
Yuan menatap kepergian Yie Er dengan rahang mengeras menahan marah.Terlebih lagi sekarang para rakyat nya memandang dirinya tak mengerti alias kebingungan,mereka dengan terang-terangan melihat dirinya kehilangan muka di depan orang banyak.
Yie Er berjalan bersama Kaisar Faing dengan wajah terlihat biasa-biasa saja.Berbeda dengan Kaisar Faing yang terlihat menahan gugup,sepanjang perjalanan tak ada salah satu diantara mereka yang memulai pembicaraan.Para rakyat Dinasti Han melihat Yie Er dan Kaisar Faing aneh,dalam benak mereka bertanya-tanya mengapa Permaisuri mereka berjalan dengan Kaisar dari kerajaan lain.
Lama mereka berjalan melewati sekiranya lebih dari sepuluh kedai-kedai,tiba-tiba pandangan Yie Er bertubrukan dengan sebuah kedai yang terlihat kosong,tak ada satupun rakyat Dinasti Han yang ada di kedai itu.Terlebih lagi kedai itu terlihat tertutup dengan tirai-tirai,dirinya merasa penasaran jenis benda apa yang dijual di kedai satu itu.
Yie Er akan pergi kesana,tapi bukan seorang diri bukankah dirinya berjalan bersama Kaisar Faing disampingnya.Dirinya akan pergi bersama Kaisar Faing ke kedai itu berdua.
"Kaisar Faing!"
"Ya Permaisuri Yie Er," seru Kaisar Faing yang sedari tadi terdiam canggung memberhentikan langkahnya.
Yie Er kini berhadapan dengan Kaisar Faing,mereka terlihat bagaikan sepasang Kaisar dan Permaisuri dari satu kerajaan ataupun Dinasti.
"Bisakah Kaisar Faing menemani Permaisuri ini ke kedai itu?! Permaisuri ini ingin pergi ke kedai yang disana," ucap Yie Ee menunjuk kedai yang dilihatnya tadi.
Kaisar Faing terdiam mencoba mencerna apa yang Permaisuri dihadapannya kini minta.Dirinya merasa tak tahu tindakan apa yang harus dirinya lakukan didepan Permaisuri lain.
"Ya Permaisuri,Kaisar ini akan mengantar Permaisuri ke kedai yang diminta," ucap Kaisar Faing yakin tak yakin melanjutkan langkah yang sempat tertunda.
"Terimakasih Kaisar Faing," ucap Yie Er menunjukan senyum manisnya. " Ahh Permaisuri ini lupa,apakah Permaisuri ataupun Selir dari Kaisar Faing tak akan marah Kaisar berjalan bersama Permaisuri ini? misalnya dengan Selir Dhau?" lanjut Yie Er bertanya,mengingat Selir Dhau yang sempat melihatnya menghampiri Kaisar Faing.
Kaisar Faing sedikit melirik Yie Er,dalam hati Kaisar Faing tersenyum geli,seharusnya Permaisuri dihadapannya kini bertanya tentang itu pada saat waktu pertama kali mereka berkeliling,bukannya sekarang.
"Permaisuri Yie Er tenang saja,karena Permaisuri ataupun Selir dari Kaisar ini tak akan merasa marah apalagi cemburu.
__ADS_1
Terlebih lagi dengan Selir Dhau,dia tipikal orang yang terlihat begitu jahat dan tak peduli tetapi pada kenyataan nya Selir Dhau begitu kekanakan,ceroboh,dan baik kepada orang yang menurut pengelihatannya baik." Kaisar Faing berucap lebih tepatnya bercerita seperti kepada seorang yang telah lama ia kenal.
"Benarkah? mengapa mereka tak akan merasa marah ataupun cemburu melihat Kaisar Faing berjalan bersama Permaisuri ini?" tanya Yie Er terheran-heran.
Kaisar Faing lebih dulu terdiam,memikirkan apa yang harus dirinya katakan.
