Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
Penyesalan


__ADS_3

Rating : Dewasa🔞


Tangan besar Kaisar mengelus rambut Permaisuri yang begitu halus dan harum, sebelah tangannya terus membelai hingga kepinggang ramping gadis itu, keduanya bahkan tak sadar posisi mereka tidak memiliki jarak lagi.


Kaisar diam - diam memerintahkan pengawalnya untuk menjaga kediaman Naga dan tidak memperbolehkan siapapan bertamu, ia juga berpesan untuk melakukan pesta tanpa dirinya sebagai gantinya pesta akan diadakan selama tujuh hari penuh ditambah dengan acara berburu yang tentu disambut sangat antusias.


Selir Rong terus memaksa masuk hingga Li Gong Ye murka dan menyeret paksa Selir Rong atas izin Kaisar, mereka melakukan pembicaraan melalui pikiran yang tentunya Lin Xiumei tidak dapat mendengar.


*************


Kaisar membawa Lin Xiumei memasuki kediaman Naga rahasia yang sebenarnya tak pernah dimasuki siapapun kecuali Kaisar dan kedua tangan kanannya.


"Kau ingin membawaku kemana lagi?? Diluar tengah ada pesta bisakah kau lebih dewasa jangan seperti ini?!!" kesal Lin Xiumei yang tidak ditanggapi Kaisar, keduanya melewati pintu tersembunyi.


Sebuah permandangan sangat indah dihadapan Lin Xiumei, siapapun akan terpana termasuk Lin Xiumei yang tanpa sadar berjalan memasuki lebih dalam untuk mengetahui dibalik pintu rahasia itu.



"Kaisar ******** mengapa kediamanmu begitu indah?"


"Ah lihatlah semua benda disini sangat cantik dan mewah?!"


"Kaisar Jahat, kediamanmu begitu luar biasa sedangkan kediamanku begitu lusuh!!!"


Lin Xiumei terus menggerutu dan mengumpat Kaisar, ia bahkan tak sadar Kaisar sangat marah dengan ucapannya yang begitu menghina.


"Kau gadis kecil beraninya menghina Kaisar ini?!" Kesal Kaisar sembari menarik Lin Xiumei kembali.


"Awww aduhh sakit, jangan terlalu kuat," ucap Lin Xiumei lirih karena pergelangan tangannya masih sakit dan sekarang kembali ditarik menambah rasa sakit yang belum hilang menjadi dua kali lipat.


Kaisar tersadar dengan perlakuan kasarnya, dengan lembut ia menarik Permaisuri membawanya kesebuah ruangan yang begitu hangat dan nyaman.



"Maafkan sikapku selama ini yang sering berlaku kasar padamu, tolong berikan kesempatan untuk memperbaiki keadaan kita!"ucap Bai Yuan tulus.


Lin Xiumei terdiam, ia bingung dengan semua ini. Ia merasa apa yang terjadi begitu cepat, Lin Xiumei bahkan tidak sadar jika Kaisar telah menarik cadarnya.


Kaisar tertegun menatap keindahan dihadapannya, istrinya permaisuri kecilnya begitu cantik dan errr sexy. Sisi laki - lakinya begitu kurang ajar bangun disaat keadaan mereka masih tidak memungkinkan untuk melalukan hal lebih, Bai Yuan menahan hasratnya untuk menyerang Sang Permaisuri yang masih sibuk dalam lamunannya.


"Entah istriku sedang berpikir apa hingga melamun seperti ini?" ucapan Kaisar mengembalikan Lin Xiumei dari pikirannya yang terus melayang.

__ADS_1


"Kau sungguh cantik, bahkan kecantikanmu mampu merusak sebuah negara," ucap Bai Yuan mengelus pipi Lin Xiumei yang tidak memakai cadar.


Seakan tersadar, Lin Xiumei memegang wajahnya yang ternyata tidak memakai cadar, ia bingung menatap Bai Yuan.


Kapan pria itu melapas cadarnya? Sialan seharusnya ia terkejut dipesta nanti melihat kecantikanku tapi sekarang justru ia telah melihatnya! batin Lin Xiumei yang sudah ditebak Bai Yuan.


