Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
70 Dimulai


__ADS_3

"Itu yang akan menjadi kehidupan kedepannya Permaisuri dan Kaisar.Dan itu hanya tergantung dengan diri Permaisuri ataupun Kaisar sendiri,percaya atau tidak tergantung dengan Permaisuri dan Kaisar.Ingat yang kalian lihat belum tentu menjadi kenyataan,semua yang ada bisa berubah," wanita peramal itu berucap tak terbantahkan memandang Yie Er dan Kaisar Faing intens.


Yie Er diam begitupun dengan Kaisar Faing,mereka terdiam dengan pikiran masing-masing.Kaisar Faing yang biasanya memancarkan aura humoris penuh keceriaan sekarang terdiam tergantikan oleh aura dingin berkharisma.


"Apakah yang Permaisuri ini lihat di bola itu adalah diriku sendiri?" tanya Yie Er penuh harap.


Yie Er resah bila peramal itu mengatakan jika yang dirinya lihat bukanlah dirinya ataupun ya.


Dalam pikirannya masih berkecamuk,ahh jika saja dia tak ingin pergi ke kedai ini dan mengajak Kaisar Faing mungkin dirinya tak akan merasa penasaran dan seresah sekarang ini tentang apa yang dilihatnya.Mengapa ia menjadi resah? dirinya dulu sama sekali tak pernah mempercayai akan yang namanya ramalan.


"Mungkin Permaisuri,apa yang Anda lihat bisa saja tentang Anda dan bisa saja mungkin.Apa yang Anda lihat di bola ini belum tentu menjadi nyata,itu bisa saja hanya halusinasi semata.Dan saya ulangi dengan apa yang dilihat Permaisuri tergantung dengan kepercayaan Permaisuri," ucap peramal wanita itu tersenyum tipis memandang Yie Er penuh makna.


Wanita peramal itu mengalihkan pandangan kepada Kaisar Faing,dia tahu setelah Permaisuri Dinasti Han bertanya pastilah Kaisar didepannya ini juga akan bertanya.


Belum lama dirinya berpikir ternyata benar Kaisar Faing akan bertanya kepadanya.


"Peramal Kaisar ini melihat sebuah perang yang akan terjadi,apa maksud dari yang Kaisar ini lihat?" tanya Kaisar Faing memandang wanita peramal itu penuh harap.


Yie Er melirik Kaisar Faing,dalam hati Yie Er merasa jika Kaisar Faing lumayan berbeda dari biasanya.Kaisar Faing terasa asing entah lah dirinya tak tahu,tapi yang pasti Kaisar Faing tak lagi bersikap humoris,itu yang dirinya rasakan.Yie Er bingung mengapa dirinya menduga itu semua,tapi yang pasti itu sesuai dengan pemikiran nya.


"Kaisar Faing,perang pastilah terjadi.Semua kerajaan dan Dinasti pastilah pernah berperang,termasuk dengan kerajaan Kaisar sendiri.Tapi perang itu adalah perang antara dua kerajaan yang menciptakan perang besar yang mungkin melibatkan kerajaan-kerajaan lain untuk memperebutkan sesuatu yang berharga." Wanita peramal itu berucap raut wajah wanita itu terlihat datar dengan kedua alis saling bertautan.


"Kerajaan lain?" seru Yie Er memotong pembicaraan Kaisar Faing dan wanita peramal itu.


"Ya Permaisuri!" ucap wanita peramal itu mengaguk mantap.Yie Er mengangguk mengerti dengan apa yang diucapkan wanita peramal itu.

__ADS_1


"Kenapa peperangan itu ada?" tanya Kaisar Faing.


"Jika Hamba memberitahu Kaisar maka semua akan berbeda," ucap wanita peramal itu tersenyum tipis.


Kaisar Faing menakutkan kedua alisnya,begitupun Yie Er mereka berpikir apakah mereka harus mempercayai apa yang dilihat mereka?


Apakah Yie Er harus percaya dengan apa yang dilihatnya,hatinya mulai ragu.Mengapa tadi dia percaya dengan semua ini? dirinya tak pernah mempercayai apa yang namanya ramalan atau apapun itu yang tak masuk diakal.Tapi mengapa tiba-tiba dirinya mempercayai ini semua,mungkin ia keliru karena rasa penasaran.


Ya dirinya keliru,dia tak akan percaya dengan apa yang dilihatnya,itu hanya halusinasi semata dirinya saja.


