
Kaisar sendiri bingung apa yang terjadi pada dirinya semenjak pertemuan pertamanya dengan Permaisuri, hati dan sikapnya seolah tidak bisa menerima perlakuan Permaisuri yang sekarang.
Terlebih beberapa hari ini ia tak berselera untuk melakukan kegiatan bersama para Selirinya apalagi bersama Selir Rong, bahkan ia melupakan keberadaan wanita itu yang saat ini tengah menjalani hukuman.
**************
Hari dimana perayaan ulang tahun ibunda permaisuri telah tiba, seluruh bangsawan serta tamu kehormatan telah duduk rapi ditempat yang disediakan.
Sambil menunggu datangnya Kaisar beserta anggota kerajaan lainnya, dihadapan para tamu telah tersaji hidangan unik dan cantik yang bisa dinikmati, nampak keraguan pada setiap wajah orang yang melihat tampilan kudapan yang begitu cantik namun tak pernah ada didunia ini.
Beberapa orang yang sangat penasaran memilih untuk mencoba, satu kali gigitan dirasa tak cukup, dua kali, tiga kali hingga kudapan di wadah yang disediakan telah habis tak bersisa.
Melihat beberapa orang yang sangat lahap memakan kudapan itu, semua orang yang tadinya ragu mulai mengambil kudapan dan hal yang sama juga terjadi.
Kudapan habis dengan cepat, bahkan air minum yang disediakan juga tandas padahal Lin Xiumei hanya membuat kue kering khas Indonesia dan minumannya teh dicampur dengan susu.
Lin Xiumei semasa kecil pernah tinggal di Indonesia cukup lama, sebelum ia memutuskan menetap di China hingga kematiannya.
"Yang Mulia Kaisar, Permaisuri, Janda Permaisuri dan Ibunda Permaisuri memasuki ruangan!" teriak kasim memberikan informasi kedatangan tuan rumah.
Dengan wajah angkuhnya Kaisar memasuki ruangan ditemani Permaisuri yang wajahnya ditutup dengan cadar, keduanya duduk di ikuti Janda Permaisuri dan juga Ibunda Permaisuri.
Tak lama kasim kembali mengumumkan kedatangan Selir Agung dan beberapa Selir Kaisar lainnya, hanya gundik yang tidak di izinkan untuk mengikuti pesta.
Selir Agung berjalan dengan tubuhnya yang disengaja berlenggok seolah mencari perhatian para pria untuk menatapnya, Lin Murong duduk dibarisan khusus Selir bersama para selir lainnya.
Pesta meriah dimulai, Lin Xiumei nampak santai tidak seperti biasanya gadis itu berani mengikuti pesta bahkan tatapan matanya menatap tajam setiap orang yang ada seolah sedang mencari hal penting yang memang benar adanya, Lin Xiumei sedang mencari ayah dan kakaknya tercinta.
Tak lama Jenderal besar Lin bersama Panglima Lin Fuqing memasuki ruangan dan meminta maaf atas keterlambatan mereka karena sesuatu hal.
__ADS_1
Lin Xiumei tersenyum menyambut dua orang yang sangat disayangi pemilik tubuh ini, ia menyambut keduanya langsung dan mempersilahkan mereka untuk duduk ditempat yang disediakan.
Pesta kali ini selain untuk merayakan ulang tahun ibunda permaisuri juga untuk merayakan kemenangan Jenderal Lin dan Panglima Lin Fuqing menaklukan wilayah langit yang sangat subur, perang telah usai keduanya dihadiahi wilayah Langit itu sendiri yang kemudian justru mereka berikan untuk Lin Xiumei sebagai hadiah untuk gadis itu yang tentu membuat Lin Murong dan ibunya murka namun keduanya memilih untuk menahan amarah sampai waktunya mereka bisa balas dendam nanti.
Plakat Wilayah Langit telah ditangan Lin Xiumei, ia sangat senang kedua orang dihadapannya begitu baik dan sangat menyayangi dirinya, ia tak pernah menyesal terlempar kedunia kuno setelah bertemu dengan orang - orang yang tulus menyayanginya.
"Yang Mulia, saya membawa hadiah ini untuk anda. Semoga umur anda panjang hingga ratusan tahun!" ucap Jenderal Lin menyerahkan sebuah kotak kecil, Ibunda Permaisuri membukanya dan tersenyum sangat lebar melihat hadiah yang begitu berharga justru diberikan untuknya.
"Terimakasih Jenderal Permata Ruby ini sangat berharga untukku, aku sangat menyukainya!" ucap Ibunda Permaisuri tulus yang diangguki Jenderal Lin.
Satu persatu telah memberikan hadiahnya, Selir Agung memberikan sutra bulan yang langka untuk didapatkan beberapa selir juga memberikan hadiah yang cukup langka dan menawan.
Kini giliran Permaisuri untuk memberikan hadiahnya pada sang ibunda.