"Aku tau kau sedang mengumpat dan kesal karna aku mengetahui wajahmu sebelum rencana yang kau siapkan hehe," melihat Kaisar terkekeh Lin Xiumei dibuat terpana, Bai Yuan sangat tampan apalagi tersenyum seperti itu ucap batin Lin Xiumen.


"Huh, bisakah Kaisar melepaskan hamba? Hamba rasa tidak sopan jika kita menghilang dari pesta itu!!" kesal Lin Xiumei yang ingin berdiri dari posisi intim mereka, namun kaisar menahan pinggangnya dengan erat.


"Sebut namaku Mei'er dan jangan gunakan bahasa formal lagi!" perintah Kaisar yang tentu saja ditentang Xiumei, matanya menatap horror pria tampan yang kini sangat berbeda.


"Tidak mau, suruh saja selir kesayanganmu itu untuk memanggil namamu!"ucap Lin Xiumei cemberut.


Kaisar gemas menatap istri kecilnya, dengan tak tau malu Kaisar menghujami seluruh wajah Lin Xiumei dengan ciuman bertubi - tubi.


Lin Xiumei terlalu syok atas apa yang terjadi, ia memang dulu sering berpacaran namun tak pernah seperti ini terlebih Kaisar sekarang mencoba untuk menciumi bibirnya.


"Jangan menghindar Mei'er, itu milikku!" ucap Kaisar menahan tengkuk Lin Xiumei yang masih cengo.


Bai Yuan menyesap bibir manis yang sekarang akan menjadi candu untuknya, keduanya terlena dengan keadaan yang begitu mendukung.


"uhukk - uhukkkkk" Lin Xiumei terbatuk karna kekurangan nafas akibat ciuman mereka yang begitu intens.


Keduanya nampak berkeringat akibat kegiatan mereka tadi, Lin Xiumei memerah mendapat perlakuan Bai Yuan yang begitu mendamba dirinya. Hampir saja mereka melakukan hal lebih jika tadi Lin Xiumei tak terbatuk.


"Panggil namaku!" ucap Kaisar, matanya sangat memohon.


"Ehmm Yuan'er?" ucap Lin Xiumei ragu - ragu.


Kaisar tersenyum menatap wajah istrinya yang memerah ditambah dengan bulir keringat yang masih menempel diwajah mulusnya, dan hanfu gadis itu yang telah melorot akibat ulah tangannya, sungguh memberikan kesan yang begitu seksi.


"Jaga tatapamu Yuan'er atau besok kupastikan matamu telah hilang!" ucap Lin Xiumei tajam.


Kaisar terkekeh melihat kelakuan Permaisurinya yang jauh berbeda dari dulu, ia suka permaisurinya yang sekarang sungguh sangat menyukai semua tingkah gadis ini kecuali jika ia berdekatan dengan pria lain, maka Bai Yuan sangat marah dan membenci hal itu.


"Berarti Mei'er memberikan kesempatan bukan untukku?" tanya Kaisar harap - harap cemas.


"Ya, aku memberimu kesempatan dengan beberapa syarat. Pertama kau tidak boleh meniduriku hingga aku siap, kedua kau tidak boleh membentakku apalagi berlaku kasar, ketiga kau harus jujur dan yang terakhir aku ingin kau mengusir lima puluh selirmu itu termasuk kakakku!" ucap Lin Xiumei yang membuat Bai Yuan terdiam.


"A-aku tidak bisa mengusir para selir itu tanpa sebab, kau tau kan aturan istana?" ucap Bai Yuan bersalah.

__ADS_1


"Oh, kalau begitu lupakan kesempatan yang kuberikan padamu!" ucap Lin Xiumei berkaca - kaca, ia bersiap untuk pergi namun lagi lagi kaisar brengsek dihadapannya ini kembali menarik tangannya dan kembali mendekap tubuhnya erat.


"Beri aku waktu untuk menyingkirkan mereka satu persatu, aku janji akan mengusir mereka menggunakan cara apapun," pinta Kaisar putus asa.