"Ya benar," ucap Kaisar Faing memandang lurus kedepan.
"Tapi mengapa?" tanya Yie Er merasa semakin penasaran,menatap kearah Kaisar Faing intens.Sementara si empu yang dipandang hanya memandang lurus kedepan tanpa mau memandang balas Yie Er.
"Ahh Permaisuri Yie Er kita telah sampai di kedai yang ingin kau kunjungi," ucap Kaisar Faing mengalihkan pembicaraan.
"Benarkah?!" seru Yie Er melihat kedai di hadapannya kini yang terasa nyata.
"Mari kita masuk!" ajak Kaisar Faing menarik tangan Yie Er pelan masuk kedalam.
Mereka masuk secara perlahan dengan kedua tangan masih bergandengan.Suasana dalam kedai itu remang-remang oleh cahaya dari sebuah bola diatas meja panjang tak berhak.
"Halo apakah ada orang di sini!" seru Yie Er sedikit berteriak.
"Permaisuri Yie Er mungkin pemilik kedai ini sedang pergi," ucap Kaisar Faing memandang aneh sekitarnya.
"Ya mungkin saja,jika begitu mari kita pergi dari sini!" ajak Kaisar Faing menarik tangan Yie Er keluar.
Yie Er mengikuti Kaisar Faing ragu-ragu,Yie Er merasa yakin jika kedai ini masih ada seseorang,dirinya merasa penasaran dengan kedai remang-remang ini.
__ADS_1
"Permaisuri!" panggil seseorang dari arah belakang Yie Er dan Kaisar Faing
Mereka berdua secara sepontan menghentikan langkah mereka.Yie Er yang kini menarik tangan Kaisar Faing kearah seseorang yang memanggil dirinya.
"Apakah kau pemiliki kedai ini?" tanya Yie Er dihadapan seorang wanita berusia sekitar kepala tiga.
"Ya Permaisuri,hamba pemilik kedai ini," seru wanita itu mendudukkan dirinya didepan meja panjang tak berhak.
Yie Er dan Kaisar Faing pun ikut mendudukkan diri dihadapan seorang wanita itu.
Yie Er duduk secara berdampingan dengan Kaisar Faing,Yie Er terdiam entah apa yang harus dirinya lakukan.Yie Er tak tahu niat apa dirinya ke kedai ini dan ingin membeli apa.
"Ehmm kami datang kemari karena Permaisuri Yie Er merasa penasaran dengan kedai yang berbeda dari kedai yang lainnya," ucap Kaisar Faing mewakili Yie Er yang sedari tadi hanya diam tak bergeming.
"Benar Begitu Permaisuri?" tanya Kaisar Faing memegang bahu Yie Er santai.
"Ah ya itu benar,Permaisuri ini merasa penasaran dengan kedai ini.Apa ada sesuatu yang dijual di kedai ini untuk Permaisuri ini beli?" tanya Yie Er meliha-lihat kepenjuru arah.
"Maaf Permaisuri kedai ini tak menjual makanan ataupun hiasan-hiasan rambut seperti Kedai-kedai lainnya.Hamba hanya bisa meramal," ucap wanita itu.
"Meramal?" seru Yie Er dan Kaisar Faing serentak.
Mereka kini saling pandang memandang melihat satu sama lain mencari jawaban.
"Ya meramal Permaisuri,benar ataupun tidaknya tergantung dengan kepercayaan Permaisuri ataupun Kaisar itu sendiri," ucap wanita itu tersenyum tipis.
__ADS_1
Yie Er dan Kaisar Faing kini sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.Yie Er ingin diramal supaya dirinya mengetahui apa yang akan terjadi dengan kehidupannya kedepannya.Sementara Kaisar Faing menginginkan apakah dirinya suatu saat akan menemukan orang yang mencintai dan dicintai nya,karena Permaisuri ataupun Selirnya tak ada satupun yang benar-benar mencintainya.