Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
Budak Misterius


__ADS_3

"Yang Mulia, Pengawal Yang mengatakan kaki Permaisuri terluka lumayan parah. Saat ini beliau tengah dirawat dikediamannya, dan Jenderal Lin ingin mengajukat perceraian padamu," ucap Li Gong Ye lirih.


"Ba-bagaimana bisa ini terjadi? Aku begitu brengsek membiarkan gadisku terus terluka. Kalian siapkan kereta untukku, hari ini juga kita akan menyusul dan menjemput Permaisuriku apapun caranya!"titah Kaisar yang langsung dilaksanakan keduanya.


**********


Kedatangan Kaisar ke kediaman Jenderal Lin untuk menjemput Permaisuri menjadi sorotan utama disemua Kekaisaran, pasalnya mereka mengetahui Kaisar Bai Yuan merupakan orang yang sangat dingin dan tidak memperdulikan wanitanya kecuali Selir Rong yang dikatakan sangat dicintai Kaisar, namun melihat kejadian hari ini mereka semua membuang pikiran tentang Permaisuri sampah yang tidak dicintai Kaisae justru sangat kentara terlihat Kaisar begitu mencintai Permaisurinya.


Kaisar Bai Yuan disambut tidak baik bahkan diperlakukan begitu sinis oleh kediaman Jenderal Lin.


"Untuk apa Yang Mulia ini mendatangi kediaman yang rendah ini?" tanya Jendral Lin sinis.


"Saya ingin menjemput Istri saya dan membawanya kembali kerumah kami!" ucap Kaisar tajam.


Hatinya begitu cemas ingin segera menemui Permaisurinya dan menjelaskan kesalahpahaman diantara mereka.


"Kalau begitu Yang Mulia akan kecewa karena putri saya sedang tidak ada disini." jawab Jendral Lin menyeringai.


"Maksud anda Permaisuriku tengah pergi?" tanya Kaisar memastikan.


"Untuk itu hamba tidak tau, karna putri hamba pergi bersama kakaknya, jadi Yang Mulia silahkan pulang ke kediaman anda. Ah iya, anda tidak perlu khawatir dengan luka - luka yang ada dikaki putri hamba, lukanya telah diobati meski agak kesulitan mengingat sangat banyak luka goresan yang terbuka dan terima kasih untuk Yang Mulia karena menyebabkan semua ini terjadi!" ucap Jendral Lin masuk ke kediamannya meninggalkan Kaisar yang merenungi kelakuan biadabnya.


Kedua tangan kanan Kaisar saling memandang, sungguh langka bagi mereka untuk melihat ekspresi kesedihan yang begitu dalan terlebih Kaisar tadi bahkan sudah menangisi Permaisuri yang dulu tak pernah ia anggap, aneh memang namun beginilah kenyataannya batin mereka.

__ADS_1


"Gong Ye, Gong Yu segara cari Permaisuri diseluruh kekaisairan utara ini, segera hubungi aku jika kalian menemukan Permaisuriku!" perintah Kaisar, ia harus menemukan Permaisurinya apapun keadaannya nanti. Besok masih ada pesta, Kaisar rencannya ingin membuat pertunjukkan dan memberikan hadiah yang ia persembahkan khusus untuk Permaisurinya namun karena kelakuan bodohnya Permaisurinya justru pergi tanpa kabar hingga sekarang.


Kedua tangan kanannya juga tak menemukan informasi apapun terkait keberadaan Permaisuri hingga malam hari Kaisar mendapatkan informasi dari Panglima Lin yang mengatakan bahwa Kaisar tak perlu mencari mereka karena Permaisuri besok akan kembali kekerajaan sebelum pesta dimulai.


Kaisar tentu senang, namun juga ia sedih dengan keadaan mereka yang mungkin akan menjauh nantinya.


Malam harinya Lin Xiumei bersams sang kakak justru tengah bersenang - senang diatas kesedihan Kaisar, keduanya menghabiskan banyak uang untuk berbelanja dan membeli apapun yang ingin mereka makan.


Ditengah keasikan mereka, Panglima Lin mendapat panggilan dari ayahnya untuk segera menghadap. Mereka harus melakukan rencana mereka besok, rencana yang sangat luar biasa tentunya.


"Adik kita harus segera pulang, ayah memanggilku karena ada hal penting yang harus di diskusikan hmm," ucap Lin Fuqing mengelus rambut adiknya pelan, saat ini Lin Fuqing dan Jendral Besar Lin sudah mengetahui wajah bakpao kecil mereka yang begitu cantik layaknya dewi yang turun kedunia mereka.


