
"Yie Er!" sentak Ibu Suri Agung.
"Sudah tak apa Ibu Suri Agung,lagipula Permaisuri ini sudah memaafkan semuanya dan Selir Pertama pun terlihat menyesal.Permaisuri ini yakin jika semua orang disini berpendapat sama dengan Permaisuri ini." Yie Er tersenyum lembut menenangkan Ibu Suri Agung dan Ibu Suri.
"Baiklah jika itu keputusan mu kita lihat apakah Selir Pertama benar-benar menyesal," ucap Ibu Suri Agung enggan,melirik tak suka Selir Pertama.
"Ibu Suri Agung! Selir ini benar-benar menyesal.Selir ini akan membuktikan nya agar Ibu Suri Agung,Ibu Suri dan semua orang percaya," ucap Selir Pertama memegang kedua tangan Ibu Suri Agung penuh penyesalan.
"Ya," ucap Ibu Suri Agung masih enggan.Menepis pelan lengan Selir Pertama dari tangannya.
"Sudahlah! mari kita berbincang di tempat yang lebih enak! Permaisuri ini merasa tempat ini kurang cocok untuk terus melanjutkan pembicaraan," seru Yie Er memandang Selir Pertama dan yang lainnya.
"Ya,Ibu Suri pun juga merasakan hal yang sama," ucap Ibu Suri yang sedari tadi diam memperhatikan.
Mereka pergi meninggalkan para pelayan yang merasa kecewa melihat tontonan dihadapan mereka bubar.Sebentar lagi apa yang mereka lihat akan menyebar dengan cepat di seluruh Dinasti Han.Mungkin sekarang para rakyat pun tengah menerima hadiah dari Selir Pertama dengan penuh kegembiraan.
Dalam hati Yu Are dan Rei Rei tahu jika Jungjungannya mempunyai niat terselubung sendiri ketika memaafkan Selir Pertama dengan begitu mudahnya.Setelah bangun Jungjungan mereka adalah wanita kuat,penuh akal.Apapun yang Jungjungan mereka lakukan mereka akan mendukung itu.
Ditengah-tengah perjalanan mereka sempat terhenti dengan perkataan Selir Pertama.
"Permaisuri apa sebaiknya kau pergi ke Kediaman Xauli untuk menemani Yang Mulia.Selir ini rasa saat ini Yang Mulia tengah menunggu Permaisuri di Kediaman Xauli."
Yie Er diam,menatap Selir Pertama intens mencari sebuah kebohongan siasat di raut wajah Selir Pertama.Tapi jika dilihat-lihat dirinya tak menemukan sesuatu yang dirinya pikirkan.Ahh mungkin kali ini perkataan Selir Ular dihadapannya kini memang benar-benar tanpa ada niatan apapun.
__ADS_1
"Ibu Suri Agung,apakah kalian mengijinkan Permaisuri ini untuk undur diri ke kediaman Xauli?" tanya Yie Er mengalihkan pandangannya kepada Ibu Suri Agung Dan Ibu Suri.
"Hmm ya,kenapa tidak," ucap Ibu Suri tersenyum penuh arti.
"Baiklah Permaisuri ini akan pergi," ucap Yie Er menunduk memberi hormat.
Yie Er pergi melangkahkan kakinya diikuti Yu Are,Rei Rei,dan tabib Chau Ci.Ibu Suri Agung memandang Selir Pertama intens,apa yang akan dilakukan menantu dari menantunya ini?"
"Ibu Suri Agung! Ibu Suri mari kita ke kediaman Selir ini! Selir ini akan membuat racikan teh untuk kalian!" ajak Selir Pertama tersenyum lembut.
Menggelikan sekali ketika dirinya terus bersikap seperti sekarang ini.Ahh tunggu beberapa hari lagi dirinya akan membuat dua wanita tua dihadapannya percaya kepadanya.Dan semua orang di Dinasti Han ini akan sangat mempercayai perubahannya ketika rencananya berada dalam puncak.