"Ibunda semoga anda menyukai hadiah dari saya, selamat ulang tahun semoga engkau berumur panjanh hingga ribuan tahun dan selalu dalam keberkahan!" ucap Lin Xiumei menampilkan senyumannya meski tertutupi cadar.
Ibunda Permaisuri menatap Lin Xiumei dengan penuh kasih sayang, tangannya terulur untuk mengelus surai lembut Permaisuri.
Butuh tiga orang penjaga untuk membawa hadiah Lin Xiumei yang begitu besar, setelah hadiah itu diletakkan didepan singgasana Ibunda Permaisuri, beliau langsung membuka kain yang menutupi dengan tak sabar.
Sebuah cermin, bahkan cermin yang lebih bagus dari seluruh cermin yang ada di benua tengah, belum lagi satu buah tusuk konde yang sangat cantik siapapun akan iri jika melihat keindahan maha karya dihadapan mereka saat ini.
Kaisar melototkan matanya menatap sebuah cermin besar yang sangat luar biasa, bahkan bisa menampilkan seluruh tubuh dengan jelas seperti melihat kembaran sendiri.
"Permaisuri katakan dimana kau mendapatkan cermin itu?" tanya Kaisar langsung.
__ADS_1
Permaisuri mengangkat sebelah alisnya menatap Kaisar sesaat, bahunya mengedik menandakan ia tak mau memberitahukan darimana ia mendapatkan cermin itu.
Tentu saja mereka tak akan mendapatkan cermin itu, karena cermin itu dari dunia modern yang ikut terbawa didalam ruang dimensinya lagipula ia tak sudi memberitahu sedikitpun perihal cermin itu pada Kaisar yang sombong.
Kaisar menahan amarahnya bukan hanya tak memberitau, bahkan Permaisuri sangat tidak sopan menjawab pertanyaannya hanya dengan mengedikkan bahu.
Jendral Lin dan Putranya saling berhadapan bingung, perilaku bakpao kesayangan mereka sungguh aneh bahkan baru kali ini mereka sangat senang setelah melihat langsung Xiumei nampak melawan Kaisar.
"Tidak kah kakak ingin berbagi informasi itu? Kakak seorang Permaisuri yang murah hati bukan?" tanya Lin Murong mencemooh.
Jika dulu Lin Xiumei akan terdiam dan tak berdaya maka lain kali ini, karna jiwa dari masa depan yang sekerang menempati tubuh permaisuri lama bukanlah orang lemah.
"Apakah adik sedang memujiku? jika begitu aku ucapkan terimakasih!" ucap Lin Xiumei datar, seluruh tamu yang hadir menahan tawa hingga kedua mata mereka berkedut.
Selir Rong menatap benci kakaknya, kali ini ia dipermalukan didepan semua orang.
"Apakah selir rendahan seperti anda pantas untuk berbicara disini? bahkan anda bertanya ketika mantan Permaisuri ini ingin berbicara! Sepertinya keberadaan saya sudah tidak lagi dianggap ya?" ucapan Ibunda Permaisuri membuat Selir Rong jatuh terduduk dan menangis meminta pengampunan.
Janda Permaisuri berdiri dari tempat duduknya merasa terganggu atas kelakuan Selir busuk dihadapannya ini.
"Baru saja kau selesai dihukum karena perilakumu yang tidak sopan itu, namun sekarang kau kembali tidak sopan lagi! Aku menggunakan otoritas emasku sebagai Ibu dari Ibu Kekasiran menurukan posisimu menjadi Selir Tingkat Lima mulai hari ini, pindahkan seluruh barangmu dan kembalikan fasilitas yang diberikan Kekaisaran untukmu!" ucap Janda Permaisuri lantang sambil mengeluarkan Plakat Emas yang tidak bisa ditolak siapapun termasuk Kaisar.
Kaisar hanya diam, menghela nafasnya berat menyaksikan kejadian hari ini yang begitu melelahkan baginya.
Selir Rong menangis tersedu mendengar bahwa posisinya kina setara dengan selir lainnya, dulu ketika ia menjadi selir agung ia sering menindas selir yang berada dibawahnya dan bisa dipastikan setelah ia melihat tatapan penuh kelicikan para selir sudah dipastikan ia akan mendapatkan kesulitan nantinya.
Ibu dari Selir Rong ikut menangis meminta belas kasih, lain hal dengan Jendral Lin ia justru mengambil kesempatan ini untuk menceraikan wanita busuk yang kini terduduk sambil menyembah kaki Janda Permaisuri yang tentu tak digubris sedikitpun.
"Tuanku tolonglah putrimu itu!" ucap Yuan Rong, ibu tiri Lin Xiumei.
__ADS_1
Jendral Lin menatap jijik wanita yang kini malah menyembah kakinya, apa - apaan wanita ini sangat memalukan!! pikir semua orang.
Apa yang akan terjadi? Double up tpi agak malaman okey? berikan dukungan kalian! Thankyou🖤🖤