"Ah kakak, aku masih ingin berbelanja disini, sudah lama rasanya tak menikmati hidupku sendiri huh," kesal Lin Xiumei menatap kedua mata kakaknya dengan tatapan yang sangat imut berharap kakaknya akan mengizinkan ia menjelajah dunia ini seorang diri.


"Aku tidak bisa menolakmu adikku tersayang, pergilah kemanapun yang kau inginkan, beli apapun yang kau mau makan dan jangan lupa jaga dirimu adik," ucap Lin Fuqing menyerahkan sekantong penuh koin emas untuk adiknya yang tentu langsung diterima Lin Xiumei dengan senang.


"Terimakasih kakakku tersayang, aku hanya butuh beberapa jam lagi dipasar ini nanti juga akan pulang secepatnya hehe cupppp," Lin Xiumei mencium pipi kakaknya dan pergi begitu saja meninggalkan Lin Fuqing yang memerah mendapat perlakuan seintim itu meski adiknya sendiri yang menjadi pelaku.


"Akhirnya aku bebas," ucap Lin Xiumei senang.


Lin Xiumei terus berkeliling memutari pasar hingga keujung, ditangannya telah banyak makanan dan aksesoris cantik yang ia beli dari uang sang kakak, ia juga membeli berbagai macam tanaman herbal yang berkhasiat untuk dijadikan obat maupun racun nantinya.


Matanya terus menelisik setiap tempat yang belum ia datangi, sampai tatapan matanya menangkan banyak orang yang tengah dirantai disebuah toko yang lumayan besar, ia tau didunia ini banyak orang yang menjual budak untuk mendapatkan uang.

__ADS_1


Matanya menatap para budak yang dalam keadaan memprihatinkan, semenjak Lin Xiumei terdampar didunia ini ia jadi memiliki kemampuan khusus yang masih belum dibangkitkan.


Matanya terus menelisik setiap budak dan ia menemukan beberapa budak yang berpotensi bahkan ada budak yang sedikit misterius karena kekuatannya cukup besar untuk seukuran budak.


"Tuan saya ingin membeli beberapa budak, berapa harga setiap budak itu?" tanya Lin Xiumei santai, tatapan budak mengarah pada Lin Xiumei dengan antusias, berharap penderitaan mereka bisa sedikit berkurang daripada hidup sebagai budak yang diperjual belikan.


"Ah nona harga budah tidaklah mahal, satu budak seharga satu keping emas," jawab penjual budak.


Lin Xiumei menganggukan kepalanya, ia menatap puluhan budak dan mulai menyeleksi yang dirasa memiliki potensi.


"Aku ingin membeli sepuluh budak ini!" ucap Lin Xiumei menunjuk sepuluh orang yang cukup berpotensi termasuk pria yang sedikit misterius itu.


Sepuluh orang yang ditunjuk Lin Xiumei sangat senang, tatapan mereka sedikit lebih hidup berbeda dengan pria misterius yang menatap Lin Xiumei tajam.


"Ah dan kedua anak ini," ucap Lin Xiumei lagi, ia tadi tidak melihat si kembar dengan jelas.


"Baik nona akan saya siapkan kereta untuk membawa mereka, ke kediaman?" tanya penjual budak dengan senang setelah menerima 13 koin emas, nona dihadapannya sangatlah dermawan batinnya.


"Terima kasih tuan, bawa mereka ke kediaman Jendral Besar Lin!" ucap Lin Xiumei menerima kartu para budak dan berlalu pergi untuk membeli beberapa pakaian yang pantas untuk calon pekerjanya nanti.


Setelah mengetahui pembeli mereka adalah orang dari kediaman Jendral Lin mereka menjadi senang karena Jendral Besar Lin adalah orang yang baik dan terkenal dengan keadilan mereka.


"Terimakasih nona telah memungut kami!" teriak mereka hormat melihat Lin Xiumei pergi.

__ADS_1


"Kalian naiklah ke dalam kereta itu, kalian harus ingat saat ini kalian sudah menjadi milik nona dermawan itu. Turuti ucapannya meskipun nyawa kalian menjadi taruhan, mengerti?" ucap penjual budak yang diangguki mereka semua dengan pasti.


Jangan lupa berikan jejal kalian yah, terimakasih🖤


__ADS_2