Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
42 Selir Dhau


__ADS_3

Sekarang dalam Istana Dinasti Han hanya ada kekacauan.Di mana para tabib Istana sibuk keluar masuk kediaman para Permaisuri dan Selir,diiringi teriakan kesakitan dari Permaisuri dan Selir itu.Benar dengan apa yang Yie Er pikirkan jika ada Permaisuri ataupun Selir yang menangis.


Dia adalah Selir Dhau,suara teriakan dan tangisnya lah yang paling keras.Saat reaksi racun itu mulai dirasakan Selir Dhau masih berada di luar kediamannya,sehingga pada saat rasa sakit dari racun itu datang Selir Dhau harus berjalan ke kediamannya.


"Arghhh...! Murong Tan hikss...! mengapa tubuh Selir ini terasa begitu sakit sekaliii? Arrgghh..! sangat sakit hikss...! sekali ketika di gerakan." Selir Dhau berteriak sekaligus menangis menahan sakit di sekujur tubuhnya yang tengah dibantu berjalan oleh kedua pelayan Istana Dinasti Han dan satu orang pelayan kepercayaan nya bernama Murong Tan mengikuti dari belakang dengan satu orang tabib Istana yang langsung dipanggil ketika Selir Dhau merintih kesakitan.


"Selir Dhau bersabarlah sebentar! sebentar lagi seorang tabib akan memeriksa Anda," ucap Murong Tan khawatir.


"Bersabar kau bilang! lihat hikss... Selir ini seperti patah tulang.Argghh...! dan kalian cepatlah bantu Selir ini agar segera tiba di peraduan! jangan lambat!" teriak Selir Dhau keras kepada kedua pelayan yang membantunya berjalan ke arah peraduan.


Selir Dhau adalah selir yang tak tahu diri,jelas-jelas mereka berjalan lambat karena dirinya.Sungguh jika dia bukanlah sorang Selir mungkin mereka akan menjatuhkan tubuh Selir Dhau secara keras.


Mereka tiba di kediaman yang ditempati Selir Dhau di Istana Dinasti Han.Selir Dhau langsung dibaringkan di peraduan secara perlahan.Tabib istana tadi mulai memeriksa Selir Dhau secara cepat mengingat suara menggerutu dan tangisan Selir Dhau yang memekakkan telinga.


Tabib Istana itu merasa tak ada apa-apa yang terjadi kepada Selir dari kerajaan lain ini.Bahkan bisa dikatakan jika Selir dihadapannya ini sangatlah sehat tanpa adanya tanda-tanda keracunan atau apapun itu,ini sungguh aneh sekali.


"Apa yang terjadi dengan Selir Dhau tabib?" tanya Murong Tan langsung ketika tabib istana itu selesai memeriksa Selir Dhau.


Murong Tan merasa khawatir jika Jungjungannya keracunan makanan dan apapun spekulasi buruk lainnya.


"Maaf sebelumnya,tabib ini tak menemukan apapun pada tubuh Selir Dhau," ucap tabib istana itu ragu -ragu.

__ADS_1


"Tak menemukan apapun? hikkss... lihatlah tubuh Selir ini begitu sakit ketika di gerakan! Argghh! cepat sembuh kan Selir ini sekarang juga tabib sialan!" teriak Selir Dhau marah,saking marahnya Selir Dhau hingga urat lehernya pun terlihat.


Murong Tan segera menarik tabib Istana itu sedikit menjauhi peraduan Selir Dhau.


"Tabib apa yang terjadi dengan Selir Dhau? apa Selir Dhau keracunan atau apapun itu?" tanya Murong Tan sekali lagi takut jika tabib istana di depannya berbohong.


"Tabib ini mengatakan jika dalam Selir Dhau tak keracunan atau apapun itu.Tabib ini juga merasa aneh ketika tubuh Selir Dhau baik-baik saja sementara Selir Dhau sendiri merasakan kesakitan yang amat sangat," ucap tabib Istana merasa begitu keheranan selama ini selam dirinya menjadi tabib dia tak pernah menemukan hal seperti ini.


