
Selir Pertama berjalan dengan angkuhnya di sepanjang jalan koridor,menuju Kediaman Kaisar Dinasti Han,di ikuti pelayan-pelayan setianya.
Dia merasa tak sabar,mengadukan semua perbuatan Permaisuri menjijikan itu kepada Yuan.Lihat saja karena Permaisuri itu,di sepanjang jalan ia mendengar semua orang berbisik-bisik tentang nya.Dalam pikiran jahatnya mengapa hal yang terjadi di Valium Timur cepat sekali menyebar ke semua penjuru Istana,bahkan mungkin seluruh Dinasti Han.
Amarahnya terasa semakin tersulut mendengar semuanya,selama perjalanan ia berusaha tak tersulut emosi lebih dalam.
Lama ia berjalan,di hadapannya kini terlihat Pintu besar,tinggi nan mewah,dijaga dua prajurit terbaik.Melihatnya kedua prajurit itu secara spontan membukakan pintu untuk Selir Pertama Kaisar mereka.
Dalam hati kedua prajurit itu,terselip rasa dongkol melihat keangkuhan Selir Pertama dari Kaisar mereka.Jika saja semua orang di Istana ini tak selalu diancam oleh Selir Pertama agar Kaisar mereka dan rakyat Dinasti Han diluaran sana tak mengetahui kelakuan asli Selir yang dibanggakan mereka.
Selir Pertama melangkah kakinya ke dalam,di sana,di ruang kerja,ia melihat Yuan terduduk.Entah sedang mengerjakan apa ia merasa tak peduli dengan itu,yang ia pedulikan di dunia ini adalah kursi Permaisuri,ia ingin menjadi seorang Permaisuri,apa pun akan dia lakukan untuk mendapatkan posisi itu.
"Yang Mulia...!" panggil Selir Pertama dengan suara lembut palsu nya,memasang wajah polos,lugu andalan nya,berdiri di samping Yuan.
"Ada apa Selir Pertama? mengapa wajah mu menunjukkan kesedihan?" tanya Yuan sedikit lembut kepada Selir Pertama di pangkuannya.
Entah di butakan oleh apa,sehingga Yuan sangat mencintai Selir busuknya itu.Dia dikenal dengan Kaisar kejam,tetapi ia bersikap lembut walau hanya sedikit saja kepada Selirnya itu.Jika mengingat semuanya,sebagain menteri-menteri setianya,sering mengatakan kebusukan Selir Pertama,tapi ia merasa Selir Pertama adalah gadis lugu nan polos miliknya.Sungguh seperti pepatah cinta itu buta dan tuli.
"Hikkss... Yang Mulia,apa Anda tahu? bahwa saat di Valium Timur Permaisuri,hikss... dia mempermalukan ku di hadapan semua orang,dia menghina ku.Bahkan tak pernah terbayang kan,dalam benakku,dia hikss mengarahkan anak panahnya kearah ku,bahkan jika Dewa tak mempunyai rasa sayang kepada Selir tercintamu ini hikss.... mu_mungkin anak panah nya itu akan mengenai Selir mu ini." Terisak Selir Pertama berderai air mata palsu buatannya.
__ADS_1
Jika saja Yie Er melihatnya,mungkin ia akan memberikan kategori aktor terbaik kepada Selir Pertama.
"Berani nya Permaisuri menjijikan itu melukai Selir tercinta Zhen! Kau tak perlu bersedih Selir Pertama,Zhen akan memberikan hukuman berat kepada Permaisuri menjijikan itu," ucap Yuan penuh rasa benci.
Jika dilihat dari cara bicaranya kepada Selir tercinta nya dan kepada Yie Er,jelas sekali terlihat perbedaan yang begitu besar,semua orang akan tahu perbedaan itu dengan sekali melihat.
