Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
31 Sesuatu


__ADS_3

Sepeninggal nya Yie Er dari kediamannya,Yuan diam terpaku mengeratkan rahangnya.Yuan membenci dirinya yang seperti ini,niatnya membuat Yie Er menderita sekarang terbalik kepadanya.


"Yang Mulia! apa anda baik-baik saja?" ucap Selir Pertama manja menyentuh rahang Yuan.


Selir Pertama tahu bila saat ini Yuan membutuhkan dirinya,terlihat dari sesuatu itu.Ini kesempatan untuknya,dirinya akan membuat Yuan semakin terpikat.Sehingga Yuan akan sangat mencintainya hingga akan dengan sukarela melanggar janjinya kepada Kaisar terdahulu,dan menyingkirkan Yie Er dari kursi Permaisuri.


"Tidak," ucap Yuan singkat,sesuatu dalam dirinya masih terbangun.Dan dalam otaknya kini hanya ada bayangan Yie Er,Yie Er dan Yie Er,tak ingin yang lain termasuk Selir Pertama yang selalu menidurkan sesuatu itu.Pikiran Yuan semakin berkabut,dia rasanya tak pernah seperti ini hanya dengan tatapan dan jari telunjuk dia menderita,sungguh Yuan sangat amat membenci Yie Er.


Dirinya tahu bahwa saat ini Selir tercintanya tengah menggoda dirinya,tetapi apa boleh buat pikiran nya hanya menginginkan Yie Er.


"Yang Mulia apakah anda membutuhkan sesuatu mungkin?" ucap Selir Pertama melihat kebawah dengan tatapan menggoda.


"Selir Pertama bisakah kau pergi! saat ini Zhen hanya ingin sendiri tanpa adanya gangguan dari siapapun," ucap Yuan datar.


"Tapi kenapa Yang Mulia? apakah sekarang anda tak mencintai Selir ini lagi?" tanya Selir Pertama berderai air mata palsu nya.


"Zhen mencintaimu,hanya saja Zhen saat ini ingin sendiri," alih Yuan melangkahkan kakinya ke peraduan.


"Tapi Yang Mulia!"


"Mengertilah Selir Pertama! saat ini Zhen ingin sendiri," ucap Yuan sedikit membentak,dirinya sedari tadi mencoba menahan sesuatu itu,emosi nya seketika membuncah ketika Selir Pertama lagi dan lagi merayunya.


"Baiklah,jika begitu Selir ini undur diri," ucap Selir Pertama memasang wajah sedihnya,agar Yuan merasa bersalah dan mengasihani nya.Tetapi dugaannya salah Yuan terlihat tak peduli.

__ADS_1


Selir Pertama melangkahkan kakinya pergi dari kediaman Valium Emas di ikuti pelayan-pelayan setianya.Dalam benaknya Selir Pertama merasa begitu marah,dirinya tahu Yuan menolaknya karena Permaisuri menjijikkan itu.Awas saja dirinya berjanji akan membuat Permaisuri menjijikkan itu dibenci oleh semua orang.


Yuan diam akal sehat nya pergi entah kemana,dia tak mempedulikan Selir Pertama yang pergi dengan keadaan sedih atau apapun itu ia tak peduli.Yang Yuan pedulikan sekarang adalah sesuatu itu lebih bangun dan berkedut.


Yuan melangkahkan kakinya ke bak mandi yang begitu besar di kediamannya,dia melepaskan jubah kebesaran nya dan beberapa pakaian dengan hanya menyisakan celana panjang tipis.


Yuan mencampurkan aroma kayu manis dan mint sendiri tanpa bantuan pelayan yang biasanya menyiapkan keperluan mandinya.


Dengan segera Yuan menenggelamkan dirinya di air dingin beraroma kayu manis dan mint,pikirannya bukannya tenang tetapi semakin kepayang memikirkan Yie Er,dan membuat sesuatu itu semakin berkedut.


"Ahh sial!" maki Yuan keras semakin menenggelamkan dirinya.


