
"Selir Rong tidak sopan dan tidak mengetahui tempatnya disini, berani berlaku layaknya Permaisuri maka dengan ini, sebagai Kaisar saya menghukum Selir Rong dilarang keluar dari kediamannya selama satu bulan, jatah satu bulan akan ditiadakan dan Selir Rong harus menyalin buku tatakrama sebanyak seratus kali!" ucap Kaisar berlalu begitu saja diikuti para mentri meninggalkan Xiumei yang menatap remeh Selir Rong yang jatuh terududuk menerima hukuman yang tak pernah ia dapatkan semenjak memasuki istana.
************
Seharusnya untuk pesta perjamuaan kerajaan yang akan dilaksanakan nanti dikerjakan oleh Selir Agung, namun karena Selir Rong sedang menjalani hukumannya maka jamuan kali ini diserahkan pada Permaisuri sebagaimana yang seharusnya.
Plakat rumah tangga juga telah diserahkan kembali pada Permaisuri mengingat Permaisuri telah sembuh total dari penyakitnya, hanya saja orang istana maupun orang luar menganggap bahwa wajah Permaisuri masih buruk rupa karena Permaisuri selalu memakai cadarnya kemanapun ia pergi.
Di Paviliun Persik, Lin Xiumei bersama dayangnya tengah duduk menunggu Janda Permaisuri dan Ibunda Permaisuri untuk mendiskusikan acara perjamuan yang begitu mendadak.
Mata indah Permaisuri menatap setiap detail bangunan dengan tenang, tangannya sesekali terulur untuk mendapatkan buah persik matang yang sedang berbuah lebat disepanjang jalan menuju ke paviliun utama tempat tinggal Janda Permaisuri.
"Apakah Permaisuri menunggu lama disini?" tanya Janda Permaisuri sambil menududukan dirinya diikuti juga oleh Ibunda Permaisuri.
Lin Xiumen menderikan tubuhnya dan membungkuk sesaat untuk memberikan hormat kepada dua wanita yang sangat berarti dalam hidupnya di dunia kuno ini.
"Tidak Yang Mulia, saya juga baru sampai dan telah banyak memakan buah persik Nenek hehe," ucap Lin Xiumei pelan.
Janda Permaisuri tertawa melihat menantu cucunya yang sangat manis dihadapannya ini.
"Kau boleh mengambil pohon Persik yang ditaman disini untuk ditanam ditempatmu juga jika kau mau?" ucapan Janda Permaisuri semakin membuat Lin Xiumei senang dan menganggukkan kepalanya antusias.
Ibunda Permaisuri juga tertawa melihat kekonyolan menantunya itu, sungguh buta putranya telah menyia - nyiakan permata demi sebutir pasir tak berharga seperti selir rong yang sangat licik itu ucap batin Permaisuri.
"Ibunda bukannya acari ini untuk ulang tahun anda?" tanya Lin Xiumei memastikan.
"Iya anak ku, acara ini untuk ulang tahun ibunda, hmm memangnya ada apa?" tanya Ibunda Permaisuri.
"Tak apa Ibunda, saya hanya ingin memikirkan konsep untuk beberapa hari kedepan agar perayaan ulang tahun ibunda kali ini sangat berkesan!" ucap Lin Xiumei menggebu.
"Kau ini, ibunda akan selalu terkesan apapun yang akan kau lakukan. Buat mereka menyesal karena telah menghina dan menindas menantuku yang cantik ini terlebih buatlah lelaki itu merasakan penyesalan karena memilih selir busuk kesayangannya itu!" ucap Ibunda Permaisuri menatap Lin Xiumei bersungguh - sungguh.
__ADS_1
"Ya, nenek setuju mereka harus merasakan apa yang telah mereka lakukan kepada menantu cantikku ini!" dukung Janda Permaisuri.
"Iya nenek dan ibunda tidak perlu khawatir, saya telah berjanji pada diri saya untuk membuat mereka merasakan apa yang dulu saya rasakan!" ucap Lin Xiumei.
"Sebentar lagi ayah dan kakakmu sampai ke ibukota ini, kemungkinan mereka sempat untuk menghadiri acara perjamuan menantuku," ucap Janda Permaisuri yang diangguki keduanya.
Waktu berlalu begitu cepat hingga sore hari ketiganya berbincang sambil menikmati hidangan istimewa buatan Lin Xiumei.
"Hidangan ini tak pernah ibunda lihat sebelumnya, namun rasanya sangatlah enak kaya akan bumbu dan empuk sekali," ucap Ibunda Permaisuri yang terus makan potongan ayam pedas buatan Lin Xiumei.
"Benar sekali menantuku, hidanganmu sungguh sangat nikmat. Nenek ini sekarang memiliki alasan kuat untuk tetap hidup haha!!" ucap Janda Permaisuri memakan sup ikan kuah kuning yang juga masakan dari Lin Xiumei.
"Kakak jadilah istriku, kau tidak pantas untuk patung es bodoh itu!" ucap Pangeran ketujuh bernama Bai Xuan, perlu diketahui Permaisuri hanya memiliki dua orang putra yaitu Bai Yuan dan Bai Xuan yang merupakan anak sah Kaisar terdahulu, putra mereka yang lainnya hanyalah anak dari para selir yang sekarang telah memiliki kediaman masing - masing diluar istana semenjak Kaisar terdahulu meninggal karena jatuh sakit.
