
"Apakah Permaisuri ini bisa memegang ucapan Yang Mulia mengenai Selir Pertama.Apakah Selir Pertama benar-benar merasa menyesal?" Yie Er bertanya penuh keraguan.
"Ya Zhen yakin,Selir Pertama benar-benar menyesal.Ekhmm... begitupun dengan Zhen yang dulu selalu mencemooh Permaisuri yang sekarang dicintai oleh Zhen.Benar apa yang Zilong katakan jika Zhen akan menyesal dengan semua perbuatan Zhen.Mungkin bila Zilong saat ini tengah berada di Istana Zilong akan menertawai Zhen." Yuan berucap memandang Yie Er penuh penyesalan.
Yuan memegang tangan Yie Er lembut,dalam benaknya ia mengingat perkataan Zilong sebelum pergi ke Faksi di Barat.
"Sudahlah Permaisuri ini memaafkan apa yang selama ini Yang Mulia lakukan.Lagipula sekarang kita akan membuka lebaran baru bukan dengan Selir Pertama yang terucap dari bibir Yang Mulia merasa menyesal," ucap Yie Er masih merasa tak yakin dengan pengakuan Selir Pertama.
Dirinya akan memaafkan apa yang dilakukan Selir Pertama saat dulu jika Selir Ular itu benar-benar berubah.Dirinya masih mempunyai hati untuk memberikan kesempatan kepada seseorang.Lagipula Yie Er yang dulu akan dengan mudahnya memaafkan Selir Ular itu mengingat Yie Er yang dulu begitu baik.Tapi jika Selir Ular itu hanya bersiasat saja dirinya akan memberi pelajaran kepada Selir Ular itu,bahkan mungkin dirinya akan memberi siksaan kepada Selir Ular itu sebelum menghampiri kematiannya.
"Benarkah? Zhen sungguh merasa menyesal... baru sekarang Zhen menyadari jika Zhen mencintai Permaisuri dihadapan Zhen ini," ucap Yuan lagi-lagi mengakui penyesalan dan rasa cintanya kepada Yie Er.
"Sudahlah Yang Mulia.Sekarang makanlah makanan buatan Permaisuri ini!" perintah Yie Er menyodorkan pizza buatannya tadi.
"Makanan apa ini? Apakah kau pergi ke dapur Istana untuk memasak makanan ini?" tanya Yuan terkejut melihat makanan aneh dihadapannya kini.
"Ya Permaisuri ini pergi ke dapur Istana.Lagipula Ibu Suri Agung dan Ibu Suri pergi menemani Permaisuri ini," ucap Yie Er dengan tenang.
"Tapi tetap saja,di sana pasti berdesak-desakan," ucap Yuan khawatir.
"Yang Mulia! Permaisuri ini tak apa.Sekarang cobalah makanan buatan Permaisuri ini!" perintah Yie Er menyodorkan makanan ditangannya di depan mulut Yuan.
__ADS_1
"Tapi makanan apa ini?" tanya Yuan menelan ludahnya paksa lagi-lagi melihat makanan aneh dihadapannya.
"Ini pizza Yang Mulia,cobalah! jika tidak Yang Mulia tak boleh bermalam di kediaman Permaisuri ini!" ancam Yie Er tajam.
"Jangan berbicara seperti itu! Zhen akan memakannya untuk Permaisuri Zhen!" ucap Yuan memakan ragu-ragu makanan didepan mulutnya.
Yie Er tersenyum melihat Yuan memakan pizza buatannya.Dirinya merasa sangat bahagia apalagi dengan Yie Er yang dulu.Pasti saat ini Yie Er yang dulu tengah memandang dirinya dibawah sini dengan bahagia.Tapi dalam lubuk hati terdalam Yie Er,dirinya merasa ada yang kurang dengan kebahagiannya.Dirinya merasa bahagia sangat amat bahagia bisa seperti ini dengan orang yang dicintainya,tapi dirinya merasa bahagia ini terasa hampa.Entah apa perasaan ini? mungkin perasaan ini muncul karena dirinya masih memikirkan Selir Pertama?
"Yie Er!" panggil Yuan melambaikan tangan di wajah Yie Er.
"Hah...! Yang Mulia apa ada sesuatu?" tanya Yie Er kebingungan tersadar dari lamunannya.
"Ahh tidak apa-apa.Bagaimana makanannya apakah enak?" tanya Yie Er mengalihkan pembicaraan.
"Ya ini enak,Zhen sangat menyukainya! Dari mana resep ini berasal? Zhen yakin jika di seluruh Dinasti Han ini makanan seperti ini belum pernah ada," ucap Yuan memakan lagi dan lagi.
"Ini hanya dari pemikiran Permaisuri ini saja.Sekarang Yang Mulia harus menghabiskan makanan ini!" ucap Yie Er menunjukan pizza ditangannya.
"Ya Zhen akan dengan sukarela menghabiskan semuanya," ucap Yuan tersenyum lembut.Kentara sekali dengan mata merah tajamnya.
Jika semua orang melihat perlakuan Yuan saat ini akan berucap bahwa Yuan telah takluk dengan Permaisuri mereka.
__ADS_1
Dari seseorang yang dikenal kejam kini begitu lembut kepada Permaisuri mereka.Meskipun dulu Kaisar mereka bersikap lembut kepada Selir Pertama tapi tak selembut perlakuannya yang sekarang kepada Permaisuri mereka.
Yuan saat ini sama persis dengan Kaisar Sares yang begitu mencintai Permaisuri Bai Lu.
Yie Er mengalihkan pikirannya kepada Selir Pertama yang saat ini tengah bersama Ibu Suri Agung dan Ibu Suri.Apakah Selir Pertama melakukan sesuatu ataupun tidak dirinya harus menanyakan semua ini nanti kepada Ibu Suri Agung maupun Ibu Suri.
"Ibu Suri Agung,Ibu Suri,silahkan minum racikan teh buatan Selir ini!" ucap Selir Pertama menyodorkan dua cawan kecil berisi tek racikan buatannya.
Ibu Suri Agung dan Ibu Suri,serta para pelayan setia mereka memandang ragu racikan teh yang disodorkan Selir Pertama kepada Jungjungan mereka.
"Ibu Suri Agung,Ibu Suri minumlah! jangan takut bila Selir ini mencampurkan racun kedalamnya.Selir ini akan meminumnya terlebih dahulu sebelum kalian," ucap Selir Pertama meminum racikan teh buatannya penuh rasa dongkol.
Mereka memandang Selir Pertama penasaran,kedua pelayan Selir Pertama berucap bangga dalam hati mereka mempunyai Jungjungan seperti Selir Pertama.
"Lihat Selir ini meminumnya san tak terjadi apa-apa.Selir ini benar-benar menyesal dengan apa yang Selir ini perbuat.Ibu Suri maafkan menantu yang tak tahu diri ini! menantumu siap mendapatkan hukuman jika kalian berdua masih meragukan Selir ini," ucap Selir Pertama menunduk dalam-dalam.Dengan bibir sedikit menyeringai penuh kemenangan yang sama sekali tak disadari oleh semua orang yang berada di sana.
"Tidak perlu," ucap Ibu Suri Agung mengibaskan tangannya pelan.Meminum perlahan-lahan racikan teh buatan Selir Pertama tanpa ekspresi.
Berbeda dengan Ibu Suri yang enggan meminum racikan teh buatan salah satu menantunya.
Ibu Suri terus memandang Selir Pertama intens,sekarang maupun nanti dirinya harus benar-benar mengetes apakah menantunya ini benar-benar berubah.
__ADS_1