Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
Menuju Kekaisaran Barat


__ADS_3

"Lalu?" ucap Lin Xiumei beranjak pergi untuk pulang ke kediaman Jendral Besar Lin tanpa memperdulikan kedua pria yang menatap penuh minat, yang satu pria menatap penuh damba yaitu sang Lord yang satu menatap hormat dari balik topeng keduanya.


"Nona tunggu saja, kita akan bertemu lagi," bisik Sang Lord pelan sambil menatap punggung mungil yang sudah menjauh.


"Gadisnya memang luar biasa dan mendominasi, tidak salah ia memilih Lin Xiumei sebagai pendampingnya nanti," -Lord


"Ternyata Calon Permaisuri Lord mereka sangat cerdas, tak salah jika tuan memilih Nona Lin Xiumei sebagai gadisnya. Ah seandainya kalian ikut, pasti kalian juga sangat senang melihat pertunjukkan menarik ini," -Ksatria


************


Setelah berpamitan ke istana ternyata janda Permaisuri, Ibunda Permaisuri dan Pangeran Ketujuh memaksa ikut Lin Xiumei yang tentu langsung ditolak karena Kekaisaran masih membutuhkan Janda Permaisuri dan Ibunda Permaisuri, akhirnya hanya Pangeran Ketujuh yang terus memaksa ikut bahkan rela melepaskan gelar Pangerannya untuk pergi bersama Lin Xiumei.


"Baiklah Pangeran Ketujuh sekarang bukan lagi Pangeran dari Kekaisaran Utara ataupun Pangeran Ketuju Kerajaan Tang. Dengan ini aku, Janda Permaisuri yang dianugerahi Giok emas memberikan titah "melepas posisi pangeran pada pangeran ketujuh" kau bisa menjalani hidupmu seperti apa yang kau mau!" ucap Janda Permaisuri tegas tanpa bantahan bahkan Kaisar tidak di izinkan menemui mereka.


Dengan ini Pangeran Ketujuh yang sekarang telah di angkat menjadi anak ketiga Lin bernama Lin Feng resmi menjadi adik dari Lin Fuqing dan Lin Xiumei.


(Fyi, nama bokapnya Lin Xiumei gue ganti jadi Lin Xiao biar enak ingetnya, dan ternyata Lin Xiumei udah bisa ngerasain aliran Qi cuman dia belom kultivasi doang hihi).


Kepindahan mereka tidaklah mudah karena beberapa kali Kaisar Bai mencoba untuk menghalangi mereka, hanya dengan bantuan Lord diam - diam semuanya menjadi lebih cepat tanpa hambatan.


Kepergian mantan Permaisuri beserta seluruh keluarga Lin yang memegang lencana giok harimau atau pasukan pilar utama kerajaan menjadi pukulan terbesar Kekaisaran Utara, setengah kekuatan kerajaan hilang bersama Sang Mantan Jendral, karena hanya sang jendral dan keturunannya yang bisa menggunakan lencana giok harimau.


Bahkan seandainya Giok Harimau jatuh ketangan orang lain tak akan bisa dipakai karena ada sumpah darah yang dilakukan dari zaman nenek moyang dahulu kala.


Masalah Kekaisaran utara bukan hanya sampai disitu, bahkan beberapa hari setelah mantan Permaisuri beserta keluarganya pergi, istana menjadi gempar karena hampir semua pelayan, pengawal dan pejabat mengalami keracunan yang ganas sehingga banyak dari mereka yang meninggal.


Hanya satu serangan yang cukup kuat, maka Kekaisaran Tang akan hancur karena pilar Kekaisaran Tang sudah nyaris roboh, entah siapa yang disinggung Kaisar Bai karena semua hal selalu ditujukan pada Kaisar bodoh itu.


Lin Xiumei pergi bersama Lin Xiao, Lin Fuqing, Lin Feng, Li Gong Ye, Li Gong Yu, Xiba Ling, Cia Ling, Qiyue An, pasukan dibawah kendali Giok Harimau dan 12 budak yang dibeli Lin Xiumei.

__ADS_1


Untungnya ada Ling Yue putri dari Kekaisaran Barat jadi mereka tak sulit untuk mendapatkan wilayah yang dibeli Lin Xiumei untuk mereka nanti, wilayah independen yang secara khusus.


Rumah mantan jendral besar Lin hanya ditinggali pelayan - pelayan kepercayaan mereka dan beberapa pengawal bayangan untuk melaporkan apapun yang berhubungan dengan kediaman mantan jendral Lin nantinya, Lin Xiumei sekeluarga juga memutuskan untuk berziarah kemakam ibu mereka setiap pergantian tahun.


Satu bulan perjalanan mereka lalui dengan tenang tanpa gangguan apapun, malah setiap orang yang melihat mereka ketakutan karena mereka mengira Lin Xiumei dan pasukannya ingin berperang mengingat banyaknya orang yang mereka bawa, mungkin belasan ribu orang yang terdiri dari prajurit tangguh.


