Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
Anda Ingkar Janji, maka Selamat Tinggal!


__ADS_3

"Kalian naiklah ke dalam kereta itu, kalian harus ingat saat ini kalian sudah menjadi milik nona dermawan itu. Turuti ucapannya meskipun nyawa kalian menjadi taruhan, mengerti?" ucap penjual budak yang diangguki mereka semua dengan pasti.


**********


Kedatangan budak yang lumayan banyak ke kediaman Jenderal Besar Lin tentu membuat sang pemimpin kebingungan, namun melihat putri kecilnya berada dibelakang budak itu sang jendral hanya tersenyum tak berdaya, putrinya begitu aneh semenjak kepulangan mereka.


Ditengah malam putrinya keluar bersama sang kakak namun kembali menjadi banyak orang, bahkan satu kereta tambahan yang berisi barang - barang untuk para budaknya.


"Ayah mulai hari ini mereka akan dilatih oleh pasukanmu secara khusus, saya juga akan turun langsung untuk mengawasi proses mereka jika anda tak keberatan?" tanya Lin Xiumei tersenyum dengan mata yang berkaca, baik Jenderal besar Lin maupun Panglima Lin Fuqing tak bisa untuk menolak gadis kecil mereka.


"Anakku mereka akan Ayah latih secara langsung, percayalah hanya butuh 1 bulan untuk membuat mereka layak bersama anda, dan sepertinya anda tidak bisa mengawasi mereka karena Kaisar menjemput anda sekarang," ucap Jenderal Besar Lin kesal, matanya mengarah pada Kaisar yang duduk diruang keluarga mereka.


Lin Xiumei mendengus dingin menatap Kaisar dan dua badut yang selalu mengikutinya kemanapun ia berada.


Langkahnya memasuki kediaman Jendral dengan mantap, mata indahnya menatap tajam penuh kebencian yang mendalam sehingga siapapun yang menatapnya akan tersentak merasakan aura ketajam yang begitu terasa.


Kaisar melihat Permaisurinya masuk dengan pandangan yang begitu benci, hatinya menjadi tidak tenang dan gelisah akan sesuatu yang terjadi nantinya.


"Lin'er anda darimana saja selarut ini?" tanya Kaisar penuh perhatian.


"Kemanapun saya sudah bukan urusan Kaisar lagi, mohon Kaisar kembali ke kediaman anda sekarang!" bentak Lin Xiumei tanpa menatap Kaisar yang begitu sedih.


"Anda adalah Permaisuri saya dan sudah sepantasnya saya mengkhawatirkan anda," ucap Kaisar pelan mendekati Lin Xiumei mencoba memegang tangan mungil dihadapannya yang tentu langsung ditepis Lin Xiumei.


"Kaisar anda bodoh? saya telah memberikan anda satu kesempatan namun anda tidak memperbaiki diri anda. Saya muak dengan anda yang begitu munafik, lebih baik anda menceraikan saya!" ucap Lin Xiumei berteriak dengan keras.


Kaisar dan seluruh orang yang menyaksikan pertengkaran keduanya membatu mendengar ucapan Lin Xiumei yang begitu terang - terangan meminta untuk cerai.


"Apa maksud anda dengan cerai? Tidak ada kata cerai dalam hubungan kita! Lin'er saya berjanji untuk menceraikan semua selir saya, tolong beri saya kesempatan terakhir!" ucap Kaisar putus asa menatap Lin Xiumei dengan sedih.


"Apa yang bisa anda pertaruhkan dengan ini? saya tidak ingin tertipu lagi dengan ucapan anda!" bentak Lin Xiumei.


Bai Yuan tertegun mendengar ucapan Lin Xiumei, memikirkan apa yang bisa ia pertaruhkan agar gadisnya mau memberi satu kali kesempatan lagi.


"Apapun, apapun saya pertaruhkan termasuk nyawa saya ini untuk menjamin semua ucapan saya! Lin'er tolong kembali untuk saya, jika nantinta saya mengingkari janji tak akan ada kehidupan yang indah menyertai saya!" ucap Kaisar tegas sambil mendekati Lin Xiumei.


Lin Xiumei menangangguk untuk waktu yang cukup lama, keduanya pamit dengan perasaan yang senang.


Di istana terjadi kegemparan tanpa diketahui keduanya, kegemparan yang disebabkan dengan kehamilan Lin Murong, selir agung kesayangan kaisar.


Kabar bahagia untuk seluruh anggota kerajaan, namun kabur burun untuk Lin Xiumei.


Sesampainya di istana, dengan anggun Lin Murong mendekati Kaisar.


Matanya sayu, gerakan gemulai dengan suara lembut memberitakan kabar baik pada kaisar.


"Yang Mulia saya senang anda kembali, Rong'er dan dia begitu merindukan anda," ucap Lin Murong tersenyum manis sambil membawa tangan Kaisar pada perutnya yang masih rata.

