
Pengumuman tentang perceraian Kaisar dan Permaisuri menjadi berita yang begitu hangat, bahkan seorang pria yang biasanya dingin dan kejam nampak sedikit tertarik dengan berita perceraian Kaisar dan Permaisuri.
"Tak disangka Kaisar begitu bodoh dengan meninggalkan permata yang begitu berharga," ucap seorang pria menatap keluar jendela dengan tajam, menyaksikkan eksekusi mati untuk seluruh keluarga Selir Agung Lin Murong, kecuali Permaisuri dan keluarga Jendral Besar Lin yang tidak ada sangkutpaut dengan Selir Agung.
***********
Dulu siapapun mengetahui bahwa Permaisuri Lin Xiumei adalah sampah masyarakat yang tidak mampu berkultivasi bahkan otaknya juga bodoh, namun semenjak penampilan Permaisuri di acara ulang tahun mantan Permaisuri terdahulu tentu membuka setiap mata orang, jika Permaisuri yang dikatakan bodoh, jelek dan sampah, lalu mereka bisa disebut apa bila disandingkan dengan Permaisuri yang sekarang sudah turun jabatan atau lebih tepatnya telah bercerai dengan Kaisar.
"Sungguh Kaisar akan menyesal jika mensia - siakan Permaisuri yang cantik seperti Nona Lin Xiumei," ucap pria muda.
"Kau benar, bahkan Kaisar belum pernah menyentuh Permaisuri namun sekarang mereka justru bercerai, saya mungkin akan mengirim lamaran ke kediaman Jendral Besar Lin!" ucap Pria bangsawan lainnya yang nampak begitu senang semenjak dekrit perceraian Permaisuri diumumkan.
"Siapapun akan memprebutkan Nona muda Lin, namun siapa yang dia pilih tentu kita tidak tau?" ucap pria lainnya.
"Hey, kalian yakin menikahi wanita yang telah diceraikan? reputasi kalian akan ternoda terlebih mantan Permaisuri hanyalah seorang sampah yang tidak bisa berkultivasi!" ucap seorang gadis nampak memprovokasi.
"Hey nona anda salah, Nona muda Lin sebenarnya masih terhitung gadis bukan? Lagipula siapa yang peduli dengan reputasi jika bisa mendapatkan gadis secantik Nona Lin Xiumei?" ucap pria lainnya membela Lin Xiumei yang langsung disetujui semua pria yang ada.
"Bahkan Jendral menceraikan istrinya dan memutus hubungan dengan Selir Rong, dikabarkan selir saat ini tengah mengandung namun entah kenapa belum diadakan pesta penyambutan calon penerus,"
"Jangan lupa jika Permaisuri terdahulu, Janda Permaisuri dan para pangeran tidak menyukai Selir Rong jadi tentu kerajaan tidak akan memgambil hal - hal yang tidak menguntungkan untuk hanya sekedar membuat pesta,"
Di sudut ruangan seorang pria misterius menajamkan pendengarannya, aura mendominasi yang sangat kuat disekitarnya, tatapan tajam dan kejam.
Seringai misterius terbit bersamaan dengan banyaknya informasi yang ia temukan mengenai gadis kecil yang menarik perhatiannya.
Lin Xiumei.. Lin Xiumei....
Jauh dari ibukota yang ramai membicarakan Perceraian pertama kali dalam sejarah Kekaisaran, sang pemeran utama justru bersantai bersama orangnya sambil berlatih sebelum meninggalkan Kekaisaran Utara ini.
Lin Xiumei dengan santai memakan semua hidangan yang tersaji tanpa memperdulikan segala hal diluar sana yang sedang ramai memperbincangkan dirinya.
Ditemani Qiyue An, Xiba Long, Xia Ling dan Kedua bersaudara yang memilih untuk mengabdi padanya, mereka menghabiskan banyak waktu sambil terkadang bercanda dan memikirkan rencana untuk kedepannya.
(perubahan/penambahan nama tokoh bisa terjadi kapan saja, jadi mohon dimengerti)
Baik Jendral Besar Lin maupun Panglima Lin Fuqing akan turun dari jabatan mereka dan memilih untuk hidup bersama gadis mungil kesayangan mereka di belahan bumi lain yang tentunya bukan di Kekaisaran Utara.
"Ah Janda Permaisuri dan orang yang menyayangi anda di istana saat ini sedang sangat kacau, ada baiknya sebelum kita meninggalkan Kekaisaran Utara ini, Nona Muda Lin bisa menemui mereka terlebih dahulu," usul Li Gong Ye.
