
Berita mendadak mengenai kepergian Selir Pertama mengunjungi kediamannya membuat Yie Er terdiam. Apa yang selanjutnya Selir Pertama rencanakan, pelayan setianya juga sama sekali tidak bergerak. Dan omong-omong dengan Yuan, Yie Er sama sekali belum bertemu pria itu setelah hukuman mati Ibu Suri.
"Berapa lama Selir Pertama mengunjungi kediamannya?"
"Yang hamba dengar Selir Pertama akan kembali sore ini Permaisuri."
Yie Er melirik Rei Rei, melihat senyuman lebar pelayannya. Rei Rei masih sama seperti dulu, dia baik, hanya saja Yie Er tidak menyukai Rei Rei yang mudah diperdaya. Gadis yang malang.
"Begitu ya. Sayang sekali di Istana ini hanya tersisa aku dan dirinya bersama Selir lain. Ngomong-ngomong Permaisuri ini sekarang kesepian setelah ditinggalkan Ibu Suri yang menjadi korban dari sebuah konspirasi seseorang."
"Anda tidak boleh bersedih Permaisuri, itu memang takdir Ibu Suri, bukan konspirasi. Lebih baik kita menyiram tanaman milik Permaisuri!"
Yie Er menatap Yu Are tak suka, anak di depannya ini sangat ingin bermain-main dengannya, disindir tapi tidak merasa. Jika saja sekali tebas tidak dipermasalahkan di Istana. Sudah ia tebas kepala penghianat itu.
__ADS_1
"Tidak Yu Are. Dan omong-omong mulai sekarang Permaisuri ini yang akan mengurus tanaman milik Permaisuri. Dan Sekarang Permaisuri ini ingin melakukannya, kalian berdua boleh pergi dari kediaman Permaisuri ini!"
Yie Er vangkit dari duduknya, manatap kedua pelayan di depannya. Tersenyum, ya Yie Er tersenyum penuh sandiwara.
"Tapi Permaisuri, hamba rasa akhir-akhir ini hamba banyak diam tanpa melayani Permaisuri. Apalagi merecoki Selir Pertama seperti yang selalu dilakukan."
"Tidak begitu Rei Rei, Permaisuri ini hanya dalam masa berkabung saja. Lagipula bukankah besok Permaisuri akan berkunjung ke kediaman Selir Pertama. Sudah lama tidak bermain. Kalian buat saja kudapan kering untuk Selir Pertama, jangan lupa tambahkan sesuatu."
Yie Er berjalan tanpa menunggu balasan dari kedua pelayannya. Berada di sana membuat Yie Er muak, dia harus selalu membuat mereka sibuk agar dirinya bisa menjalankan rencana-rencananya. Dan membuat mereka sama sekali tidak merasa curiga dengannya.Karena sekarang Yie Er benar-benar sendiri.
Di Sebuah ruangan kerja seorang Menteri, Selur Pertama terduduk dengan senyuman lebarnya menghadap sang Ayah.
"Selir ini membawa penawaran yang besar. Yang Mulia sendiri yang menawarkan itu, tapi besar pula hal yang harus dikorbankan!"
__ADS_1
Menteri Taio terdiam menatap putri di depannya. "Apa itu putriku?"
"Selir ini akan diangkat menjadi Permaisuri."
"Permaisuri?" Kaget Menteri Taio memotong ucapan Selir Pertama.
"Iya. Tapi untuk itu, Permaisuri yang sekarang harus dilengserkan tanpa kematian.Yang Mulia ingin Permaisuri bodoh itu tetap hidup. Dan untuk menjalan semua itu anak haram mu, akan menjadi Panglima besar setelah kematian Panglima Besar Zilong. Setelah kematian Panglima Besar Zilong, Panglima Agung Zerang akan dilengserkan. Membuat anak harammu menjadi Panglima Agung. Dan aku menjadi Permaisuri."
"Bagaimana Kaisar tahu mengenai hal yang selama ini disembunyikan keluarga kita?"
"Itu semua tidak penting. Yang terpenting Selir ini harus menjadi Permaisuri. Meskipun resikonya aib keluarga yang sangat tidak bermoral akan terbongkar dan menjadi bulan-bulanan rakyat Dinasti Han."
"Bubu menyetujuinya. Kapan kita akan bertemu dengan Yang Mulia. Sore ini, Bubu akan ikut denganku ke istana. Untuk sekarang panggil anak haram mu yang entah berantah."
__ADS_1
Selir Pertama dan menteri Taio adalah Ayah-anak dengan watak yang sama. Keduanya saling bertatapan penuh ambisius, sama sekali tidak menggetarkan tekadnya apapun yang terjadi. Sebentar lagi, ia akan menjadi Permaisuri. Dan sebentar lagi ia akan menjadi Menteri dengan hasta dan kedudukan yang tinggi memiliki anak seorang Permaisuri dan Panglima Agung.