Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
80 Pengakuan Selir Pertama


__ADS_3

"Akhirnya selesai...!" ucap Yie Er tersenyum menatap makanan dihadapannya.


"Ibu Suri Agung! Ibu Suri! cobalah makanan buatan Permaisuri ini! Permaisuri ini yakin kalian tak pernah memakannya," decak Yie Er bangga.


"Makanan apa ini?" tanya Ibu Suri memandang aneh makanan yang disodorkan Yu Are.


"Cobalah dulu! dan ohh yah kalian pun boleh mencobanya Permaisuri ini sengaja membuat banyak dengan bantuan mereka bertiga," ucap Yie Er tersenyum lebar.


Mereka memandang makanan yang bisa dibilang banyak dengan ragu.Jika tak mereka makan... pasti Permaisuri yang baru saja berubah menjadi Permaisuri kebanggaan mereka akan merasa tersinggung.Mau tak mau mereka harus memakannya.Perlahan-lahan makanan yang dibuat Yie Er sampai di depan mulut mereka semua.


Mereka mulai memakannya ragu,Yu Are,Rei Rei,dan tabib Chau Ci sebisa mungkin menahan geli.Untung saja mereka yang memegang makanan buatan Permaisuri mereka disebuah wadah besar.


"Ahh makanan ini enak...!" pekik Ibu Suri tersenyum. ceria.


Semua orang yang berada di dapur Istana berdecak kagum,memakan dan memakannya lagi hingga makanan ditangan mereka hilang tak tersisa.


"Ahh benarkah? jika seperti itu maka makan lah hingga habis! dan jangan lupa tolong sisihkan sedikit untuk Yang Mulia!" pinta Yie Er tersenyum geli.


Dalam hati Yie Er cekikikan... ahh padahal dirinya hanya memasak makanan biasa di dunia nya dulu.Bahkan itu sangat amat simpel dan karena disini terdapat panggangan besar berupa goa,dirinya pikir untuk mencoba membuat Pizza.Itu pun tak sesempurnaan Pizza di dunia nya kerena peralatan yang sangat tradisional.

__ADS_1


"Baik Permaisuri," ucap Yu Are menyisihkan makanan ditangannya untuk Yuan.


"Yie Er resep dari mana makanan ini? Kami belum pernah menemukan makanan seperti ini!" ucap Ibu Suri Agung tersenyum tipis.


"Ahh Ibu-"


"Ada acara apa ini?" seru sebuah suara memotong ucapan Yie Er.


Mereka semua melihat penasaran ke asal suara itu,terutama Yie Er.Di sana mereka melihat Selir Pertama dengan kedua pelayanannya,tak biasanya Selir itu pergi hanya dengan dua pelayan,tapi yasudahlah untuk apa mereka memikirkan hal seperti itu.


"Ahh Selir Pertama,mengapa kau datang kemari? tak biasanya seorang Selir seperti Anda ingin ketempat seperti ini.Permaisuri ini membuat makanan untuk semua,jika Selir Pertama berkenan Selir Pertama boleh mencicipi makanan Permaisuri ini...!" ejek Yie Er tersenyum miring.


Mereka terkejut melihat raut wajah Selir Pertama,tak biasanya Selir Pertama bersikap baik kepada Yie Er jika tak ada Kaisar mereka itu.


"Menemui Permaisuri ini?" tanya Yie Er memicing curiga.


Aha Selir didepannya ini pasti ada maunya,dasar Selir Ular penjilat.Dirinya merasa akan ada sesuatu yang direncanakan Selir Ular itu untuknya.


Baiklah dirinya akan mengikuti alur kemana Selir Ular itu membawa dirinya kedalam sebuah drama.

__ADS_1


"Ya untuk apa Selir Pertama menemui menantu dari menantu Ibu Suri Agung ini? Jika Selir Pertama ingin menemui Yuan,maka pergilah ke kediaman Xauli...!" ucap Ibu Suri Agung memandang terang-terangan Selir Pertama tak suka.


"Ibu Suri Agung... Selir ini bukan berniat seperti itu.Selir ini hanya ingin menemui Permaisuri! Selir ini ingin meminta maaf kepada Permaisuri untuk semua yang dilakukan Selir ini dulu-dulu," ucap Selir Pertama memandang Yie Er penuh penyesalan.


"Untuk apa Selir Pertama meminta maaf kepada Permaisuri ini.Ohh apa jangan-jangan Selir Pertama teringat ketika Permaisuri ini jatuh kedalam kolam dan di sana juga ada Selir Pertama.Seharusnya Selir Pertama tahu Permaisuri ini terjatuh karena terpeleset," ucap Yie Er tersenyum tipis.


Mereka memandang Selir Pertama terkejut,jadi pada saat Permaisuri mereka jatuh Selir Pertama ada di sana.Ahh mereka pusing memikirkan semua siasat sesama anggota kerajaan,mereka hanya seorang manusia biasa tanpa kasta.


"Ahh tidak untuk apa Selir ini mengingat kejadian itu,Selir ini meminta maaf karena dulu sering mencemooh Permaisuri didepan semua orang.Tapi bukan salah Selir ini bukan bila dulu semua orang di Dinasti Han menganggap Permaisuri benalu karena Permaisuri tak pernah mempunyai bakat.Tapi sekarang bukankah semua orang mengagumkan Permaisuri termasuk Yang Mulia dan tentunya Selir ini." Selir Pertama tersenyum lembut memegang tangan Yie Er tanpa ragu,padahal Selir Pertama dalam hati menggerutu harus berpura-pura baik seperti sekarang ini.


"Mengapa menantu ku satu ini mengucapkan itu kepada menantu kesayangan Ibu Suri ini?" tanya Ibu Suri penuh selidik.


Ingin sekali dirinya memberi pelajaran kepada Ibunda dari Yuan ini.Jika saja wanita paruh baya dihadapannya ini bukan siapa-siapa di Dinasti Han ini akan ia pastikan jika kesokan harinya Ibu Suri hanya tinggal nama.


"Ibu Suri menantu mu yang satu ini menyesal dengan apa yang selama ini menantu mu ini perbuatan.Jika kalian meragukan Selir ini maka itu terserah kepada kalian.Selir ini bahkan tadi menemui Yang Mulia untuk mengatakan jika Permaisuri ini menyesal dan ingin memperbaiki diri," ucap Selir Pertama berkaca-kaca menundukkan kepalanya.


Para pelayan memandang Selir Pertama prihatin,melihat itu semua mereka yakin jika Selir mereka itu menyesal dengan apa yang diperbuatnya.Mereka harap Istana ini menjadi rukun,dengan tak ada lagi kebencian sesama anggota kerajaan.


"Sudahlah Selir Pertama! suasana ini sangat terasa tak enak untuk Permaisuri ini.Jika Selir Pertama benar-benar menyesal Permaisuri ini memaafkan Selir Pertama.Lagi pula untuk apa seorang wanita kerajaan mendendam," sindir Yie Er melirik Selir Pertama.Ahh dirinya mengucapkan ini semua hanya karena mengikuti alur Selir Pertama.Lagi pula dengan dirinya mengucapkan ini semua,dirinya akan sangat baik dimata semua orang.

__ADS_1


__ADS_2