__ADS_1


Kaisar Bai Yuan tertegun sejenak sebelum sebuah senyum terbit diwajahnya, tangannya memgelus lembut perut Lin Murong dengan kasih sayang melupakan perempuan cantik yang sedang mengawasi interaksi keduanya.


Kaisar bahkan melupakan janjinya dengan Lin Xiumei, hanya dua orang kepercayaannya yang memandang Kaisar kesal.


Tidakkah Kaisar begitu bodoh, jelas sekali Kaisar tidak pernah menyentuh wanita manapun, lalu bagaimana bisa Selir biadab itu mengandung putra naga? keduanya menatap Lin Xiumei yang terdiam, setetes air mata terlihat keluar dari mata indah sang permaisuri yang menatap keduanya dengan luka.


Lin Murong maupun Kaisar tenggelam dalam kebahagiaan yang sebenarnya awal mula kehancuran.


Sesaat setelah mendengar suara batuk dari Li Ging Ye barulah Kaisar sadar dengan keadaan mereka.


Hatinya bergetar tidak tenang menatap kearah belakang, kearah sang perimasuri yang menatapnya sangat kecewa.


"Ah Permaisuri, maaf saya tidak melihat anda sebelumnya, senang bertemu dengan Permaisuri apalagi pangeran tidak akan sabar untuk bertemu anda iyakan Yang Mulia?" ucap Selir Rong memegang tangan Kaisar.


"Ah iya, Permaisuri bisa kembali kekediaman anda. Saya ingin menemani Rong'er untuk beberapa waktu ini!" ucap Kaisar seolah melupakan janji.


Keduanya melangkah menjauh, tepat dilangkah kelima Lin Xiumei berbicara dengan dingin. Jejak air mata sudah tidak lagi terlihat, hanya pancaran yang mengandung kemarahan dan kebencian yang besar saat ini terlihat.


Li Gong Ye maupun Li Gong Yu membatu, begitupun Kaisar setelah mendengar ucapan Permaisuri.


"Yang Mulia tidak ingatkan dengan janji anda?" tanya Lin Xiumei dingin, bibirnya terangkat keatas menciptakan senyum yang menyindir.


"Permaisuri bisakah janji kita dibacarakan nanti? Rong'er sedang mengandung, tidak baik baginya untuk tidur selarut ini!" ucap Kaisar tajam.


"Apakah Yang Mulia ingin melupakan janji kita?" tekan Lin Xiumei tajam.


"Yang Mulia anda berjanji akan menceraikan semua selir anda saat ini, maka saya menagih semua janji anda. Ceraikan mereka!" teriak Permaisuri yang mengundang banyak pelayan yang masih berkerja pada malam yang suram itu.


Lin Murong tersenyum licik, ia akan menjalankan rencananya sekarang.


"A-apa maksud Yang Mulia? a-anda ingin menceraikan saya juga?hikss" tangis Lin Murong memegang perutnya dengan kepura - puraan.


"Arghhh Yang Mulia anda tega, saya sedang mengandung penerus anda hikss dan anda ingin menceraikan saya hikss!!" ucap Lin Murong melolong sedih.


Kedua pengawal kepercayaan Kaisar melotot tajam, mereka tau selir bejat itu hanya berpura - pura. Sekarang mereka cemas akan tindakan Kaisar saat ini.


"T-tidak Rong'er saya tidak akan menceraikan anda terlebih anda sedang mengandung penerus! Tolong kembali terlebih dahulu kekediaman anda dan beristirahat, saya janji tidak akan menceraikan anda apapun masalahnya! Tabib akan segera menyusul untuk memeriksa kesehatan kandungan anda," ucap Kaisar lembut.


Selesai, selesai sudah Kaisar pasti menyesal dan mereka terlalu jijik untuk terus setia pada dua orang yang munafik batin Li Gong Ye dan Li Gong Yu, apapun keputusan Kaisar jika membuat Permaisuri yang sangat baik tersakiti maka mereka bersumpah akan pergi dari kekaisaran dan tidak akan pernah menginjakkan kaki dikerajaan ini lagi batin keduanya tegas.


"Tidakkah anda berpikir, Rong'er sedang mengandung anak saya! Ucapan anda terlalu buruk, jika terjadi kesalahan saya tidak akan melepaskan anda!" teriak Kaisar.


"Yang Mulia anda telah berjanji ingat apa yang anda ucapkan!!!" teriak Lin Xiumei, nafasnya naik turun terengah menghadapi kenyataan yang begitu pahit. Lagi dan lagi ia dikecewakan!


"Plakkkk" suara tamparan menggema dilorong kerajaan, tamparan yang begitu keras.


Lin Xiumei terdiam sesaat mendapatkan tamparan yang begitu menyakitkan, bahkan kedua pengawal Kaisar tak lagi bisa berdiam.

__ADS_1


Keduanya membantu Lin Xiumei untuk berdiri, terlihat jejak kemerahan disudut bibir dan pipi Lin Xiumei yang putih mulus. Warna merah pekat yang menandakan luka yang cukup menyakitkan.