Kaisar Faing terdiam,berbeda dengan Yie Er Kaisar Faing justru merasa sangat amat percaya.Wanita di bola putih itu adalah wanita yang mencintai,masalahnya dirinya tak melihat wajah wanita itu.Dia akan mencari cintanya yang sebenarnya,meski harus melawan dunia sekalipun,dirinya akan terus mencari dan mencari.


"Hamba hanya bisa menunjukkan apa yang akan terjadi,hamba tak bisa membantu Kaisar dengan apa yang dilihat Kaisar begitupun dengan Permaisuri.Dan hamba ulangi percaya atau tidak tergantung dengan diri Permaisuri dan Kaisar sendiri," ucap wanita peramal itu memandang Yie Er intens,dia lagi-lagi mengingatkan apa yang dia ucapkan.Dirinya tahu jika Permaisuri dihadapannya ini tak akan percaya dengan apa yang dilihat.Semua yang akan terjadi bukan bertumpu kepada yang dilihat melainkan dengan yang menciptakan alam semesta.


Wanita peramal itu tersenyum memandang Yie Er dan Kaisar Faing.Sekarang cerita kehidupan yang sebenarnya baru saja dimulai.


"Baiklah itu tergantung dengan Permaisuri dan Kaisar sendiri,terimakasih atas semuanya Permaisuri dan Kaisar mengunjungi kedai ini!" ucap wanita peramal itu tersenyum tipis.


"Ya dan Kaisar inu berimakasih,ini sebagai tanda terimakasih dari kami!" ucap Kaisar Faing menyerahkan uang satu kantong berisi 1000 teal emas.


Semetara Yie Er hanya diam tersenyum malu-malu melihat Kaisar Faing menyerah uang itu.


"Tidak perlu Kaisar,hamba ikhlas dengan apa yang hamba lakukan," ucap wanita peramal itu tersenyum lembut.


"Tidak apa-apa ini hanya bentuk terimakasih Kaisar ini," ucap Kaisar Faing Keukeh.

__ADS_1


"Ahh jika seperti itu terimakasih Kaisar,Permaisuri,hamba merasa tersanjung dengan kunjungan Permaisuri dan Kaisar kepada kedai ini!" ucap wanita peramal itu membungkukan badan.


"Jika begitu Permaisuri dan Kaisar ini pergi," ucap Yie Er berlalu pergi bersama Kaisar Faing.


Wanita peramal itu melepas kepergian Yie Er dan Kaisar Faing penuh senyuman.Dirinya merasa bangga bisa membantu Kaisar dan Permaisuri itu.


Dari pertama kali Yie Er dan Kaisar Faing keluar dari kedai peramal itu semua rakyat Diansti Han melihat mereka aneh.


"Permaisuri Yie Er!" panggil Kaisar Faing lumayan datar tak memperdulikan rakyat Dinasti Han.


"Ah ya Kaisar Faing," jawab Yie Er masih melangkahkan kakinya.


"Mengapa Permaisuri Yie Er tak percaya dengan apa yang dilihat Permaisuri di bola itu?" tanya Kaisar Faing terheran-heran.


"Permaisuri ini tak pernah percaya dengan hal-hal seperti itu," jawab Yie Er tanpa ekspresi.


"Begitu," Kaisar Faing mengaguk paham akan jawaban dari Yie Er. "Ah Permaisuri Yie Er ikutlah dengan Kaisar ini!" ucap Kaisar Faing menarik tangan Yie Er tanpa tahu tempat dan siapa yang ditarik menuju kedai perhiasan.


Yie Er hanya pasrah mengikuti kemana Kaisar Faing membawanya,ini semua sebagai tanda balas dari nya karena mengajak Kaisar Faing mengikuti dirinya.


"Terimalah!" ucap Kaisar Faing menyerahkan tusuk rambut perak dengan ujung berbentuk bunga merah.


"Tidak perlu Kaisar Faing,untuk apa Kaisar memberikan tusuk rambut ini kepada Permaisuri ini?" ucap Yie Er menolak halus,padahal dalam hati Yie Er begitu ingin menerima tusuk rambut yabg sangat indah itu.


"Sebagai tanda terimakasih dari Kaisar ini karena Permaisuri telah mengajak Kaisar ini untuk berjalan-jalan dan sebagai kenang-kenangan," ucap Kaisar Faing menarik tangan Yie Er dan menyerahkan sendiri ditangan Yie Er.

__ADS_1


__ADS_2