
Sebentar lagi sampai mentari berada diatas kepala, hukuman mati Ibu Suri akan dilaksanakan di tengah padang Dinasti Han. Yie Er sudah tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Mencoba membujuk Yuan, adalah kebodohan yang sia-sia, entah kenapa melihat tindakan Yuan membuat cintanya kepada pria itu berkurang. Yie Er ragu dengan perasaannya sekarang, dia hanya mempercayai dirinya.
Mungkin semua orang di istana ingin dirinya lengser dari singgasana. Yie Er tidak memungkiri semua yang akan terjadi di masa sekarang. Dirinya tidak bisa memungkiri jika sejarah tidak akan berubah karena kehadirannya. Dan tanpa diketahui Yie Er dalam sejarah dirinya mati karena penghianatan pelayan setianya.
"Ibu Suri, maaf. Permaisuri ini tidak bisa berbuat apa-apa."
Ibu Suri memandang Yie Er penuh sayang, mungkin memang takdirnya seperti ini. Akan mati dengan penghianatan dan keputusan anaknya sendiri. Selir Pertama dan Yuan.
"Tidak apa Yie Er. Semua memang sudah ditakdirkan dan dirancang. Lagi pula Ibu Suri akan bertemu dengan Kaisar terdahulu."
Yie Er menatap pilu wanita di depannya. Mengapa Ibu Suri harus berbicara seperti itu, rasanya rasa bersalah Yie Er semakin menjadi-jadi. Dirinya berjanji akan membalas Selir Pertama. Hanya dirinya yang tersisa, ya hanya dia seorang, tanpa siapa pun.
__ADS_1
"Yie Er, setelah hukuman mati selesai nanti. Ibu minta temui pelayan setia Ibu Suri ini di Kediaman Timur Arajuna. Pakai kartu tanda pengenal Ibu Suri disana. Pelayan setia Ibu Suri ini akan memberikan sesuatu yang akan kamu butuhkan nanti. Itu yang bisa Ibu Suri berikan untukmu, datanglah seorang diri."
"Maaf Permaisuri. Waktu hukuman mati Ibu Suri telah tiba."
Yie Er terdiam mendengar kata demi kata yang terucap dari Ibu Suri. Sampai genggaman tangannya terlepas dengan pandangan hampa ketika dua orang prajurit membawa Ibu Suri keluar untuk di hukum mati.
Di sana, di atas sana dapat Yie Er lihat Ibu Suri berdiri dengan pakaian putihnya. Tali besar sudah terpasang di leher Ibu Suri, tanpa penutup kepala seperti yang sering Yie Er saksikan sewaktu di masa depan. Di sampingnya, Yie Er dapat melihat Yuan tanpa ekspresi menatap dingin Ibu Suri yang sekarang hanya tinggal nama. Apa-apaan dengan ekspresi seperti itu. Dan dimana keberadaan Selir Pertama sekarang?
Ucapan pelayan setia Ibu Suri mengalihkan perhatian Yie Er. Dia kira Yuan yang akan melakukan itu semua.
"Ya. Tapi, mengapa tidak Yang Mulia?"
__ADS_1
"Maaf Permaisuri. Yang Mulia tidak bersedia karena seorang penghianat, tetaplah penghianat meskipun itu Ibu Yang Mulia Sendiri." Ucap pelan pelayan di depan Yie Er.
Tanpa banyak berkata Yie Er pergi kemana jasad Ibu Suri akan diistirahatkan, pikirannya berkecamuk kesana kemari. Dan dengan Yuan, Yie Er tidak peduli, biarlah sekarang pria itu berbuat sesuka hati dengan penyesalannya nanti.
Sekarang Ibu Suri telah beristirahat, hanya Yie Er dan para pelayan setia Ibu Suri yang berduka. Yie Er pergi dari peristirahatan terakhir Ibu Suri dengan Yu Are dan Rei Rei.
"Permaisuri ini ingin sendiri, sampai malam tiba jangan ganggu Permaisuri ini. Kalian bisa pergi dari kediaman Permaisuri ini. Dan minta 4 penjaga lagi untuk berjaga di kediaman Permaisuri."
Yu Are san Rei Rei manatap Yie Er yang tengah duduk di bawah senja dengan mata terpejam. Rupanya Junjungan mereka saat ini tengah ingin sendiri, menyembuhkan diri dari duka atas meninggalnya kedua penopang di waktu yang tak jauh.
"Permaisuri, jika begitu kami undur diri. Semoga Permaisuri lekas membaik." Yu Are dan Rei Rei pergi tanpa mendapat balasan dari Yie Er.
__ADS_1
Konspirasi apa yang tengah dijalankan di Istana ini. Yie Er kira semuanya akan sangat mudah, dirinya kira Ibu Suri akan terbukti tidak bersalah, ia kira Selir Pertama akan tertangkap. Jika semua bukti tak nyata ini ada dipikirannya, itu artinya ada orang dalam yang telah menghianatinya saat ini.