Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
Rencana Busuk Yuan


__ADS_3

Yie Er menatap dingin tanaman miliknya, tanaman khusus untuk membuat racun hilang. Dirinya baru menyadari itu sekarang karena sibuk dengan urusan lain. Akhir-akhir ini pikirannya teralihkan kemana-mana, sibuk pergi kesana kemari dan menemani Ibu Suri. Membuat orang lain dengan leluasa keluar masuk kediamannya.


Rupanya dia juga sudah tertinggal jauh di belakang Selir Pertama. Bagus juga strategi Selir busuk itu, membantai semua anggota kerajaan demi sebuah tahta. Bahkan entah apa yang tengah direncanakan Selir ular itu sekarang. Mungkin mencoba meracuni?


"Yu Are, Rei Rei kalian boleh pergi! Seharian ini Permaisuri ini akan berdiam di kediaman."


"Hamba akan membawa cemilan untuk Permaisuri.


"Hmm... cepat pergi!" 


Yie Er terdiam, kunci ruangan tanaman obatnya harus segera diganti. Penghianat harus segera dimusnahkan. Jika langsung sekali tebas tidak akan enak bukan? Bermain sedikit sepertinya akan seru.


"Ah, Permaisuri ini lupa. Yu Are, Rei Rei tolong panggil pengrajin besi! Permaisuri ini ingin mengganti kunci pintu tanaman obat. Setelah semua yang terjadi, Permaisuri ini rasa harus mengganti semua kunci di kediaman agar tidak ada penyusup. Lagian siapa tahu bila Selir Pertama akan menyelinap seperti tikus di got untuk masuk ke kediaman ini."


Rei Rei menatap Yie Er aneh. Mengapa harus diganti semua, lagipula tidak pernah ada penyusup ke kediaman jungjungannya, termasuk Selir Pertama.


"Baik Permaisuri."


Yie Er tersenyum, menatap pungging Yu Are lamat-lamat. Kasihan Permaisuri yang dulu, begitu mempercayai Yu Are sebagai pelayannya bahkan dianggap melebihi pelayan. Manusia memang jika diberi jantung selalu meminta hati. Tidak tahu berterima kasih. 


Tanpa sepengetahuan pelayannya tanaman obat miliknya Yie Er pindahkan ke kediaman Timur Arjuna. Semua barang berharga tidak aman berada di kediamannya. 

__ADS_1


Dia akan menjalankan rencananya seapik mungkin, untuk membalaskan kematian Ibu Suri Agung dan Ibu Suri.


"Buat kunjungan ke kediaman Selir Pertama besok. Katakan padanya Permaisuri ini ingin berkunjung!"


***


"Yang Mulia, Permaisuri sepertinya sangat bersedih. Dari kemarin Permaisuri berada di kediamannya." 


"Biarkan saja, Permaisuri mungkin masih berkabung!" 


Yuan menyesap teh buatan Selir Pertama. Pikirannya tengah berkecambubg, sabgat tidak suka dengan sikap Yie Er yang merasa berkabung terhadap penghianat, meskipun penghianat itu ibunya sendiri. Dirinya juga sangat bersedih dengan kepergian Ibu Suri sebagai anak, tapi sebagai Kaisar dia tidak pantas untuk berkabung. Seharusnya sebagai Permaisuri Yie Er juga tidak bersikap seperti itu, dia sama saja membela penghianat. 


"Selir Pertama, Zhen mempunyai sebuah tawaran untukmu!"


"Apa itu Yang Mulia?"


"Menjadi Permaisuri."


"Permaisuri?" 


Selir Pertama menatap Yuan tak percaya. Apa seorang Kaisar di depannya bercanda, menawarkan gelar yang selama ini selalu ingin dirinya miliki. Kesempatan emas tidak akan dia sia-siakan, mungkin Yuan menyadari betapa bodoh dan tak bergunanya Permaisurinya saat ini. Tunggu saja kehancuranmu Permaisuri bodoh, Selir Pertama yakin dengan semua rencananya.

__ADS_1


"Tapi bagaimana bisa Yang Mulia. Gelar bangsawan Selir ini berada dibawah gelar Permaisuri?"


"Kita habisi saja Panglima Besar Zilong, Zhen sudah mendapat penggantinya. Maka dari itu keturunan Panglima Agung Zerang lenyap, dan beberapa tahun kedepan Zhen akan melengserkan Panglima Agung Zerang." 


"Panglima Besar Zilong?"


"Ya, dan penggantinya adalah Kakak lelakimu yang diasingkan karena dia anak haram dari Ayahmu. Dia yang memiliki sekte pembunuh bayaran bukan?" 


"Bagaimana Yang Mulia tahu?" 


Selir Pertama menatap Yuan tak percaya. Bagaimana seseorang tahu dengan hal yang selama ini disembunyikan keluarganya. 


"Aku adalah Yuan. Apakah kau lupa?" Yuan berdecak menatap Selir Pertama tak suka. Jika saja Selir Pertama tidak berguna. Akan Yuan singkirkan saja Selir dengan reputasi buruk keluarganya.


"Maaf Yang Mulia!"


"Sekarang pergi ke kediaman mu! Zhen akan menunggu sore nanti kedatangan Bubu mu mengenai apa yang Zhen bilang!"


"Baik Yang Mulia, Selir ini akan lekas undur diri!"


Selir Pertama meninggalkan Yuan dengan beberapa pengawal. Bagaimana Yuan mengetahui rahasia kelam keluarganya? Tapi semua itu sama sama sekali tidak penting untuknya. Yang terpenting jalan menjadi Permaisuri sudah terbuka untuknya. Sebentar lagi, sebentar lagi dia akan menjadi Permaisuri.

__ADS_1


__ADS_2