Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
77 Tersiksa


__ADS_3

"Hoammm... mari kita melakukan apa yang seharusnya dilakukan seorang Kaisar dan Permaisurinya!" ajak Yie Er menguap cukup lebar tak mempedulikan Yuan yang tengah memandangnya keheranan sekaligus mendamba.


"Ya," ucap Yuan bersuara serak,akal sehatnya hilang entah kemana.Dirinya tak mempedulikan apa maksud dari ucapan Yie Er.


"Bagaimana jika kita memakai selimut Yang Mulia! Permaisuri ini merasa kedinginan," ucap Yie Er menarik selimut putih seperti kain tebal tersenyum lembut.


"Ya Zhen rasa itu benar agar tak ada Irang yang melihatnya," ucap Yuan parau.


Mendapatkan ucapan dari Yuan dalam hati Yie Er terkekeh geli,ah lihat saja Yang Mulia pasti kau merasa sangat tersiksa.


Maafkanlah Permaisuri yang mencintai dirimu ini! karena Permaisuri ini hanya ingin memberi pelajaran besar untukmu.


Yie Er menarik pelan tangan Yuan untuk dijadikannya bantal,rasanya dirinya ingin sekali tertawa terbahak-bahak.Aduhh Yuan hanya bisa memandang Yie Er heran tak mengerti dengan semua yang terjadi.


"erghh mengapa kau menjadikan tangan Zhen sebagai sebuah bantal? Bukankah kita akan melakukannya?" tanya Yuan heran dengan nada suara tertahannya.


Dirinya saat ini sudah sangat mengeras,tapi mengapa Yie Er malah terlihat menutup matanya santai? Bukankah Permaisurinya yang bilang jika mereka akan melakukan apa yang seharusnya dilakukan seorang Kaisar dan Permaisurinya?


Ahkkk dirinya sangat amat tersiksa melebihi kejadian ketika sesuatu dalam dirinya bangkit.Dirinya tak pernah sekalipun merasakan siksaan yang begitu berat.


"Ahh Yang Mulia,bukankah ini yang kau mau untuk melakukan ini.Tidur dengan Permaisuri mu ini,yasudah kita tidur lagipula Permaisuri ini merasa sangat lelah," ucap Yie Er masih dengan mata tertutup.Semakin merapatkan tubuhnya dengan Yuan,menempel dan semakin menempel.Membuat Yuan semakin terlihat gila kehilangan kewarasannya.


"Bukan itu maksud Zhen,apa kau tak mengerti Zhen sudah tak tahan.Ayo lakukan itu sekarang juga!" ajak Yuan frustasi memandang bawah tubuhnya pilu.


Lama Yuan menunggu jawaban Yie Er dengan terus memandang miliknya,Yie Er masih belum menjawab ajakan Yuan dengan kata 'ya'.

__ADS_1


"Mengapa kau tak menjawab pertanyaan dari Zhen? Tolonglah Zhen sudah merasa tak tahan!" ucap Yuan semakin serak.


Yuan menoleh kearah Yie Er,terdengar dengkuran halus dari Yie Er.


"Hufff...!"


Suara nafas kekecewaan Yuan terdengar keras,memandang kecewa Yie Er yang saat ini tengah tertidur santainya dengan dirinya yang sangat amat merasa tersiksa.


"Mengapa kau tertidur dengan enaknya sementara Zhen harus menahan semua ini!" gerutu Yuan memandang Yie Er.


Yie Er mendengar itu,dirinya hanya berpura-pura tidur saja.Ahh kasian sekali Kaisar disampingnya ini harus menahan semua itu untuk waktu yang lama terlebih lagi dirinya memposisikan diri menempel kepada Yuan.


"Aarhkk...! mengapa ini harus terjadi? sialan mengapa sedekat ini? Zhen harus segera berendam.Zhen bisa melakukannya meski dia tengah tertidur,tetapi Zhen menginginkan Permaisuri ini juga sadar!" gerutu Yuan memaki dan memaki dengan perlahan-lahan menarik tangannya pelan.


