
"Apa yang kau katakan Panglima Agung Zerang? jelas-jelas kita hanya menemukan satu bukti saja," ucap Yuan keheranan.
"Tidak Yang Mulia,saya menemukan dua bukti lagi ditambah bukti yang ditemukan Kaisar Faing tanpa sengaja," ucap Panglima Agung Zerang tersenyum tipis.
"dua bukti lagi? jika begitu mana bukti yang ditemukan Panglima Agung Zerang?" tanya Kaisar Yeun tanpa ekspresi.
"Saya akan memberitahu kedua bukti itu jika kita menemukan bukti lainnya lagi untuk memperkuat bukti yang saya temukan dan Kaisar Faing temukan," ucap Panglima Agung Zerang menolak permintaan Kaisar Yeun.
"Ya jika begitu kami percaya kepadamu Panglima Agung Zerang," ucap Yuan tegas menatap Panglima Agung Zerang intens.
"Ya terimakasih Yang Mulia," ucap Panglima Agung Zerang sedikit menundukkan kepalanya.
"Panglima Agung Zerang! sekarang apa lagi yang harus kita lakukan? Seperti yang Panglima Agung Zerang bilang jika kita mempunyai 3 bukti dan akan menemukan bukti lainnya lagi.Lalu dimana kita akan menemukan bukti lainnya lagi?" tanya Kaisar Ming penasaran.
Sekarang ke 7 Kaisar menatap Panglima Agung Zerang penasaran.Mereka menunggu langkah apa yang akan Panglima Agung Zerang lakukan sekarang.
Kaisar Faing menatap Panglima Agung Zerang kagum,dirinya ingin sekali mempunyai Panglima Agung seperti Panglima Agung Zerang.Sungguh beruntung sekali Kaisar Yuan memiliki Panglima Agung Zerang dan anaknya Panglima Besar Zilong,yang terkenal di seluruh Dinasti bahkan Dinasti yang jauh diujung dunia melebihi Dianstinya dan Kaisar yang lain.
"Kita akan menemukan bukti yang lainnya jika para Permaisuri dan Selir tak lagi kesakitan," ucap Panglima Agung Zerang tegas.
"Mengapa kita menunggu mereka?" tanya Kaisar Faing berbasa basi.
Kaisar Faing sebenarnya tahu mengapa Panglima Agung Zerang berkata seperti itu.Hanya saja dirinya ingin memastikan saja jika pemikiran nya sama dengan Panglima Agung Zerang.
"Karena salah satu diantara Permaisuri dan Selir dari Kaisar-Kaisar semua adalah pelaku yang kita cari," ucap Panglima Agung Zerang.
__ADS_1
Kaisar Faing tersenyum bangga,benar apa yang ia pikirkan jika pemikiran nya sama dengan Panglima Agung Zerang.
"Yah Kaisar ini mengerti Panglima Agung Zerang," ucap Kaisar Faing tersenyum bersahabat.
"Jika seperti itu mari kita kembali ke Huimian Kaisar Yuan!" ajak Kaisar Ming.
"Ya Kaisar Ming,Anda benar," ucap Yuan membenarkan ucapa Kaisar Ming tanpa berbasa basi,ataupun tersenyum.Dari tadi ekspresi yang dikeluarkan Yuan hanya datar dan sesekali berwajah penasaran.
Ke 7 Kaisar itu mulai berjalan keluar dari Gazebo Barat dipimpin oleh Yuan dan Ke 4 Kaisar lainnya.Diikuti Kaisar Yeun,Kaisar Faing dan Panglima Agung Zerang.
Panglima Agung Zerang memandangi kedua Kaisar yang berjalan di sisi nya dengan aneh.Panglima Agung Zerang bertanya-tanya mengapa mereka berjalan bersejajaran dengannya.Dia terus memandangi Kaisar Faing dan Kaisar Yeun bergantian.
Kaisar Faing dan Kaisar Ming yang di pandangi aneh oleh Panglima Agung Zerang bersikap acuh tak acuh.Justru kedua Kaisar itu merasa aneh dengan satu sama lain.Kaisar Faing terus berpikir mengapa Kaisar Yeun berjalan di samping Panglima Agung Zerang,pastilah ada sesuatu yang ingin ditanya Kaisar Yeun kepada Panglima Agung Zerang.Begitupun sebaliknya,kedua Kaisar itu terus menerka-nerka satu sama lain mengapa mereka berjalan di samping Panglima Agung Zerang.