"Tentu, aku pasti ke istana untuk berpamitan biar bagaimanapun Janda Permaisuri, Ibunda, dan Pangeran Ketujuh selalu melindungiku selama aku di istana, tanpa mereka mungkin aku bukanlah aku yang sekarang!" ucap Lin Xiumei tersenyum tegas.
__ADS_1
Hari begitu cepat berlalu, saat ini Lin Xiumei tengah menyamar menjadi gadis biasa untuk ke pasar membeli beberapa keperluan mereka dijalan nanti.
Di tengah pasar yang begitu ramai, Lin Xiumei dengan tenang membeli apapun yang ia inginkan dan mencoba semua makanan dikekaisaran utara sebelum mereka pergi menuju kekaisaran barat, ya, mereka telah memutuskan untuk pergi ke kaisaran barat dan memulai hidup baru sebagai pedagang ataupun tabib nantinya terlebih temannya Ling Yue dari dunia modern juga disana, jadi mereka memiliki rencana untuk berkejasama nantinya.
Tanpa Lin Xiumei sadari sepasang mata menatapnya dengan tajam tanpa mengalihkan sedetikpun, sepasang mata yang sangat dingin menampilkan kekejaman namun jauh didalamnya juga penuh kehangatan.
Sebuah senyum terbit menatap Lin Xiumei yang seperti kekanakan, siapapun tidak akan menyadari keberadaannya karena ia telah menyamarkan aura hidupnya sehingga orang lain tidak akan tau bahwa ia dan bawahannya ada disana, hanya mereka yang sama hebatnya yang mampu mengetahui keberadaan orang itu.
"Lord anda terlalu lama disini, mereka mulai bergerak menentang anda," lapor seorang yang juga memiliki mata yang kejam tak jauh berbeda dengan tuannya.
"Biarkan saja, tunggu mereka merasa diawan lalu jatuhkan sedalam mungkin! Aku akan tetap disini bersama gadisku!" ucapnya tak terbantahkan.
Ksatria kepercayaan Sang Lord menatap bingung pada tuannya yang dingin dan kejam, bukan hanya tuannya tersenyum namun hari ini tuannya juga terus mengikuti gadis mungil yang tidak memiliki kultivasi bahkan tuannya yang biasanya tanpa perasaan justru mengklaim gadis itu sebagai gadisnya?
Sang Ksatria hanya tersenyum kikuk menyaksikan tingkah tuannya yang aneh beberapa hari terakhir.
"Dimengerti Lord,"
"Pastikan Kaisar bodoh itu menyesal karena telah menyakiti gadisku!" titah sang penguasa penuh dendam.
"Baik Lord, saya akan memastikan Kaisar Bai Yuan menerima hasil yang mereka tanam!" ucap sang ksatria tegar.
"Bagus, siapapun yang ikut andil menyakiti gadisku buat mereka merasa lebih baik mati daripada hidup!"
Waktu menunjukkan malam hari setelah gadisnya menyelesaikam semua urusannya dipasar, di malam hari yang gelap dan sunyi gadisnya berjalan dengan riang sambil sesekali hersenandung namun tak berapa lama segerombolan bandit menghadang gadisnya, Sang Lord hanya menatap bengis namun tetap diam karena ia ingin melihat bagaimana gadisnya menghadapi para bandit itu.
Lin Xiumei menatap tajam kearah puluhan bandit yang mengepungnya, tangannya tersembunyi didalam hanfu seolah sedang ketakutan.
Dari ruang dimensi, Lin Xiumei mengeluarkan dua senjata api yang dihadiahkan oleh kekuatan yang mengirimnya kedunia kuno.
Dua buah Desert Eagle sudah berada ditangan Lin Xiumei, siap untuk menjatuhkan puluhan bandit didepannya.
Lin Xiumei juga mengeluarkan satu granat untuk menghilangkan jejak nantinya, hey siapapun yang berani berurusan dengannya maka bisa dipastikan akan menyesal, lihat saja! batin Lin Xiumei menyeringai.
Dari atas pohon yang agak jauh Sang Lord bersama Ksatrianya yang telah menyelesaikan tugas menyaksikan gadis incaran sang Tuan terlihat sedang ketakutan.
Awalnya mereka akan turun, namun sebuah suara yang tidak terlalu nyaring bersamaan dengan dua benda yang asing ditangan gadis mungil didepan mereka telah berhasil menembakan sebuah benda kecil yang langsung menembus tepat dikepala para bandit.