Andai kan Yuan tahu,dimana saat nya tiba,ia akan sangat-sangat mencintai Yie Er melebihi semua di dunia ini,tahta bahkan dirinya sendiri.Mungkin pada saat itu ia akan merasa menyesal dengan apa yang terjadi sekarang ini.Tapi kita tidak tahu bukan apa yang akan terjadi pada hari esok,esok dan esok lagi,lagi dan lagi.
"Benarkah Yang Mulia? tapi Selir ini rasa itu tak perlu.Selir ini merasa kasihan dengan Permaisuri," ucap Selir Pertama langsung terlihat ceria,tanpa adanya jejak air mata di wajah nya.Kemuadian kembali memasang wajah pura-pura simpatinya.
"Sungguh Selir Zhen satu ini sangat baik,tapi Zhen akan melakukan apa pun untuk mu,Zhen akan tetap memberikan hukuman berat kepada Permaisuri menjijikan itu," ucap Yuan menyeringai kejam.
"Penjaga....!" teriak Yuan dengan suara tegasnya.
"Ya...Yang Mulia,mengapa Yang Mulia memanggil ham...ba?" gugu kedua prajurit di depan pintu tadi dengan takut,sedikit melirik Selir Pertama angkuh itu di pangkuan Kaisar mereka.
Mereka takut bila Selir Pertama akan mengadukan yang tidak-tidak tentang mereka.
Berbeda dengan Selir Pertama tersenyum menyeringai senang,sungguh ia merasa sangat bahagia.
__ADS_1
"Beritahukan kepada Permaisuri,bahwa Zhen memangilnya untuk menghadap Zhen!" perintah Yuan memandang kedua prajurit itu tajam.
"Ba..baik Yang Mulia," ucap Kedua prajurit itu lekas pergi dengan keadaan lega bercampur takut mendengar ucapan dan nada bicara Yuan.
Pergi menemui Permaisuri mereka yang tak berguna di Valium Timur.Yang saat ini Yie Er dan yang lainnya masih asik mengobrol.
Yie Er dan Panglima Agung Zerang dengan segera mendudukkan dirinya,mendengar ucapan Ibu Suri.
"Ibu Suri Agung! Ibu Suri! dan kalian.Mengapa kalian semua tak memberitahu ku bahwa aku mempunyai seorang Ayah? aku kan hilang ingatan,jadi aku tak tahu bahwa aku mempunyai seorang Ayah!" Rajuk Yie Er mengerucut bibir nya tanda ia tengah marah.
"Yie Er,kami tak memberitahu mu karena kamu tak bertanya," jawab Ibu Suri tersenyum lebar.
"Ya aku tak bertanya,tapi kan kalian bisa berinisiatif memberitahu ku," rajuk Yie Er.
Yie Er merasa sangat amat ingin bermanja-manja kepada keluarga barunya.Apalagi dengan ayah nya,sungguh ketika Yie Er dulu di dunia nya menjadi Mafia,ia tak sekali pun bermanja-manja kepada keluarga nya.Dulu Yie Er sangat tertutup,menutupi semua sifat aslinya kepada orang yang menurutnya asing,tapi ia akan dengan suka rela menunjukkan sifat aslinya kepada orang yang menurut Yie Er dekat dengan nya,salah satunya adalah keluarga barunya.
"Sudahlah Yie Er,sekarang kan kamu sudah tahu bahwa kamu mempunyai seorang Ayah.Dan pada kenyataan nya pun kamu mempunyai seorang Ayah." Lerai Ibu Suri Agung melihat rajukan Yie Er.
Mereka melihat Yie Er menahan senyum gelinya,jika di ingat-ingat baru sekarang Yie Er menunjukkan sifat nya dulu,dari pertama ia terbangun sifat serta watak Yie Er berubah menjadi lebih kuat dan tangguh.Mereka kira sifat manja Yie Er sekarang akan ikut menghilang,dengan sifatnya yang lain,tapi ternyata tidak,sifatnya yang satu ini tak akan hilang,malah semakin terlihat manja kepada Ayahnya.
__ADS_1
"Iya Permaisuri ini tahu," ucap Yie Er tersenyum senang.