Lama mereka menerka-nerka pada akhirnya mereka semua sampai di Huimian.Mereka semua masuk,di dalam Huimian masih ada Menteri-Menteri yang masih setia menunggu.Yuan dan ke 4 Kiasar lainnya duduk di kursi kebesaran masing-masing,begitupun dengan Panglima Agung Zerang.Terkecuali Kaisar Faing dan Kaisar Yeun,mereka berdua masih berdiri di tengah-tengah ruangan sibuk dengan pikiran masing-masing tanpa menyadari mereka kini menjadi bahan tontonan.
"Ah ada apa Kaisar Sares?!" tanya Kiasar Faing keheranan.
Kaisar Faing dan Kaisar Yeun memandangi Kaisar-Kaisar lainnya bingung.Dalam benak mereka mengapa orang-orang yang berada dalam ruangan memandang mereka intens.
"Kaisar ini bertanya mengapa Kaisar-Kaisar tak ingin mendudukkan diri?" tanya Kaisar Sares sekali lagi dengan raut wajah sedikit tak suka.
"Ahh yah kami,ehmm kami baru saja ingin mendudukkan diri.Benar begitu Kaisar Yeun?" tanya Kaisar Faing salah tingkah menyadari jika dirinya dan Kaisar Yeun masih berdiri.
"Ah kau benar Kaisar Faing,kami ingin mendudukkan diri hanya saja kami lebih dulu terdiam mengagumi interior ruangan Huimian yang sangat indah," ucap Kaisar Yeun ikut salah tingkah.
__ADS_1
Kini pipi kedua Kaisar itu bersemu merah menahan malu sambil pura-pura mengagumi setiap sudut ruangan Huimian.
Para Kaisar memandang Kaisar Faing dan Kaisar Yeun aneh.Mereka berpikir mengapa kedua Kaisar bertolak belakang itu kini seperti orang kebingungan.
"Lalu mengapa Anda berdua tak segera mendudukkan diri?" tanya Yuan datar.
"Kau benar Kaisar Yuan,mari Kaisar Yeun kita duduk!" ajak Kaisar Faing menarik Kaisar Yeun.
Dalam hati Kaisar Faing mengutuk dirinya,meskipun kadang dirinya bersikap konyol,tetapi tetap saja kali ini ia merasa sangat amat malu.Begitupun dengan Kaisar Yeun yang merasa paling malu,sebab Kaisar Yeun di kenal dengan Kaisar dingin.
Setelah Kaisar Faing dan Kaisar Yeun duduk mereka masih menahan malu ketika orang di dalam ruangan Huimian masih asik menahan tawa mereka begitupun dengan Panglima Agung Zerang dan Menteri-Menteri Istana yang tak berani mengeluarkan suara tawa mereka.Meskipun mereka semua berusaha menahan tawa mereka,tetapi tetap saja telinga tajam Yuan mendengar itu semua.
"Diamlah! ini bukan lelucon," ucap Yuan datar.
Mendengar ucapan Yuan,mereka seketika langsung berhenti menahan tawa mereka.Ruangan yang pada awalnya dipenuhi suara menahan tawa kini hening tanpa adanya suara sedikitpun.
Berbeda dengan Menteri-Menteri yang merasa tegang,justru Kaisar Faing dan Yeun,mereka berdua kini bernafas lega dengan ucapan Yuan yang membuat ruangan hening.
"Jadi,apa yang akan kita lakukan sekarang ini Panglima Agung Zerang?" tanya Yuan memecahkan keheningan.
"Kita hanya tinggal menunggu para Permaisuri dan Selir tak berteriak lagi," ucap Panglima Agung Zerang.
"Itu terlalu lama,Zhen ingin pelaku kekacauan yang terjadi segera tertangkap," desis Yuan.
"Prajurit...!" teriak Yuan keras menggelegar.
__ADS_1
"Ya..Yang Mulia," ucap Kedua prajurit membungkukan tubuh mereka.
"Lihatlah apakah salah satu dari Permaisuri dan Selir berhenti berteriak kesakitan!" perintah Yuan dengan desisan.