Hanya butuh 2 menit sebelum puluhan bandit jatuh tanpa perlawanan, Lin Xiumei menepuk tangannya puas dan kembali memasukkan Desert Eaglenya kedalam ruang dimensi.
Sebelumnya Lin Xiumei sedikit menyesal karena tidak berkultivasi sehingga serangannya masih tidak efektif, seandainya ia berkultivasi sudah dipastikan hanya butuh hitungan detik puluhan bahkan ratusan bandit tumbang.
__ADS_1
"Baiklah setelah di Kekaisaran Barat nanti aku akan mulai berkultivasi, huh lemah sekali diriku sekarang," omel Lin Xiumei pelan.
Lin Xiumei hanya tidak mengetahui orang didunia ini yang bisa berkultivasipun butuh setidaknya satu jam untuk membunuh semua bandit namun Lin Xiumei mengeluh dan merasa lemah pada dirinya yang tidak memiliki kultivasi namun hanya dalam hitungan menit mampu menumbangkan puluhan bandit, siapapun yang mendengar dan menyaksikan Lin Xiumei akan menangis darah karena jika Lin Xiumei lemah lalu mereka apa? mungkin merekalah sampah yang sebenarnya.
Lord dan orang kepercayaannya saling memandang dengan pikiran yang tak jauh berbeda, lihatlah gadis mungil yang sedang menyamar ini bukan hanya kuat namun juga kejam batin mereka menatap Lin Xiumei yang kini mengeluarkan benda bulat yang berukuran sedang.
Lin Xiumei tersenyum dan menjauh sebelum menyalakan sumbu yang langsung mengalir menuju bubuk mesiu.
Lin Xiumei dengan tenang melempar kearah para bandit dari tempatnya berlari yang tepat berada dibawah pohon dua orang yang kini cemas melihat perilaku Lin Xiumei yang mencurigakan.
Hanya dalam satu detik ledakan besar terdengar, menciptakan kawah yang begitu dalam dan menghancurkan seluruh tubuh bandit yang kini terpanggang oleh api yang tajam.
Kedua pria yang menyaksikan perilaku Lin Xiumei menelan ludah susah payah, bagaimana bisa benda sekecil itu mampu meratakan satu tempat dan menciptakan kawah yang sangat dalam bahkan mengeluarkan api? batin mereka tercengang beberapa saat sebelum sadar dan mengurungkan aura kehidupan agar Lin Xiumei mengetahui keberadaan mereka.
Lin Xiumei merasakan dua kehadiran tepat diatasnya, tunggu - tunggu sedari tadi Lin Xiumei tidak tahu jika ada manusia lain disekitarnya, dengan santai matanya menatap keatas dan menemukan dua pria bertopeng yang sangat misterius namun kekuatan keduanya tak bisa diremehkan karena Lin Xiumei bahkan tak mampu merasakan kehadiran keduanya.
Sang Lord dan Ksatrianya turun dengan santai sambil bertepuk tangan mengapresiasi pertunjukan Lin Xiumei yang hebat.
"Nona muda sangat hebat bahkan mengalahkan puluhan bandit hanya dalam hitungan detik dan sekarang menghilangkan jejak mereka," ucap Lord menyeringai dari dalam topeng emasnya.
Lin Xiumei memutar bola matanya, sadar jika keduanya memang sedari awal sudah disana dan ia terlalu lemah untuk bisa mengidentifikasi keberadaan mereka.
"Lalu?" ucap Lin Xiumei beranjak pergi untuk pulang ke kediaman Jendral Besar Lin tanpa memperdulikan kedua pria yang menatap penuh minat, yang satu pria menatap penuh damba yaitu sang Lord yang satu menatap hormat dari balik topeng keduanya.
"Nona tunggu saja, kita akan bertemu lagi," bisik Sang Lord pelan sambil menatap punggung mungil yang sudah menjauh.
"Gadisnya memang luar biasa dan mendominasi, tidak salah ia memilih Lin Xiumei sebagai pendampingnya nanti," -Lord
"Ternyata Calon Permaisuri Lord mereka sangat cerdas, tak salah jika tuan memilih Nona Lin Xiumei sebagai gadisnya. Ah seandainya kalian ikut, pasti kalian juga sangat senang melihat pertunjukkan menarik ini," -Ksatria
-
-
-
-
-
-
__ADS_1
Jangan lupa untuk berikan vote kalian jika suka kita lanjut hihi, thankyou🤍