Yie Er yang masih terjaga sengaja menarik tangan Yuan kembali,dan bahkan Yie Er sengaja memeluk leher Yuan kuat-kuat.


Nafas Yuan semakin memburu,keringat mulai keluar dari dalam tubuhnya,menahan segala rasa sesak yang ditimbulkan.


Yuan mencoba kembali melepaskan tubuhnya dengan Yie Er.Sekuat tenaga Yuan melepaskan itu,menghempaskan tangan Yie Er cukup kuat.


"Hahhh...!" nafas berat Yuan keluar berhasil melepaskan tubuhnya dengan Yie Er.


Perlahan-lahan Yuan melangkahkan kakinya untuk menidurkan sesuatu dalam dirinya.Menenggelamkan dirinya,menghilangkan semua rasa sesak,menghilangkan pikirannya tentang Yie Er.


Yie Er tersenyum senang melihat kepergian Yuan,ahh sekarang dirinya hanya akan tertidur dengan tenangnya untuk menyambut hari esok.

__ADS_1


Yie Er tertidur dengan tenangnya terbukti akan dengkuran halus.Mungkin malam ini Yuan hanya akan merendam dirinya di air dingin,berbeda nasib sekali dengan Yie Er.


Malam dilalui dengan begitu tersiksanya oleh Yuan yang sepanjang malam hanya berendam.Faing Yu dan kedua pelayan Selir Pertama lainnya,sudah melakukan rencana mereka seapik mungkin.Pada malam itu mereka berhasil melakukan satu langkah besar untuk memulai rencana mereka.


Pelan tapi pasti sekarang rencana mereka akan berhasil.biarkanlah permaisuri itu merasakan kebahagiaan terlebih dahulu.Tapi yang pasti mereka akan tertawa dengan kerasnya melihat penderitaan Permaisuri lemah tak berguna itu.


"Yang Mulia apakah Anda tertidur nyenak?" tanya Yie Er melupakan apa yang terjadi semalam.


Bersikap biasa-biasa saja seolah-olah dirinya tak merasakan rasa bersalah sedikitpun.


Yuan melihat Yie Er intens,mata merahnya terlihat kelelahan,kini hanya ada mata panda dengan wajah lelah putus asa. "Ehkmm...! ahh ya Zhen baik,bisakah Zhen tertidur lagi? dan sampaikan kepada Menteri Leing jika Zhen tak bisa menghadiri pertemuan kali ini!" ucap Yuan parau tertidur di peraduan Yie Er.


"Ya,Permaisuri ini akan menyampaikan semuanya. Nanti akan ada makanan di sana dan makanlah!" ucap Yie Er berjalan keluar kediaman Xauli dengan Yu Are,Rei Re,dan tabib Chau Ci menunggu diluar kediamannya yang tengah tersenyum-senyum.


"Prajurit jangan biarkan siapapun masuk kedalam kediaman Permaisuri ini! Dan sampaikan kepada Menteri Leing jika Yang Mulia tak bisa menghadiri pertemuan hari ini!" ucap Yie Er menatap tajam kedua prajurit penjaga pintu kediaman Xauli.


Kedua prajurit itu menelan ludah mereka susah payah. "Emm... Baik Permaisuri." Salah satu dari mereka pergi melakukan perintah Yie Er.


"Mengapa kalian memandang Permaisuri ini seperti itu," semprot Yie Er kesal.


"Ahh tidak kami hanya merasa senang saja," seru tabib Chau Ci melirik Yu Are dan Rei Rei.


"Emm... apakah Permasuri merasa sakit?" tanya Yie Er tersenyum jenaka.


"Untuk apa Permaisuri ini merasa sakit?" ucap Yie Er berjalan meninggalkan mereka bertiga.

__ADS_1


"Ahh ternyata Anda begitu polos," ucap Yu Are terkekeh pelan.


Disepanjang perjalanan menuju kediaman Ibu Suri Agung,mereka bertiga masih saja merecoki Yie Er dengan pertanyaan-pertanyaan.


__ADS_2