Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
66 Deggg...!


__ADS_3

"Baiklah mari antar Permaisuri ini lebih dalam! Permaisuri ini ingin melihat-lihat," ucap Yie Er melangkah tanpa peduli apakah ketiga wanita yang menjadi pelayan setianya mengikuti dirinya ataupun tidak.


Yu Are,Rei Rei,dan tabib Chau Ci mengikuti Yie Er,mereka takut kehilangan jejak Yie Er di perayaan dengan banyak orang berlalu lalang.


"Wahh makanan apa itu?!" decak Yie Er melihat kedai makanan di sebrang depan sana dengan banyak orang yang tengah mengantri membeli makanan itu,di sana juga ada Selir Dhau,entah bagaimana Selir Dhau sembuh dari rasa sakitnya ketika pertarungan begitu cepat.Terlebih lagi kita melihat jika Selir Dhau tengah berjingkrak-jingkrak tanpa tahu alasan yang jelas sambil memegang makanan di tangannya.


Yie Er melangkah cepat mendekati kedai makanan ramai itu masih diikuti Yu Are,Rei Rei,dan tabib Chau Ci.Yie Er menyelip antara banyaknya orang yang berlalu lalang sesekali Yie Er berpapasan dengan Permaisuri ataupun Selir dari kerajaan lain.Yie Er pun sempat berpapasan dengan Permaisuri Bai Lu dan Kaisar Sares,melihat itu rasanya Yie Er ingin berada di samping Kaisar Sares saking perhatian nya Kaisar Sares kepada Permaisuri Bai Lu.


"Permaisuri...!" teriak Yu Are,Rei Rei,dan tabib Chau Ci serempak dari jauh,mereka kehilangan jejak Yie Er di keremunan orang-orang.


Yie Er seolah tak peduli,dia terus melangkah dengan cepat mengabaikan teriakan Yu Are,Rei Rei,dan tabib Chau Ci.


Ketiga wanita yang menjadi pelayan Yie Er kini linglung mecari Yie Er dikerumunan orang-orang.


Yie Er melangkah semakin dekat dengan kedai makanan yang ditujunya,tanpa mempedulikan para rakyat Dinasti Han yang menatap nya sedari tadi.


Yie Er sampai didepan kedai makanan yang dituju nya,dihadapannya kini Yie Er melihat makanan bulat-bulat kecil dirusuk-tusuk,para rakyat Dinasti Han segera menyingkir dari antrian mereka.Mereka melihat Permaisuri dihadapan mereka kini begitu cantik dengan rambut hanya tergerai,begitu bodohnya mereka dulu selalu mencaci maki Permaisuri yang dianggap benalu oleh mereka.Padahal mereka melihat Permaisuri dihadapan mereka begitu lugu,dan polos sampai-sampai acuh pada sekitar hanya karena makanan.

__ADS_1


Yie Er melihat makanan dihadapannya serius,entah apa namanya makanan ini Yie Er tak tahu yang ingin Yie Er lakukan adalah mencicipi makanan dihadapannya kini.


"Ekhmmm Bibi apakah Permaisuri ini bisa membeli satu tusuk makanan ini?" ucap Yie Er terlebih dulu berdeham cukup keras merasa tak enak dengan rakyat Dinasti Han dan beberapa anggota kerajaan yang tengah memandangnya.


"Te..tentu saja Permaisuri," ucap wanita paruh baya penjual makanan itu,mengantongi beberapa tusuk makanan.


"Silahkan Permaisuri...!" ucap wanita paruh baya itu tak enak.


"Terimakasih! berapa harga makanan ini?" tanya Yie Er dengan tenang.


"Hanya 10 teal perak Permaisuri," jawab wanita paruh baya itu tak enak.


Mencari 10 teal perak yang dibicarakan wanita paruh baya didepannya kini.Yie Er terus mencari uang 10 teal perak itu,aktivitas disekitarnya serasa berhenti mereka semua memandang Yie Er penasaran.


Setelah sekian lama mencari Yie Er baru menyadari jika uang nya semuanya biasa dipegang oleh Yu Are,dan bagaiman sekarang?


"Ahhh sial,mengapa aku bisa lupa," gerutu Yie Er pelan memonyongkan bibirnya.Dirinya akan malu jika tak bisa membayar harga 10 teal perak saja.

__ADS_1


"Permaisuri! Anda tak perlu membayar makanan ini!" ucap wanita paruh baya penjual makanan itu tak enak,hampir semua orang melihat kearahnya,kesannya dirinya seperti menagih kepada Permaisuri dihadapannya.


"Ahh tidak-tidak aku akan membayar nya," ucap Yie Er bersikeras meskipun saat ini dirinya tak memegang 1 teal perak pun.


Yie Er berdoa semoga saja Yu Are dan yang lainnya segera menemukan dirinya.


"Permaisuri hamba iklas ambil saja makanannya!" ucap wanita paruh baya itu semakin tak enak.Karena kini Kaisar Dinasti Han pun tengah memandang dirinya tajam dengan mata merah menakutkan nya.


"Ahh Permaisuri ini bilang tidak,tunggulah pelayan Permaisuri ini! karena Permaisuri ini tak membawa uang," ucap Yie Er ketus memandang tajam wanita paruh baya didepannya.


Mereka semua tartawa,Kaisar serta Permaisuri dan Selir dari kerajaan lainpun tertawa.Mereka tak menyangka jika Permaisuri di Dinasti terhebat kini tengah membutuhkan uang,itu sungguh lucu,Permaisuri yang memenangkan gelar Zui Qiang terlihat menggemaskan seperti seorang anak kehilangan ibunya.


Yie Er tak menyadari jika dirinya mengatakan tak membawa uang sehingga hampir semua orang menertawakan dirinya geli.


Tapi sekarang Yie Er menyadari nya,dalam hati ia menggerutu baru kali ini dirinya menjadi sebuah tontonan.Ughhh kapan Yu Are dan yang lainnya menemukan dirinya semua orang terlihat masih tertawa.


Tiba-tiba tawa itu hilang,Yie Er melihat ke sekitar, mereka kini berhenti tertawa,tapi mengapa? Yie Er membalikkan tubuh kepada wanita paruh baya yang menjual makanan itu.

__ADS_1


Deggg...!


Jantung Yie Er serasa berhenti,Yie Er tahu detak jantung ini bukanlah miliknya seutuhnya tetapi milik Yie Er yang dulu.


__ADS_2