"Tidak, kau harus bisa memilih diantara aku atau lima puluh selirmu itu?!" ucap Lin Xiumei tegas.


"Tolong mengerti keadaanku, aku tidak bisa memilih diantara kalian untuk saat ini!" bentak Bai Yuan tanpa sadar.


"Yang Mulia kau membentakku?" ucap Lin Xiumei bergetar, ia tak menyangka setelah apa yang baru saja mereka lalui, Kaisar masih membentak dirinya sekeras ini.


Bai Yuan tersedar atas kelakuannya, namun terlambat karna Lin Xiumei telah berlari dan pergi meninggalkan Kaisar yang mematung atas kepergian gadisnya.


Gadisnya pergi dengan air mata yang beruraian akibat kelakuan brengseknya yang sangat tega membentak gadis itu padahal mereka baru saja melalui kegiatan yang begitu romantis.


Kaisr mengejar Lin Xiumei yang telah menghilang begitu cepat, bahkan kedua tangan kanannya tak sempat mencegah kepergian gadis itu yang berlari dengan air mata deras.


"Kenapa kalian tidak menghentikannya hah?!!!!" bentak Kaisar.


"Kami tidak berani karna beliau nampak begitu terluka dan rapuh, beliau pergi dengan tangisan yang sangat deras membuat kami berdua mengurungkan niat untuk menghentikannya," jawab Li Gong Yu pelan, mereka tau Kaisar saat inu tengah marah, sedih, khawatir, kecewa dan emmm rapuh. Mereka bukanlah orang yang baru saja dekat, tentu keduanya tau segala emosi yang diperlihatkan orang terkuat dibenua utara ini.


"A-aku membentaknya," ucap Kaisar meluruh, ia tak kuasa menahan tangis yang sudah sejak lama tak pernah keluar semenjak mendiang Kaisar terdahulu meninggal.


Kedua kakak beradik itu seolah mengerti, mereka memerintahkan banyak pengawal bayangan untuk mencari tau kemana Permaisuri.


Tak lama salah satu pengawal bayangan yang mereka utus melaporkan apa yang ia temukan tanpa mengurangi sedikitpun.


"Ampun Yang Mulia, Pe-permaisuri pergi bersama Jenderal Lin dan Panglima Lin Fuqing kembali kediaman Lin, beliau melepaskan mahkota dan jubah Permaisuri dan mengatakan tidak akan kembali ketempat terkutuk itu sampai kapanpun dengan derai air mata yang terus mengalir, untungnya saat beliau lari tak satupun tamu yang tau karna beliau melalui jalan samping dan entah bagaimana bertemu dengan Jenderal serta Panglima. Mahkota dan jubah beliau telah kami letakkan dikediaman beliau tadi, d-dan.."


"Dan apa?!!" bentak Kaisar tak sabaran.


"Yang Mulia apakah sepatu beliau disini?" tanya pengawal bayangan itu, Kaisar beserta kedua tangan kanannya menatap kearah tempat dimana sepatu diletakkan, sesuatu yang sangat tidak di inginkan Kaisar.


Terlihat sepasang sepatu mungil yang begitu indah dengan sulaman Phoniex disetiap sisinya, Kaisar tau pasti siapa pemilik sepatu itu.


Kaisar memanggil Li Gong Ye dan Li Gong Yu, ketiganya memasuki ruangan Kaisar mendengar cerita yang diucapkan Kaisar dengan penyesalan.


"Yang Mulia, Pengawal Yang mengatakan kaki Permaisuri terluka lumayan parah. Saat ini beliau tengah dirawat dikediamannya, dan Jenderal Lin ingin mengajukat perceraian padamu," ucap Li Gong Ye lirih.


"Ba-bagaimana bisa ini terjadi? Aku begitu brengsek membiarkan gadisku terus terluka. Kalian siapkan kereta untukku, hari ini juga kita akan menyusul dan menjemput Permaisuriku apapun caranya!"titah Kaisar yang langsung dilaksanakan keduanya.


Sedikit berbumbu percintaan, maafkan kalo nggak suka kalian bisa skip hehe thankyou🖤

__ADS_1


__ADS_2