Dalam hatinya Yuan berjanji akan membuat Yie Er menderita sama seperti dirinya sekarang.


Yie Er mulai membaringkan tubuh mungil nya di peraduan.Semoga saja dirinya bertemu dengan Yie Er lagi di mimpi nya.Perasaan asing dihatinya baru ia rasakan pertama kali seumur hidupnya.Di dunianya dulu Yie Er belum pernah merasakan perasaan seperti ini,dia terlalu tak berperasaan hingga tak pernah merasakan sebuah rasa kepada orang lain.


Yu Are dan Rei Rei pergi menemui Ibu Suri Agung dan Ibu Suri,semenjak keluar dari kediaman Yie Er,Rei Rei merasa jika Yu Are tak mengeluarkan suaranya sedikit saja.


Ia merasa penasaran mengapa partnernya ini terlihat memikirkan sesuatu.Apa ada sesuatu yang dirinya tak tahu? Rei Rei mau tak mau memilih bertanya kepada Yu Are.


"Yu Are mengapa dari tadi kau terdiam?" tanya Rei Rei menepuk pundak Yu Are pelan.


"Ahh tidak Rei Rei,apa kau tak melihat seperti ada sesuatu yabg terjadi dengan Permaisuri?"

__ADS_1


"Tidak,aku tak menemukan sesuatu yang salah. Mungkin saja Permaisuri merasa lelah karena seminggu ini dirinya terus berdiam diri dan baru keluar berjalan-jalan sekarang,sehingga ototnya terkejut," ucap Rei Rei merasa tak ada yang salah.


"Ahh tapi aku merasa ada yang salah.Bila kamu memperhatikan penampilan Permaisuri kamu akan menemukannya! Rambut permaisuri terlihat berantakan seperti babis di cengkraman atau apalah itu," ucap Yu Are resah.


"Benar kah! tapi aku merasa tak ada yang aneh Yu Are.Apa jangan-jangan Yang Mulia melakukan kekerasan lagi kepada Permaisuri.Kau tahu bukan jika Selir Pertama pasti mengadukan yang tidak-tidak kepada Yang Mulia," ucap Rei Rei.


"Ya,tapi sudahlah yang terpenting Permaisuri merasa baik-baik saja.Semoga saja dalam Zui Qiang berjalan sesuai apa yang diharapkan Permaisuri.Dan jangan bicara lagi Ibu Suri Agung dan Ibu Suri melihat kita!" ucap Yu Are menghela nafas pelan melihat mereka sebentar lagi sampai kepada Ibu Suri Agung dan Ibu Suri.


"Hmm ya," ucap Rei Rei.


Ibu Suri Agung dan Ibu Suri memperhatikan Yu Are dan Rei Rei yang berjalan mendekati mereka.


Mereka merasa penasaran mengapa mereka tak melihat Yie Er di sana?


Rasa khawatir mulai menyeruak di hati keduanya,mereka takut bila Yuan melukai Yie Er lagi sehingga Yie Er terluka.


"Yu Are,Rei Rei dimana Permaisuri?" ucap Ibu Suri langsung bertanya ketika Yu Are dan Rei Rei sampai di hadapan mereka.


"Ibu Suri Agung,Ibu Suri,Permaisuri ada di kediamannya.Permaisuri bilang dirinya ingin tidur sendiri tanpa ada orang lain.


Kami kesini ingin menyampaikan Permaisuri meminta maaf tak bisa menemui Ibu Suri Agung dan Ibu Suri," ucap Rei Rei.


"Apakah dia Baik-baik saja? apa Yuan melukainya?" tanya Ibu Suri Agung berturut-turut.

__ADS_1


"Hmm permaisuri-"


"Permaisuri baik-baik saja Ibu Suri Agung,Permaisuri hanya merasa kelelahan akibat sedari tadi terus beraktivitas," ucap Yu Are memotong ucapan Rei Rei,Yu Are takut bila Rei Rei mengatakan keresahan dirinya mengenai rambut Permaisuri.


__ADS_2