apa Yuan,memanggil Yie Er ke kediaman nya? tak biasanya Yuan memperbolehkan seseorang yang tak dikehendakinya memasuki Kediamannya," ucap Ibu Suri memikirkan mengapa anaknya memanggil Yie Er menantunya,ia takut bila Yuan akan menyakiti Yie Er,jika saja itu terjadi dia tak akan berdiam diri lagi.


"Mohon ampun Ibu Suri,hamba tak merasa tahu mengenai itu," ucap kedua prajurit itu mulai berkeringat,keduanya merasa tengah menjadi tersangka sehingga di interogasi oleh orang-orang penting di Dinasti Han.

__ADS_1


"Hmm jika begitu Permaisuri ini akan segera menghadap Yang Mulia,kalian pergilah! Permaisuri ini akan pergi seorang diri," ucap Yie Er yang dari tadi terdiam memperhatikan.


Yie Er sedari tadi memikirkan untuk apa Kaisar bedebah itu memintanya ke kediamannya.Yie Er mengira pastilah Kaisar bedebah itu memanggilnya karena aduan Selir Ular itu.


Dalam benaknya Selir yang bernama Xiao Ying itu pastilah mengatakan yang tidak-tidak tentang nya.Bukannya dirinya tak ingin Yuan berprasangka buruk terhadapnya,tapi ia hanya merasa begitu membenci kepada Selir Pertama Kaisar bedebah itu,karena nya Yie Er dulu sangat amat menderita.


"Hamba memohon untuk undur diri!" ucap kedua prajurit itu membungkukan tubuh mereka kemudian berlalu pergi.


"Permaisuri kami berdua akan menemani Permaisuri!" ucap Yu Are dan Rei Rei meminta supaya mereka menemani Yie Er pergi ke Valium Emas.mereka mendengar jungjungannya mengatakan bila dirinya akan pergi seorang diri kepada kedua prajurit itu.


"Ya Yie Er,kami akan menemani mu menemui Yuan! Nenek takut bila Yuan akan melakukan yang tidak-tidak lagi kepadamu," pinta Ibu Suri Agung.


"Kurasa tidak,kalian tetaplah di sini aku akan pergi menemui Yang Mulia seorang diri," tolak Yie Er secara halus.


"Ya biarkan Yie Er pergi sendiri,kita hanya akan menunggu disini,tetapi Yie Er akan pergi bersama mereka," ucap Panglima Agung Zerang tak terduga mengatakan jika Yu Are dan Rei Rei harus lah ikut dengan Yie Er.


"Tapi Bubu,biarkan aku pergi sendiri,mereka butuh beristirahat.Pastilah mereka merasa kelelahan setiap saat melayani dan mengikuti kemana aku pergi," ucap Yie Er masih menolak.


Ketika mengatakan itu Yie Er sebenarnya bukan tak ingin mereka mengikutinya,sungguh ia merasa khawatir dengan Yu Are dan Rei Rei,ia pikir mereka membutuhkan istirahat.


"Wajar bila mereka merasa kelelahan,karena itu adalah tugas mereka,mereka mengabdikan hidupnya nya untuk jungjugannya.Seperti Ibu Suri Agung dan Ibu Suri,pelayan mereka dengan setia mengikuti mereka,benarkan Ibu Suri Agung,Ibu Suri?" ucap Panglima Agung Zerang tersenyum lebar.


"Benar Yie Er,kau tahu jika mereka tak mengikuti kemana jungjungan mereka pergi,dalam hati mereka pastilah merasa menjadi tak berguna,dan tak bisa di andalkan.Jadi kemanapun kau pergi ajaklah mereka,meski itu ke ujung dunia sekalipun," ucap Ibu Suri Agung secara sabar.


Yu Are dan Rei Rei ketika mendengar ucapan Ibu Suri Agung mereka merasakan sesuatu perasaan asing seperti sebuah penyesalan tapi entah apa itu? Dalam benak mereka mungkin rasa penyesalan itu ada,ketika mereka tak dapat menyelamatkan jungjungan nya saat jatuh kedalam danau.

__ADS_1


Mereka berjanji bahwa mereka akan selalu mengikuti kemanapun Yie Er pergi.


"Ya Permaisuri,kami berdua akan selalu mengikuti kemanapun Permaisuri pergi.Kami tak pernah merasa lelah,bahkan kami merasa sangat senang ketika melayani anda sepenuh hati," ucap Yu Are dan Rei Rei bersamaan dengan haru.


"Baiklah kalian akan pergi bersama ku kemanapun aku pergi.Tapi kalian harus mengatakan jika kalian merasa lelah!" ucap Yie Er kepada Yu Are dan Rei Rei yang memandang dirinya sayang.


"Nah seperti itu,kau harus mengajak mereka pergi,kami merasa bangga mempunyai menantu seperti dirimu," ucap Ibu Suri Agung dan Ibu Suri.


"Terima kasih atas nasehat yang di berikan kalian kepada aku sebagai seorang Permaisuri," ucap Yie Er membungkukan setengah tubuhnya.


"Tidak perlu berterima kasih,karena kau adalah putriku,dan menantu Ibu Suri Agung serta Ibu Suri.Itu adalah hal yang wajar sebagai orang tua," ucap Ibu Suri Agung


"Hmm tapi sebelum aku pergi,apakah aku boleh bertanya?"


"Ya bertanyalah," ucap Panglima Agung Zerang.


"Ehmm aku ingin bertanya,mengapa selama seminggu ini aku tak melihat pelayan-pelayan setia Ibu Suri Agung dan Ibu Suri?" tanya Yie Er sedikit tak enak.


"Mereka selalu ada,mungkin kau tak melihat mereka," ucap Ibu Suri terkekeh pelan.


"Dimana,aku yakin tak melihat mereka,bahkan sekarang pun mereka tak disini," ucap Yie Er penasaran.


"Mereka tak di sini,tapi di sekitar sini,mereka mengikuti kami tetapi dari jauh,karena kami yang meminta itu.Ibu Suri takut bila kau merasa tak nyaman,ketika banyak orang mengikuti mu secara tak langsung," terang Ibu Suri Agung.


"Maafkan menantu kurang ajar mu ini,karena aku sempat berpikir yang tidak-tidak," ucap Yie Er merasa sangat bersalah.

__ADS_1


"Sudahlah tak apa,sekarang pergilah!" ucap Ibu Suri Agung dan Ibu Suri tersenyum maklum.


"Ya cepatlah pergi ke Valium Emas! Bubu tak ingin bila Yang Mulia marah,dan menghukum mu lagi," ucap Panglima Agung Zerang.


__ADS_2