"Tapi apakah ada obat yang dapat meredamkan rasa sakitnya?" tanya Murong Tan penuh harap.


"Maaf,tabib ini tak bisa membuat obat ketika tabib ini juga tak tahu rasa sakit apa yang tengah di derita Selir Dhau.Hmm apakah Permaisuri dan Selir yang lain juga mengalami apa yang di alami oleh Selir Dhau?" tanya tabib istana itu ragu-ragu.


"Ya mungkin,tadi saya sempat mendengar suara teriakan dari Permaisuri dan Selir lainnya.Termasuk dengan Permaisuri dari kerajaan kami," ucap Murong Tan yakin.


Dirinya baru menyadari itu,apa memang benar jika semua Permaisuri dan Selir merasakan sakit entah berantah seperti Jungjungannya?


Dan mungkin seseorang telah merencanakan ini semua.


"Jika seperti itu tabib ini akan bertanya kepada rekan tabib yang lain apa yang sebenarnya terjadi," ucap tabib istana itu.


"Ya,dan bisakah Anda juga mencari obat pereda sakitnya!" pinta Murong Tan melihat kasihan Selir Dhau yang tengah menggeram kesakitan.

__ADS_1


"Akan tabib ini coba," ucap tabib Istana itu kemudian tabib itu pergi dari kediaman Selir Dhau menghampiri rekan tabib nya yang telah memeriksa Permaisuri dan Selir lainnya.


"Baiklah dan terimakasih," ucap Murong Tan membungkukan tubuhnya sebagai rasa terima kasih.


"Murong Tannn! hiks apa yang di ucapkan tabib sialan itu? Arghh! Selir ini merasa tak tahan lagi!" teriak Selir Danau semakin kencang.


"Selir Dhau bertahanlah! tabib itu akan mencari pereda sakitnya," ucap Murong Tan khawatir.


"Mencari kau bilang!? Selir ini membutuhkan itu sekarang! Argghh dasar tabib sialan !" teriak Selir Dhau dengan membentak.


Meskipun Selir Dhau tengah merasa sakit dia akan selalu menyempatkan diri untuk memaki seseorang.


Tabib Istana yang memeriksa Selir Dhau menghampiri rekan tabib lainnya.Tabib itu bertanya kepada rekannya dengan apa yang di alami para Permaisuri dan Selir.Mereka yang ditanya pun merasa tak tahu apa yang terjadi,mereka tak tahu apa yang harus mereka lakukan sekarang ini.


Sungguh racun buatan Yie Er sangatlah hebat,hingga semua tabib pun yang memeriksa semua Permaisuri dan Selir merasa terheran-heran.Kekacauan dalam Istana Diansti Han semakin menjadi-jadi bahkan berita kekacauan ini telah sampai di telinga rakyat Dinasti Han.Permaisuri dan Selir terus berteriak kesakitan,Istana Dinasti Han sekarang penuh dengan teriakan kesakitan.


Selama kekacauan ini terus berlangsung di Istana Dinasti Han,kabar mengenai kekacauan ini terdengar di telinga Ibu Suri Agung,Ibu Suri dan tentunya Panglima Agung Zerang.Mereka bertiga mendengar bika semua Permaisuri dan Selir tengah merasakan sakit luar biasa entah karena apa.


Secara terburu-buru mereka menghampiri kediaman Yie Er.Ketiga orangtua paruh baya itu khawatir jika Yie Er merasakan seperti Permaisuri dan Selir lainnya.


Dari semua itu yang paling mengejutkan adalah,kekacauan ini belumlah terdengar ke telinga Yuan serta Kaisar-Kaisar dari Dinasti dan kerajaan lain.Saat ini para Kaisar-Kaisar gagah itu tengah mengadakan sebuah rapat mengenai Zui Qiang,Yuan mengatakan jika tak ada yang boleh mengganggu pembicaraan itu.Oleh karena nya para penjaga dan pelayan tak berani memberitahu kekacauan yang tengah terjadi di Istana Dinasti Han ini.

__ADS_1


__ADS_2