"Xiou Ying,kami tak akan mudah percaya dengan apa yang kau lakukan sekarang! dengan pengakuan mu bahwa kau menyesal dengan apa yang kau perbuat kepada Yie Er," ucap Ibu Suri Agung memandang tajam Selir Pertama.
"Ekhmm,lebih baik kita lanjutkan saja perjalanannya!" deham Ibu Suri cukup kuat menepis tangan Selir Pertama canggung.
"Baiklah kau benar Ibu Suri.Mari Selir ini akan membuatkan racikan teh untuk kalian!" ucap Selir Pertama tersenyum ceria.
Menyembunyikan satu tangan yang tengah mengepal kuat,menahan diri agar tidak kehilangan kendali.
Sambil berjalan Ibu Suri Agung,Ibu Suri memikirkan apakah Selir licik yang tengah berjalan bersama mereka benar-benar menyesal.Ibu Suri tak terlalu memikirkan itu,mungkin saja satu menantunya ini benar-benar menyesal.Tetapi dirinya harus mengetes apakah satu menantunya ini benar-benar menyesal.
Yie Er sampai dikediamannya,dirinya masuk secara perlahan-lahan.Menyuruh prajurit penjaga pintu agar tak mengumumkan kedatangannya.
__ADS_1
Yu Are,Rei Rei,dan tabib Chau Ci kembali melakukan aktivitas mereka dengan rasa penasaran,ingin melihat bagaimana keromantisan Jungjungannya.
"Yie Er!" seru Yuan yang tengah berada dibelakang kediaman Yie Er.Terduduk memandangai taman kecil serta satu pohon yang terasa begitu indah.
"Yang Mulia,mengapa kau masih berada disini?" tanya Yie Er berbasa basi ikut mendudukan dirinya disamping Yuan.
"Mengapa tidak,ini adalah kediaman istri Zhen?" ucap Yuan tersenyum miring memandang Yie Er intens.
Yie Er diam,ikut memandang Yuan.Mereka saling memandang,Yie Er merasa dirinya kurang memberikan siksaan lagi kepada pria yang dicintai dirinya dan Yie Er.Terbukti dari Kaisar dihadapnnya kini yang tak mengungkit masalah semalam.
Ahh akan seru bila dirinya memberi sebuah siksaan lagi,agar Kaisar biadab di sampingnya ini terlihat sangat menyesal.
"Ahh tidak,hanya saja Permaisuri ini khawatir bila Selir Pertama tak akan menyukai ini," ucap Yie Er memasang raut wajah penuh kesedihan.
"Tidak akan,Selir Pertama menemui Zhen disini.Selir Pertama bilang jika Zhen boleh bermalam di kediaman Xauli semau Zhen.
Lagipula Selir Pertama merasa menyesal dengan apa yang dia perbuat kepadamu.Dan maafkan Zhen yang selama ini begitu mempercayai Selir Pertama yang begitu baik dimata Zhen.Dulu ketika Zhen mencemooh dirimu Selir Pertama selalu membelamu.Selir Pertama telah mengakui selama ini dirinya selalu mencemooh dirimu jika tak ada Zhen disekitarnya.
Zhen kira ketika saat di Zui Qiang Selir Pertama seperti itu karena terbawa emosi,tapi ternyata tidak.Zhen sekarang tahu mengenai perbuatan Selir Pertama yang sebenarnya,dan yang terpenting sekarang adalah Selir Pertama telah merubah dirinya menjadi seorang yang lebih baik." Yuan berucap penuh penyesalan menggenggam kedua tangan Yie Er.
Yie Er memandang tepat di kedua mata Yuan,apakah benar Selir Ular itu mengatakan itu?
Jika Yuan mengucapkan seperti itu? dilihat dari Yuan yang sekarang mencintai dirinya tidak akan mungkin jika Yuan saat ini tengah berbohong.
__ADS_1
Dirinya akan mencari tahu apakah Selir Ular itu benar-benar berubah atau tidak.Jika ya,apa yang dilihatnya saat di kedai peramal itu memang benar-benar kebohongan belaka.