"Hahaha, Yang Mulia anda bukan hanya tidak menepati janji bahkan anda tega menampar saya!!! Baiklah karena anda sendiri yang ingkar janji, maka selamat tinggal! Dengan ini saya Lin Xiumei memakai giok hitam untuk memutuskan hubungan kita selamanya!" ucap Lin Xiumei tersenyum miring meninggalkan Kaisar yang terkejut atas apa yang terjadi.


Tangannya, tangannya sendiri yang menyakiti gadisnya bahkan ia mengingkari janji mereka. Bukan lagi b*jingan ia bahkan tak pantas disebut sebagai manusia.


Kedua pengawal Kaisar tersenyum prihatin menatap junjungannya yang begitu bejat.


"Yang Mulia, saya melepaskan diri dari kekaisaran, dari hari ini saya bukan lagi bagian kekaisaran anda!" ucap Li Gong Ye menghancurkan giok wewenang perjanjian mereka yang tentu di ikuti Li Gong Yu.


Keduanya berlalu meninggalkan Kaisar yang tertegun melihat hanya satu hari ia telah kehilangan tiga orang yang ia sayang, bahkan dengan giok penghancur maka mereka tidak akan pernah bisa lagi bersama meskipun mereka ingin.


Qiyue, Cia dan Xiba menatap junjungan mereka dari jauh, ketiganya sangat senang setelah mengetahui junjungan mereka kembali namun kejadian hari ini justru menghancurkan harapan mereka.


"Kaisar izinkan nubi dan kedua saudara nubi untuk mengikuti Nona Lin Xiumei hingga akhir hayat kami," ucap Qiyue yang juga mengikuti jejak Li Gong Ye dan Li Gong Yu.


Istana begitu senyap, begitupun Kaisar yang masih membatu dengan apa yang terjadi.


Begitu kesadaran kembali setelah menatap kepergian Permaisui, dua pengawal setianya dan beberapa pelayan permaisuri hilang dari pandangannya, perasaan sesak didadanya tak lagi bisa dibendung bahkan air mata yang entah kapan keluar dengan ketidakberdayaan Kaisar.


Kasim Yo memandang junjungannya prihatin, Kaisar akan menyesal tak lama lagi.


"Yang Mulia sebaiknya anda kembali kekediaman, tak baik untuk menunjukkan kelemahan anda disini. Banyak mata dan telinga yang pastinya memandang anda, tolong tenangkan diri anda," ucap Kasim Yo.


"Kasim bukankah saya ini pria b*jingan? belum lama saya memohon untuk diberikan kesempatan namun setelahnya bukan hanya saya tidak menepati janji itu saya juga memukul Perimaisuru begitu kejam?" ucap Kaisar serak.


"Yang Mulia maafkan saya untuk berbicara, anda mungkin menyesal namun apa yang terjadi sudah tidak bisa lagi anda kembalikan seperti sedia kala. Kekaisaran ini mau tidak mau mulai sekarang sudah tak memiliki Permaisuri, dan anda juga telah kehilangan pengawal bayangan anda yang setia. Saya memohon ampun, tapi saya sangat kecewa dengan apa yang anda lakukan, anda seakan buta dengan janji anda bahkan anda dengan mudahnya terbujuk rayuan Selir Rong!" ucap Kasim Yo kecewa.


"Ya, saya menyesal dan apa maksud anda berbicara seperti itu?" tanya Kaisar bingung.


"Yang Mulia bukankah anda tidak pernah menyentuh Selir Rong, lalu bayi siapa yang selir kandung? mohon ampun, anda telah diperdaya Selir Rong selama ini. Kedua pengawal anda bahkan sudah lama mengetahui kelakuan bejat Selir Agung, namun kembali lagi semua ini terlah terjadi. Yang Mulia tolong istirahat untuk menenangkan pikiran anda," ucap Kasim Yo membawa Kaisar kekediaman naga.


Malam itu menjadi malam yang paling panjang sekaligus malam yang paling menyedihkan, Kaisar sangat kacau bahkan hingga keesokan paginya Kaisar mengirimkan dekrit untuk menceraikan seluruh selirnya tak terkecuali Selir Rong yang diasingkan kehutan hitam, hutan yang tidak terjamah manusia karena banyak sekali hewan buas disana.


Pengumuman tentang perceraian Kaisar dan Permaisuri menjadi berita yang begitu hangat, bahkan seorang pria yang biasanya dingin dan kejam nampak sedikit tertarik dengan berita perceraian Kaisar dan Permaisuri.


"Tak disangka Kaisar begitu bodoh dengan meninggalkan permata yang begitu berharga," ucap seorang pria menatap keluar jendela dengan tajam, menyaksikkan eksekusi mati untuk seluruh keluarga Selir Agung Lin Murong, kecuali Permaisuri dan keluarga Jendral Besar Lin yang tidak ada sangkutpaut dengan Selir Agung.


-


-


-


-


-

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya, thankyou🖤


__ADS_2