Ada tujuh pangeran termasuk Kaisar, namun yang tinggal di istana hanya dua pangeran. Kelima Pangeran memilih untuk memasuki Akademi untuk belajar dan mengasah ilmu disana sedari mereka berusia delapan tahun.
"Nenek dan Ibunda terlalu memuji, sebenarnya Xiumei memiliki ide untuk memasak hidangan ini sebagai menu utama di perayaan ulang tahun ibunda, itupun jika ibunda setuju?" ucap Lin Xiumei meminta izin.
"Ibunda dan Nenek kenapa tidak mendengarkan permintaanku yang ingin menikah dengan kakak?" ucap Pangeran Ketujuh sedih.
"Sayang kau terlalu muda untuk menikahi bibimu itu!" ucap Janda Permaisuri santai.
Pangeran Ketujuh mencebik-kan bibirnya kesal namun tangannya tetap memakan hidangan manis yang begitu enak dihadapannya hingga habis tak tersisa bahkan Ibunda dan Janda Permaisuri tidak memiliki bagian mereka yang membuat keduanya protes kesal.
"Ibunda dan Nenek, saya akan mengirimkan hidangan lainnya besok pagi untuk sarapan, hidangan itu juga akan saya sajikan nanti sebagai menu utama, kalau begitu saya izin pamit undur diri karena waktu telah menunjukkan malam tiba," pamit Lin Xiumei hormat.
Setelah mendapatkan izin untuk kembali ke kediamannya, Lin Xiumei berjalan dengan riang sambil menenteng anak Pohon Persik yang akan ia tanam nanti bersama Qiyue.
Di awal perjalanannya untuk pulang masih berjalan mulus namun mendekati kediamannya justru Lin Xiumei harus berpapasan dengan pria ******** yang sialnya sangat tampan itu namun masih tampan oppa oppa koreanya haha batin Xiumei.
__ADS_1
(Kaisar Bai Yuan)
"Permaisuri berjalan begitu larut entah darimana dan berlaku tidak sopan dengan tidak menghormati Kaisar ini!" ucap Bai Yuan tajam, disebelah pria dingin itu berdiri dua orang tangan kanannya yang begitu ia percayai.
(Li Gong Ye)
(Li Gong Yu)
Dua saudara yang begitu dingin sama seperti tuannya, namun ketampanan mereka luar biasa meski tertutupi topeng misterius itu. Ketampanan keduanya tak kalah dibandingkan Sang Kaisar bahkan bisa dikatakan setara.
"Apakah Yang Mulia berbicara dengan saya?" ucap Xiumei polos.
"Ya, tentu saja saya berbicara dengan anda! Masih tidak mengakui apa kesalahanmu?" tanya Kaisar melotot kesal.
"Ah saya kira anda berbicara seorang diri atau dengan kedua pria tampan disamping anda itu!" ucap Xiumei menatap santai pada kedua pengawal kepercayaan Kaisar.
"Ka-kau! Cepat kembali ke kediamanmu sebelum saya menghukum anda!" ucap Kaisar menahan emosinya yang siap meledak kapan saja.
"Tentu Yang Mulia lagipula anda yang menghentikan perjalanan saya, ingat Yang Mulia bertingkahlah seperti biasanya! Anggap anda tidak mengenal saya, dan untuk perayaan nanti kesiapan sedikit lagi akan rampung jadi anda bisa tenang! Saya pamit tolong kedepannya Yang Mulia jangan mencampuri urusan saya apapun itu!" ucap Lin Xiumei berlalu setelah menundukan kepalanya sedikit.
Ketiga pria menatap tak percaya pada gadis yang baru saja melalui mereka, biasanya gadis itu ah lebih tepatnya Permaisuri Lin Xiumei adalah orang yang penakut bahkan menatap Yang Mulia Kaisar saja tak pernah ia lakukan selama berada di istana ini, tapi melihat kelakuan sang Permaisuri hari ini mau tidak mau membuat ketiganya terperangah dengan pikiran masing - masing.
Jika Li Gong Ye dan Li Gong Yu mengapresiasi perlakuan Permaisuri yang menurut mereka hebat dan pemberani, maka lain dengan Kaisar yang merasakan ada perasaan kehilangan didalam hatinya karena perlakuan Permaisuri yang acuh tak acuh terhadap dirinya, bahkan tatapan Permaisuri tersirat kebencian yang teramat dalam padanya.
Kaisar sendiri bingung apa yang terjadi pada dirinya semenjak pertemuan pertamanya dengan Permaisuri, hati dan sikapnya seolah tidak bisa menerima perlakuan Permaisuri yang sekarang.
Terlebih beberapa hari ini ia tak berselera untuk melakukan kegiatan bersama para Selirinya apalagi bersama Selir Rong, bahkan ia melupakan keberadaan wanita itu yang saat ini tengah menjalani hukuman.
__ADS_1
Hayuk dikoment, di like kalo suka sama cerita ini hehe, thankyou untuk dukungan yang diberikan semoga kedepannya gw bisa ngasih yang terbaik lagi🖤🖤