Diluar gerbang kekaisaran barat, Putri Ling Yue telah menunggu kedatangan sahabatnya yang sama - sama dari zaman modern sungguh kebetulan yang luar biasa atau mungkin takdir.


"Wow, Linlin banyak sekali orangmu seperti akan menyerang kerajaanku saja haha," ucap Ling Yue langsung turun dari keretanya yang megah, para rakyat yang menatap Sang Putri yang biasanya dingin dan pendiam, saat ini didepan mereka malah dengan sendirinya menyambut pasukan yang dikira akan menyerang mereka.


"Yah kau taulah mereka orangku yang paling setia jadi beginilah yang seharusnya pindahan malah dikira penyerangan wkwk," ucap Lin Xiumei ngakak, keduanya berbicara dengan bahasa aneh yang tidak diketahui siapapun.


"Sudah sudah, bawa orangmu. Aku sudah memilih wilayah yang paling menguntungkan dan tentunya tenang dari banyak orang seperti yang kau inginkan. Pembayaran sudah diselesaikan, uangmu ternyata banyak sekali ya?"


"Hah? sudah dibayar? aku belum membayar uang sepeserpun, katakan siapa dan bagaimana rupa yang membayar wilayah untukku?"


"What? itu aku tidak tau karena ayah kekaisaran yang mengurus dan tentu aku tidak memiliki wewenang untuk bertanya siapa yang melunasi,"


Apa pria misterius itu? batin Lin Xiumei menerawang.


Sialan pasti pria itu yang membayarnya!


"I-itu kontrak wilayah apakah dia yang membawa?"


"Iya, Ayah langsung memberikan padanya!"


"Oh Shit, harusnya beri kepadaku!"


"Shhttt omongan lo dijaga, lagian udah terlanjur juga kan, mending sekarang bawa tuh orang - orang lo daripada bikin ribet disini," dengus Ling Yue pergi begitu saja meninggalkan Lin Xiumei yang sedang kesal.

__ADS_1


**********


Di sebuah wilayah yang cukup jauh dari keramaian, wilayah yang telah menjadi milik Lin Xiumei yang diberi nama Tiger Empire atas izin Kekaisaran Barat tentunya.


Wilayah mereka bersifat netral, hanya akan membela dan membantu Ling Yue seorang nantinya.


Pagi hari Keluarga Lin bersama pelayan dan seluruh pasukan membersihkan wilayah dari hewan buas maupun perampok yang bersembunyi disekitar hutan dekat tempat tinggal mereka, hanya butuh dua hari semua telah bersih tanpa ada perampok dan sebagainya.


Ling Yue bahkan tidak pulang ke Istana Tiancang meski beberapa kali utusan Kekaisaran menjemputnya, ia selalu berkata "Aku pasti pulang, tapi nggak tau kapan waktunya titik!" hanya itu ucapan yang selalu keluar dari mulut Ling Yue.


Kaisar akhirnya menyerah dan membiarkan putrinya yang berperilaku seperti laki - laki itu pulang kapanpun yang ia mau asalkan kesalamatan putrinya terjamin.


"Ah akhirnya bisa makan masakan kita iyakan iyakan kangennya!!" teriak Ling Yue memeluk Lin Xiumei erat, kedekatan keduanya seperti sepasang sendal kemanapun mereka selalu bersama bahkan tidur bersama sudah seperti adik dan kakak.


"Hey bodoh ucapan lo dijaga ogeb ntar ada yang denger mampus kita!" kesal Lin Xiumei melototi satu - satunya spesias yang berasal dari belahan bumi yang sama dengannya.


"Ampon bang jago!!! hahaha, bego sih lo makanya cepeten belajar kultivasi biar bisa bikin formasi kek gue! Ngomong pake toa juga gak ada yang denger!" ucap Ling Yue.


"Ini juga gue mau belajar, lo nya aja yang ganggu mulu ngajakin ini itu jadi nggak ada waktu kan gue hedeh!!"


"Yaudah maapin gue, sini ayok gue ajarin lo sampe bisa ntar kita latih tanding!" ucap Ling Yue menarik tangan Lin Xiumei.


Keduanya menuju hutan dan berlatih dibawah air terjun yang sangat nyaman dan damai selama beberapa hari akhirnya Lin Xiumei resmi menjadi seorang kultivator.


Jreng jrengg.. gue bawa cerita baru nih genrenya fantasy soalnya ceritanya tentang SIHIR/MAGIC oke juga banyak petualangannya seru deh pokoknya kalo gak seru anggep aja seru titik



Sedikit bocoran ceritanya oke, besok up juga barengan ini nih gue up nya hihi.

__ADS_1


Hasil kegabutan gue nih, ayuklah dibaca dikasih rate, like sama komentar! Thankyou.


__ADS_2